Morning Dew

Selasa, 17 Mei 2016

1 Samuel 18:1-5
"...Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 
Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 
Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul."‎

Kemudian baca juga ayat ayat ini:
1 Samuel 23:15-18 "Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya. Ketika Daud ada di padang gurun Zif di Koresa,
maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah
dan berkata kepadanya: "Janganlah takut, sebab tangan ayahku Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu." 
Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Dan Daud tinggal di Koresa, tetapi Yonatan pulang ke rumahnya...."  ‎

--> Renungkan kembali apa yg baru saja saudara baca, sebab kita baru saja membaca sejarah kebesaran jiwa seorang manusia, seorang yg tahu persis tujuan hidupnya, yg memiliki tujuan hidup yg lebih besar dari dirinya sendiri, itulah hidup yg dijalani Jonathan.

Jonathan anak raja Saul, dia memiliki segala alasan utk tdk melakukan apapun, dan hak tahta raja akan jatuh kepada dirinya sbg anak Saul. Tapi Jonathan tahu bahwa ‎Tuhan sendiri telah mengangkat Daud yg bukan anak atau kerabat Saul sbg raja menggantikan ayahnya, dan utk itu, Jonathan siap menjadi 'orang kedua' dibawah Daud. Kedengarannya sederhana, tapi percayalah, ini bukan perkara sederhana, bukan hal mudah utk diterima atau dilakukan, dan jelas ini bukan sikap seorang yg berjiwa kerdil dan ber kharakter rendah! Berapa banyak pemimpin dunia mati matian mempertahankan kekuasaannya dgn segala cara, bahkan didlm rumah Tuhan sekalipun, didlm gereja gereja, terjadi perkelahian yg memalukan dan menjadi kebiasaan bahwa jika gembala meninggal, kepemimpinan otomatis jatuh ketangan istri atau anak, sekalipun mereka tdk dipilih Tuhan utk pekerjaan tsb. Semua hal tsb dipertahankan karena begitu manisnya 'tahta tsb' dan karena ada tujuan pribadi dibalik semua hal tsb.

Percayalah, apa yg dilakukan oleh Jonathan, kepahlawanan Jonathan itu tdk sederhana, bahkan bagi kami para hamba hamba Tuhan pun ini bukan perkara sederhana, dibutuhkan jiwa yg besar, dibutuhkan pribadi yg mengenal betul Allahnya dan tahu persis kemana Tuhan sedang bergerak, lalu hati yg rela utk berjalan mengikuti tujuan Tuhan tsb. 

Jonathan dgn rela menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.... sehingga, ketika ‎Daud maju berperang, Daud selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya‎... sebab pedang yg ditangan Daud itu berasal dari Jonathan, baju perang yg dipakai Daud itu berasal dari Jonathan, bahkan panahnya pun berasal dari panah Jonathan... mungkin bagi beberapa diantara kita, ada yg berhak atas pedang, panah bahkan baju perang milikmu sendiri, tapi mungkin saja Tuhan mau membesarkan namamu dgn menggunakan pedang, panah dan baju perang tsb, namun ditangan orang lain... jika engkau rela dan berjiwa besar, bahkan anak anakmu pun akan 'TETAP MAKAN SEHIDANGAN DGN RAJA SELAMA NYA SBG ANAK ANAK RAJA' spt yg terjadi bagi mefiboset anak Jonathan, sebab ketika Tuhan mengirimkan orang Gibeon menuntut hutang darah atas keluarga Saul kpd Daud, raja Daud merasa sayang dan tdk rela mengayunkan pedang yg berasal dari Jonathan utk membantai anak anak Jonathan, Mefiboset bin Jonathan menerima perkenanan raja sebab bapanya tahu tujuan Tuhan yg lebih besar dari dirinya sendiri!

Smile and be more faithful for Jesus.GBU.

dibuat pada : 2016-05-16 20:54:33

Senin, 16 Mei 2016

1 Samuel 17:31-33, 48-52 
 Saul: "..Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.
Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."
Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

Daud: "...Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;
lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron..." ‎

--> Setiap orang percaya, setiap anak Tuhan adalah pemimpin, kepala dan bukan ekor (Ulangan 28:13), namun pada kenyataannya, sedikit sekali dari anak anak Tuhan yg hidup menggenapi kebenaran Firman Tuhan ini, mengapa demikian? 

Perhatikan prinsip kebenaran ini, leader atau pemimpin hanya akan menjadi leader atau pemimpin ketika dia diikuti oleh orang lain... bukan karena posisi atau jabatannya adalah pemimpin! Jika engkau mendaki ke gunung dan tdk ada yg ikut dibelakangmu, engkau bukan leader, engkau hanya sedang 'hiking!' Jika engkau berjalan menuju satu arah dan tdk ada yg ikut dibelakangmu, engkau bukan leader, engkau hanya 'jalan jalan iseng!'

Saul adalah raja, pada saat peristiwa yg dicatat di 1 Samuel 17, dia tdk diikuti siapapun, semua lemah dan letih sekalipun ada 'raja atau ada pemimpin yg tdk memimpin disitu'. Daud sebaliknya bukan siapa siapa, dia rakyat jelata, tapi ketika dia melangkah atas nama Tuhan dan memenggal kepala Goliath, seluruh rakyat berlari dibelakang Daud.

Jika kita ingin menggenapi janji Firman Tuhan di Ulangan 28:13 (menjadi kepala dan bukan ekor..) engkau harus melangkah dlm nama Tuhan, melangkah menjalani kebenaran Tuhan, sehingga barulah orang lain akan berjalan dibelakangmu karena melihat engkau mengikuti Tuhan! Dlm rumah tanggamu, kalau semua letih lesu dan kacau, adakah leader disana yg melangkah searah tujuan Tuhan? 

Renungkan kebenaran ini, engkau hanya akan melihat pemulihan setelah engkau berani melangkah melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar banyak tahu tentang Firman Tuhan! Jadilah spt Daud, tahu sedikit, punya sedikit, tapi melangkah dan bergerak maju, dari pada spt Saul, punya banyak, tahu banyak, tapi duduk diam menunggu orang lain melangkah duluan...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-15 19:24:47

Kamis, 12 Mei 2016

‎1 Samuel 16:6-7 "...Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." 
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 

Ketika Tuhan memerintahkan Samuel utk mengurapi pengganti Saul, yaitu seorang dari anak Isai, yg tampil pertama adalah Eliab, namun bukan Eliab yg dipilih Tuhan. Inilah pelajaran yg perlu kita perhatikan hari ini:

1. Sekalipun bukan yg pertama tama, sekalipun bukan yg terdahulu maju, sekalipun bukan yg paling menonjol, bahkan sekalipun engkau tdk diperhitungkan, pola Allah berbeda dgn pola dunia. Pola dunia politik mengenal yg namanya 'curi start', tapi itu tdk berlaku dihadapan Tuhan. Bukankah Alkitab berkata : "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Mat: 19:30). Dlm pola engkau bekerja, berprestasi, berusaha, semua akan berduyun duyun mulai duluan, masuk duluan ke pasar, sebab mau mencuri start, mungkin benar dalam beberapa hal, namun jika perkenanan Tuhan yg turun atasmu, sekalipun engkau bukan yg duluan, bukan yg pertama tama, tapi mata TUHAN akan tertarik dan tertuju kpd orang orang yg berkenan dihadapan-Nya. Bagaimana saya bisa menarik perkenanan Tuhan? Inilah pelajaran kedua yg sangat penting:

2. Tuhan melihat hati bukan bungkusnya!‎
Ayat 7: "...Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
‎Jika kita jujur dan berani menilik hati kita sendiri, kira kira apa yg akan kita temukan didlmnya? Kebusukan kah? Ke iri hatian kah? Kebencian kah? Atau hati yg lembut dan rendah hati? Jgn anggap sepele, sebab jeroan mu, isi hatimu menentukan destiny hidup mu!

Keep on smiling, and, off course, be more faithful, ...
For Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-11 20:00:33

Rabu, 11 Mei 2016

‎1 Samuel 15:1-3, 9 "Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN. 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. 
Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." 
Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan‎‎ yg tdk berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka...." ‎

Coba renungkan kembali apa yg baru saja kita baca, hari ini kita akan belajar tentang betapa manis-nya dosa, betapa nikmat-nya utk tetap dipegang erat erat.

Saul mengerti perintah yg Tuhan nyatakan kpd dia melalui Samuel, yaitu: ‎
"...‎Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." ‎
Namun yg Saul lakukan adalah: ‎
"...Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan‎‎ yg tdk berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka...." ‎

Mudah utk meninggalkan dosa yg menjemukan, yg tdk menarik, atau yg merugikan, tapi tdk mudah utk meninggalkan dosa yg memberi rasa nyaman dan menyenangkan daging, masalahnya, sebagian besar dosa atau hampir seluruhnya itu adalah menyenangkan dan memberi rasa nyaman kpd daging. Ada seorang pria yg hidup didlm dosa perselingkuhan, sekian tahun dipertahankan, satu ketika wanita selingkuhan-nya itu mengalami kecelakaan kendaraan, kakinya patah satu, wajahnya berantakan, hidupnya miring, rahang mulutnya bergeser, tapi nyawanya selamat,... sang pria setelah wanita selingkuhan-nya tsb pulih, memilih utk bertobat dgn alasan, dia tdk bisa lagi terus berbuat dosa dan hidup didlm perselingkuhan,... itu munafik namanya!!!, dosa yg tdk lagi manis itu mudah dimuntahkan!‎

Coba lihat sekali lagi, yg ditumpas Saul adalah 'YG TDK BERHARGA & YG BURUK!!! TETAPI YG BAIK, YG TAMBUN DAN YG BERHARGA DI SIMPAN OLEH SAUL!!!' Itulah dosa! 

Masing masing kita jika kita jujur, Roh Kudus pasti akan memberitahu kita apa apa saja yg Dia mau kita tinggalkan, kebiasaan apa saja yg harus kita lepaskan, yaitu yg manis, yg nyaman, yg menyenangkan... beranikah engkau lepaskan dan korbankan sbg korban dikaki Tuhan?.... Jgn ulangi kebodohan Saul, tinggalkan dosa...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-10 20:08:00

Selasa, 10 Mei 2016

1 Samuel 14:47-48 "...Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia ke segala penjuru melawan segala musuhnya: melawan Moab, bani Amon, Edom, raja-raja negeri Zoba dan orang Filistin. Dan ke mana pun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan. 
Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, memukul kalah orang Amalek, dan melepaskan Israel dari tangan orang-orang yang merampasi mereka."

‎Saya menemukan betapa pentingnya utk semua anak anak Tuhan memperhatikan kebenaran ini : 'talenta, pengurapan, atau karunia karunia, tdk sama dgn kharakter!' Seseorang bisa saja sangat sangat diurapi dan mendapatkan karunia karunia hebat yg luar biasa, namun jika kharakternya tdk bertumbuh, hal itu hanya spt bom waktu yg sekali kali akan meledak dan menghancurkan dirinya sendiri dan menyakiti juga orang orang disekitarnya. 

Coba renungkan kembali ayat ayat diatas, setelah Saul diurapi menjadi raja atas Israel, pengurapan tsb diikuti dgn karunia karunia hebat yg membuat Saul menjadi pahlawan yg gagah perkasa dan selalu menang, pertumbuhan karunia akibat pengurapan-nya tdk berjalan seimbang dgn pertumbuhan kharakternya. Saul tetap kerdil dan tdk menjadi dewasa dlm pertumbuhan kharakter-nya. Sampai pada satu ketika, saat pengurapan tsb sudah terlalu berat bagi kharakternya utk menopang dia, Saul terjungkal dan jatuh. Kharakter itu spt fondasi, yg dibangun kebawah, tdk terlihat tapi terasa, kharakter berguna utk menopang karunia karunia hebat yg terlihat, semakin terlihat atau semakin tinggi karunia karunia atau bangunan diatas fondasi tsb, semakin dalam dan kokoh fondasinya seharusnya, sebab jika tdk, satu saat, ketika terjadi gempa atau goncangan kecil saja, bangunan itu akan roboh dan hancur berantakan.

Pesan Tuhan pagi ini, jgn bangga akan apa yg kelihatan, focus kpd yg tdk terlihat, Saul hebat, selalu menang, itu karena dia diurapi Tuhan, bukan karena dia bayar harga. Kapan terakhir kali saudara menengok kondisi kharaktermu? Apakah rapuh dan mulai membusuk? Jika demikian, engkau perlu Tuhan dan orang lain utk terus menerus menegurmu utk merenovasi kharaktermu.

Smile and be more faithful, for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-09 19:36:13

Senin, 9 Mei 2016

1 Samuel 14:24-29, 31-33
"Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorang pun dari rakyat yang memakan sesuatu. 
Dan seluruh orang itu sampailah ke suatu hutan dan di sana ada madu di tanah. 
Ketika rakyat sampai ke hutan itu, tampaklah ada di sana madu meleleh, tetapi tidak ada seorang pun yang mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, sebab rakyat takut kepada sumpah itu.
Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi. 
Dan seorang dari rakyat berbicara, katanya: "Ayahmu telah menyuruh rakyat bersumpah dengan bersungguh-sungguh, katanya: Terkutuklah orang yang memakan sesuatu pada hari ini; sebab itu rakyat letih lesu."

--> Lebih lanjut kita melihat dan belajar dari buah kesombongan dan ketidak taatan yg dipelihara oleh Saul. Jika kita adalah seorang pemimpin yg 'angkuh dan tidak ada ketaatan', kita akan mendatangkan malapetaka besar atas diri sendiri dan juga orang lain. Berita baiknya adalah, setiap kita adalah 'seorang pemimpin', baik itu di gereja, dimasyarakat kecil, atau didlm keluarga, atau dikelompok kelompok kecil, jadi setiap kita ada ditempat yg sangat rawan utk sombong dan tdk taat!

Saul yg memelihara keangkuhan dan ketidak taatan, kemudian melahirkan dosa lain, yaitu 'penyesatan!' Coba perhatikan lagi ayat ayat diatas, terutama ayat‎ 24: "...Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan ‎
Begitu mendengar bahwa Jonathan anaknya telah membuat bangsa Filistin takut dan jatuh mati 20 orang dari bangsa Filistin ditangan Yonatan sendiri, tiba tiba Saul jadi 'pahlawan kesiangan', jadi 'sok jagoan' akhirnya keputusannya begitu bodoh dan ngawur, sekalipun seakan akan menggunakan ‎embel embel rohani, yaitu 'puasa!', namun perhatikan motivasinya: "...sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." ‎ Semua yg dilakukan oleh orang sombong adalah berpusat kpd 'aku!!!' dendamku, musuhku, utk kemuliaanku!.

Akibatnya, bangsa itu, rakyat yg dipimpinnya, bukan saja lelah‎, namun juga berdosa melanggar perintah Tuhan yg disampaikan melalui Musa, karena lelah dan lapar namun dipaksa berperang. Coba perhatikan:

Ayat 31-33‎
Lalu kata Yonatan: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini.
Dan pada hari itu mereka memukul kalah orang Filistin dari Mikhmas sampai ke Ayalon. Rakyat sudah sangat letih lesu,
sebab itu rakyat menyambar jarahan; mereka mengambil kambing domba, lembu dan anak lembu, menyembelihnya begitu saja di atas tanah, dan memakannya dengan darahnya.
Lalu diberitahukanlah kepada Saul, demikian: "Lihat, rakyat berdosa terhadap TUHAN dengan memakannya dengan darahnya." 

Sekali lagi, pesan Tuhan pagi ini utk saya dan setiap kita, 'jgn pelihara hati yg sombong!, hiduplah dlm ketaatan!' supaya kita tdk menjadi penyesat penyesat.

Greetings from Pontianak, 
Smile and be more faithful, for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-08 19:37:38

Jumat, 6 Mei 2016

1 Samuel 13:3-4 "Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." 
Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal..."

Sebelum Saul jatuh didlm keadaan terdesak di Gilgal yg membuatnya melanggar perintah yg Samuel katakan kpd-nya, Saul terlebih dahulu jatuh didlm dosa 'KESOMBONGAN '!

Coba perhatikan kembali ayat tadi: 
Yonatan-lah yg memukul kalah pasukan penduduk orang Filistin,... namun Saul-lah yg menyuruh meniup sangkakala 'suruh buat hiruk pikuk, gembar gembor' supaya orang orang Ibrani mendengarnya!' bukan agar orang Filistin dengar dan jadi takut, tapi supaya orang Ibrani dengar dan jadi hormat kpd Saul.

Dptkah saudara melihat nafas kesombongan itu? Kesombongan selalu menuju kepada kehancuran... kesombongan selalu mendahului malapetaka. Saul sudah menjadi raja, sudah terkenal dan sudah dihormati, namun didlm dasar hatinya dia terlalu haus akan kehormatan... Saul ingin disanjung lebih lagi, ingin semua Israel tahu bahwa dia hebat dan perkasa, bunyi bunyian sangkakala yg ditiupkan dikhususkan utk memuja Saul, bukan memuja Allah Israel. Itulah yg disebut angkuh, kesombongan!

Pagi ini saya diingatkan Tuhan utk rendah hati dan mengembalikan hormat seluruhnya kpd Tuhan, sebab semua dari Dia, oleh Dia, dan utk kemuliaan TUHAN sendiri semua boleh ada.

Keep on smiling... sudahkah engkau bersyukur kpd Tuhan pagi ini? 

Greetings from Pontianak, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-05 21:25:27

Rabu, 4 Mei 2016

‎1 Samuel 12:1-5
"...Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu.
Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. 
Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." 
Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapa pun."
Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nya pun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi."

Ayat ayat diatas melukiskan kata kata perpisahan antara Samuel hamba Tuhan yg setia dan jujur itu dgn bangsa Israel, bangsa yg dipimpinnya sejak masa mudanya.

Ada begitu banyak pemimpin yg sukses dan luar biasa di dunia sejak jaman sejarah sampai hari ini, namun sangat sangat sedikit orang orang yg telah mengakhiri hidup dan pelayanannya dgn yg pantas disebut 'FINISHING WELL', Samuel adalah salah satunya dari yg sangat sedikit itu.

Coba kita belajar dari kepemimpinan Samuel, bagaimana dia bisa 'FINISHING WELL':

1.  ‎"... Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya, aku akan mengembalikannya kepadamu." ‎
--> Beranikah kita berkata, tolong koreksi saya... ajari saya jika saya salah... berikan kesaksian tentang tingkah laku, perkataan, dan perangai saya... itulah hati yg teachable! Engkau tdk akan mencapai 'finishing well' jika hatimu‎ keras dan degil, tdk mau diajar, tdk bersedia menerima teguran dan masukan. Adakah hatimu spt Samuel yg berani berkata: 'Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan manusia...'‎ atau engkau selalu benar? Ada orang orang yg saya temukan, dlm area area tertentu (mungkin berbeda dari satu orang ke orang lain), mereka sama sekali tdk mau diajar, bagi saya, saya akan kebaskan jubah dan move on utk menangani kebutuhan dan keperluan yg lain, sebab orang spt itu sama sekali tdk mau diusik dlm area tsb yg dia anggap 100% dia benar, itu artinya tdk memiliki hati yg teachable.


2. "...Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? ‎
--> Keberhasilan dan uang spt dua sisi mata coin... dua duanya berjalan bersamaan. Tdk salah menerima uang dan kebaikan Tuhan dan orang lain, tapi hati nuranimu, kalau engkau mau jujur mendengarkannya, akan bersaksi bahwa engkau 'jujur atau rakus!'‎ perkataan perkataan kita, seberapa banyak kita membuat pernyataan yg meminta minta dan mengasihi diri sendiri, seakan akan kita seorang pengemis, terutama jika saudara menyebut dirimu 'hamba Tuhan ', perlukah saudara mengemis? Tdkkah engkau percaya Tuhan mu sanggup mencukupkan kebutuhanmu? (bukan keinginanmu!). Jika sampai kekurangan, coba periksa, apa yg salah? Atau mungkin Tuhan sekedar sedang membawa kita kepada pembelajaran utk percaya dan hidup benar...


3. "...‎Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." ‎
--> Sbg hamba Tuhan, kita bisa terjebak dgn kemunafikan dan tampil 'dua muka!' kpd orang yg memberi kpd kita, perkataan kita manis dan ramah, kpd yg tdk memberi apa apa, kita bisa kasar dan nyelekit!, itu sama saja dgn menerima suap!!!

Rindukah saudara mencapai garis akhir dgn '‎FINISHING WELL!!!'? 
Mulailah belajar dari hidup Samuel,...

Smile and be more faithful for Jesus loves you.

dibuat pada : 2016-05-03 21:03:39

Selasa, 3 Mei 2016

‎1 Samuel 11:1-7 "...Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: "Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu."
Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: "Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku mendatangkan malu kepada segenap orang Israel." 
Para tua-tua Yabesh berkata kepadanya: "Berilah kelonggaran kepada kami tujuh hari lamanya, supaya kami mengirim utusan ke seluruh daerah Israel; dan jika tidak ada seorang pun yang menyelamatkan kami, maka kami akan keluar menyerahkan diri kepadamu." 
Ketika para utusan itu sampai di Gibea-Saul, dan menyampaikan hal itu kepada bangsa itu, menangislah bangsa itu dengan suara nyaring.
Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang lembunya, dan ia bertanya: "Ada apa dengan orang-orang itu, sehingga mereka menangis?" Mereka menceritakan kepadanya kabar orang-orang Yabesh itu.
Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.
Diambilnyalah sepasang lembu, dipotong-potongnya, lalu potongan-potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel dengan perantaraan utusan, pesannya: "Siapa yang tidak maju mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan juga demikian." Lalu TUHAN mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak..."‎

Perhatikan ayat 6 dan ayat 7, saya berdoa biar kebenaran ini akan membuka mata Rohani kita mulai saat ini.

Ayat 6: "...‎maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat..."

Ayat 7: "‎...Lalu TUHAN mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak..."‎


‎Apakah saudara melihat itu? Bagaimana mungkin Roh Allah berkuasa atas seseorang, lalu dia menjadi marah? Bukankah amarah itu yg kita kenal selama ini adalah berasal dari iblis? Bagaimana juga dgn 'ketakutan'? Bagaimana mungkin TUHAN mendatangkan ketakutan?

Bahasa Indonesia menterjemahkan baik 'anger‎' maupun 'anguish' dgn kata yg sama, 'amarah' sebenarnya ada perbedaan mendalam antara keduanya. Bedanya adalah utk tujuan apa? Utk kepentingan siapa? Atas dasar apa engkau marah, disitulah bedanya. Bukankah Musa juga marah sampai melemparkan 2 loh batu yg ditulis jari Tuhan sendiri demi utk menghancurkan anak lembu tuangan yg disembah sembah Israel dibawah kaki gunung Sinai? Bukankah Yesus juga begitu marah dan membalikan meja meja penukar uang yg berdagang di bait Allah? Bukankah kitab Amsal mengajarkan kita utk menggunakan rotan utk mendidik anak anak kita bila perlu? Utk tujuan apa dan bagi kepentingan siapa mereka marah?
Tapi yg terjadi seringkali, kita marah bukan karena dikuasai Roh TUHAN, melainkan roh rakus dan roh tersinggung, benarkah itu?

Rasa takut sering kali Tuhan sengaja berikan agar kita sadar bahwa kita perlu Tuhan, siapa dan apa yg kita cari waktu kita takut itu penting. Jadi bukan masalah takutnya yg penting, tapi respon kita ketika kita takut, itulah yg penting. Pastikan tujuan dan langkahmu menuju kpd Kristus sendiri!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-02 20:05:32

Senin, 2 Mei 2016

1 Samuel 10:1, 9 "Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: 
Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.‎.."

‎Sesuatu pelajaran yg sangat menarik yg kita bisa belajar dari hidup Saul:
1. Saul menerima pengurapan luar biasa dari Tuhan melalui hambaNya Samuel.
2 Tuhan bahkan mengubah hati Saul menjadi baru.‎ Ayat 10 berkata: "Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain.‎.." The Message Bible berkata: 'Tuhan membuat Saul menjadi manusia baru...' King James menjelaskan 'Tuhan memberikan Saul hati yg baru'.
3. Saul bahkan menerima pengurapan nabi dan berkata kata spt salah seorang nabi nabi...

Jika demikian, bagaimana mungkin Saul bisa bertumbuh melenceng begitu jauh dari pengurapan yg telah dia terima? Pada saat Saul telah menjadi raja atas Israel dan menjadi kuat, bagaimana mungkin Saul yg begitu diurapi Tuhan bisa menjadi seteru atau lawan Tuhan? 

Perhatikan prinsip kebenaran ini: 
1. 'Pengurapan atau karunia tdk sama dgn kharakter'‎
--> Jika kharakter saudara dan saya tdk bertumbuh sejajar dgn pengurapan yg Tuhan berikan, maka satu kali, bahkan karunia dan pengurapanmu akan menjadi batu sandungan bagi dirimu sendiri, renungkan hal ini...

2. 'Kekayaan atau keberhasilan tdk mengubah kharakter seseorang, tapi hanya mengungkapkan kharakter yg ada sejak lama'
--> Banyak orang berkata: 'memang kekayaan atau keberhasilan bisa merubah sifat atau kharakter orang, dulu baik setelah kaya jadi sombong,.. dulu semangat dan rendah hati, setelah berhasil jadi angkuh...' Saya temukan itu sama sekali tdk benar! Keberhasilan dan kekayaan tdk merubah sifat atau kharakter seseorang, namun sekedar mengungkapkan yg selama ini tdk terlihat! Seperti emas palsu yg diangkat keatas dan disinari sinar yg terang, kemilaunya akan lama kelamaan pudar, bukan karena emas murni yg berubah menjadi palsu.

Lalu apa yg bisa kita petik dari pelajaran ini? Pastikan kharakter kita bertumbuh sejajar dgn pengurapan yg Tuhan berikan. Ada pendapat yg berkata: 'seorang yg makin bertambah usia, kharakternya semakin matang, dia semakin dewasa..' sama sekali tdk benar... usia tdk selalu berjalan bersama sama dgn kematangan dan pertumbuhan kharakter, kadang usia jalan sendirian... berapa umurmu tdk membuktikan engkau semakin matang, berapa lama engkau keluar masuk gereja dan menjadi anak anak Tuhan juga tdk menjadi jaminan engkau semakin matang...

Pengurapan atau karunia adalah urusan Tuhan,... dikerjakan langsung oleh TUHAN sendiri... (ingat bagaimana Tuhan memberi Saul hati yg baru... menjadikan Saul manusia baru...) itu semua pekerjaan Tuhan, kita tdk ada jasa apa apa dlm hal tsb.

Pertumbuhan kharakter itu dimulai dari 'SAYA!!!' ‎Saya harus rela utk berubah dan dibentuk, bahan bakunya adalah 'rendah hati dan lemah lembut!' Itulah teachable spirit!

Adakah engkau memiliki hati yg teachable? Semakin dipakai dan diberkati Tuhan, pastikan kita semakin teachable!

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-05-01 21:18:54

Jumat, 29 April 2016

1 Samuel 9:5-8 "Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: "Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai kita."‎
Tetapi orang ini berkata kepadanya: "Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah, seorang yang terhormat; segala yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kita pergi ke sana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini." 
Jawab Saul kepada bujangnya itu: "Tetapi kalau kita pergi, apakah yang kita bawa kepada orang itu? Sebab roti di kantong kita telah habis, dan tidak ada pemberian untuk dibawa kepada abdi Allah itu. Apakah yang ada pada kita?" 
Jawab bujang itu pula kepada Saul: "Masih ada padaku seperempat syikal perak; itu dapat aku berikan kepada abdi Allah itu, maka ia akan memberitahukan kepada kita tentang perjalanan kita."

‎Ketika Tuhan hendak memakai hidup seseorang atau memberkati seseorang, Dia bisa lakukan apa saja utk membuat 'perjumpaan Illahi' itu terlaksana. Dlm kisah diatas, kita melihat dgn jelas, Saul hampir hampir tdk mendapatkan kesempatan utk mengalami 'perjumpaan Illahi' seandainya saja tdk ada suara bujang-nya yg berkata: 'TUNGGU!!!'

Penantian yg akhirnya membuahkan pengurapan Saul menjadi raja atas Israel bermula dari kata itu: 'tunggu'. Inilah yg disebut menanti nantikan Tuhan. ‎Yesaya berkata: "... Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!" (Yesaya 30:18)

Ternyata bukan hanya kita yg menanti nantikan Tuhan, Tuhanpun menanti nantikan waktu-Nya, Kairos-Nya utk menyayangi kita. Disinilah kunci kharakter terbangun, ter-rajut menjadi gambar yg indah didlm kita, utk menjadi semakin serupa dgn Dia, belajar kesabaran dan hikmat melalui 'penantian akan Tuhan'! Saul perlu belajar akan hal ini, bujangnya dipakai Tuhan utk mengajarkan hal tsb, sebab sekarang kita semua tahu, satu kali nanti, Saul terjegal dan ditolak hanya karena Saul gagal utk terus belajar 'menantikan waktunya Tuhan. ' Ketika Samuel berkata, 'tunggu sampai aku datang,' Saul tdk sabar dan bergerak diluar waktunya Tuhan. 

Adakah engkau mau bertumbuh dlm kharaktermu? Belajar satu kata ini: 'WAIT!!! atau TUNGGU!!!‎' Anak anak kecil biasanya sulit utk belajar kata ini, itu sebabnya harus dilatih dan dipukul jika perlu utk belajar arti kata 'tunggu', sebab jika tdk demikian, setelah dewasa, dia tdk mau menunggu, ketika mau uang, dia ingin cepat kaya... dgn cara apapun. Ketika suka dgn seorang wanita atau pria, dia tdk mau menunggu, tdk perduli Norma Norma kebenaran, sekalipun sudah punya istri atau istri orang!... demi posisi yg bukan atau belum jatahnya, demi warisan yg belum jatuh tempo,..banyak orang saling menggugat, bahkan membunuh, kharakter dan gambar Tuhan hancur karena kita gagal memahami makna satu kata ini: WAIT!!! atau TUNGGU!!!‎'‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-04-28 19:18:54

Kamis, 28 April 2016

1 Samuel 8:4-5 "Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama d‎an berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." ‎

Saya hampir tdk pernah memperhatikan ayat ayat ini sebelumnya, pagi ini saya diarahkan utk melihat apa syarat syarat yg harus Israel berikan kpd raja mereka yg Tuhan sendiri sampaikan utk mereka taati.‎ Tuhan itu sesungguhnya Allah juga Raja bagi setiap kita. Allah artinya Dia berdaulat penuh, dan Raja artinya Dia berhak dan memerintah hidup kita. 
Yeremia 10:10 "Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. "‎

Ada 3 perkara yg harus kita serahkan yg menjadi hak Raja, coba lihat sekali lagi ayat ayat selanjutnya:

1. Anak anak kita, satu keluarga harus hidup melayani sang Raja...‎
1 Samuel 8:11-13 "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya; i‎a akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka. A‎nak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan..." ‎

2. Hasil yg terbaik dari hidupmu adalah milik Rajamu...
‎1 Samuel 8:14 "...Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya..."

3. Sepersepuluh dari pendapatanmu adalah milik Rajamu...
‎1 Samuel 8:15, 17 "...dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya...."‎

Adakah Kristus menjadi Rajamu? Jika Dia Raja, adakah ketiga hal tadi engkau serahkan dgn rela dan sukacita kpd Nya?

Greetings from Medan,‎
Smile and be more Faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-04-27 19:33:46