Morning Dew

Senin 08 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 3:7-11 "...Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 
di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 
Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 
sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 

‎Apa sesungguhnya yang dikerjakan oleh nenek moyang bangsa Israel di padang gurun selama empat puluh tahun? Apa yang mereka lakukan sehingga mendatangkan murka Tuhan sedemikian rupa, sampai sampai Tuhan bersumpah didlm murka-Nya bahwa mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian Tuhan? 

Saudaraku, ini bukan perkara sederhana, ini bukan masalah ringan utk kita teliti dan perhatikan, tapi ini menunjuk kepada ‎keselamatan kita pada akhirnya. Jangan pernah anggap sepele kebenaran ini... Coba perhatikan apa sebenarnya yang dikerjakan oleh nenek moyang bangsa Israel sehingga mendatangkan murka Tuhan sedemikian rupa?
Bangsa itu melihat dan mengecap semua mujizat dan kebaikan Tuhan, tidak mungkin mereka salah menangkap dari mana asal usul semua berkat-berkat dan pemeliharaan yang mereka nikmati, tapi berkali kali juga mereka bukan hanya tidak percaya, bahkan mereka menantang kedaulatan Tuhan...

Disatu pihak mereka menikmati semua kebaikan dan pemeliharaan Tuhan, namun di pihak lain mereka terus menerus melawan Tuhan dgn cara mengabaikan Firman-Nya. Inilah yang mendatangkan dosa atas mereka.

Berapa sering kita anak-anak Tuhan yang sudah mengenal TUHAN, menikmati kebaikan Tuhan, tapi terus menerus hidup didlm perkara perkara yang mendukakan Roh Kudus... kita terus menikmati dosa dan berbuat semau kita sendiri. 

Dosa memang terkesan nikmat ketika dicicipi, tapi tahukan saudara gambaran dosa yang sebenarnya? Betapa menakutkan dan mengerikannya wajah dosa itu... 2 Korintus 5:21 melukiskan wajah dosa demikian: "...Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,..." 
 
Dosa itu diseret, disesah oleh cambuk yang bermata kail, sehingga setiap cambukan, ada daging yang tercabut, terkoyak... Dosa menancap di kepala dengan duri-duri panjang yang tajam... syaraf-syaraf dikepala menjerit karena menahan rasa sakit yang tidak tertahankan... Dosa membuat manusia tertancap dan terpaku tidak berdaya, dosa mengeliat geliat diatas kayu salib seperti ikan yang hidup-hidup digoreng... manusia tidak mampu memandang dosa... begitu mengerikan dan sangat menusuk hati... semua manusia menutup muka ketika melihat dosa menjerit, merintih kesakitan...‎ dosa bahkan ditinggalkan oleh Bapa di Surga...

Masihkah kita mau tetap hidup di dalam dosa seperti nenek moyang bangsa Israel? Relakah kita menyalibkan Kristus untuk kedua atau kesekian kalinya karena dosa dosa kita yang terus menerus kita pertahankan?...

Memasuki tahun yang baru ini, mari tinggalkan hidup dan gaya hidup yang lama... terima pengampunan dari Salib Kristus dan tinggalkan dosa...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-08 03:44:58

Jumat 05 Januari 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ibrani 1:1-3 "...Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,..."

‎Banyak ketidak pastian dirasakan oleh para pengusaha yang saya ajak bicara di awal tahun 2018 ini... banyak keragu raguan bahkan rasa takut yang mereka alami... Apalagi jika kita berbicara tentang masa depan, hari esok, siapakah yang bisa menjamin semua itu?

Pagi ini penulis kitab Ibrani menegaskan satu rahasia kebenaran tentang hakekat Tuhan, coba perhatikan sekali lagi hakekat Tuhan Yesus yang kita sembah itu: ‎"...maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah‎ DAN MENOPANG SEGALA YANG ADA DENGAN FIRMAN-NYA YANG PENUH KEKUASAAN..."
---> Itulah hakekat Firman Tuhan yang adalah Tuhan sendiri!!!

Perhatikan juga perkataan Ayub tentang Tuhan yang pada waktu itu belum dia mengerti, namun nalarnya mengatakan ada sesuatu yang besar yang ada pada Tuhan : Ayub 26:7-8 "...Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan. 
Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek."

Ayub tidak mengerti, science atau ilmu pengetahuanpun tidak dapat memberi jawabnya, bagaimana bumi dan semua planet planet yang ada itu bisa tergantung di kekosongan... siapa yang menopang semua itu? Tidak ada alasnya, tidak ada tali penggantungnya, lalu apa yang menopang semua benda benda maha raksasa itu... kenapa tidak berjatuhan dan saling bertabrakan... Didalam ketidak mengertiannya, Ayub hanya dapat berkata 'Allah membentangkan semua itu didalam kekosongan...' kemudian Paulus didalam kitab Ibrani baru menjelaskan bahwa : ‎"TUHAN YESUS  MENOPANG SEGALA YANG ADA DENGAN FIRMAN-NYA YANG PENUH KEKUASAAN..."
‎---> Jika bumi dan semua planet yang ada saja bisa tetap ada sampai saat ini hanya karena ditopang oleh Firman Tuhan yang penuh kekuasaan, apakah perlu engkau takut dengan masa depanmu?... masihkah wajar kita khawatir tentang hari esok, tentang apa yang akan dipakai untuk dan bagaimana kita bisa membayar sekolah anak-anak, bagaimana masa depan anak-anak, bukankah Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup dan begitu berkuasa, yang bahkan mampu menopang bukan hanya hidupmu dan hidupku, bahkan seluruh bumi dan alam semesta ada di topangan Firman-Nya...

Seorang professor seminary dari Oklahoma sedang singgah di Tennessee dan sarapan disatu restaurant kecil, dimana disitu juga ada seorang pria tua berambut putih ‎yang sangat ramah dan mengunjungi setiap meja yang ada... ketika tiba dimeja sang professor, pria tua itu segera menyodorkan tangan dan karena melihat sang professor itu bukan dari Tennessee, maka mulailah sang pria tua bercerita tentang seorang anak kecil yang tinggal dibalik gunung tidak jauh dari restaurant dimana mereka sedang sarapan.

Dulu disana ada seorang anak laki laki kecil yang lahir diluar pernikahan dan selalu menjadi olok olokan teman temannya, anak itu sangat takut bertemu orang, sebab dia takut jika ditanya, 'who is your father.... siapakah bapak mu...?' bahkan pergi kegereja-pun anak itu selalu datang terlambat dan pulang paling duluan, sebab dia ingin menghindari percakapan dengan orang-orang lain... sampai satu ketika, saat dia sedang ada digereja dan begitu menikmati hadirat Tuhan, dia lupa bergegas keluar, sehingga waktu dia mau keluar, orang-orang lain sudah ada didepannya, terpaksa dia ikut antrian orang-orang yang akan keluar dan bersalaman dengan sang gembala.

Ketika tiba saatnya dia bersalaman dengan pak gembala, bapak gembala langsung bertanya kepada anak itu, 'hey anak muda, siapa bapa mu?...' anak itu tertunduk diam, lalu sang gembala berkata: 'oh saya tahu, wajahmu mirip bapakmu... kamu itu anak Tuhan, anak Bapa Surgawi!' Sejak saat itu, anak yatim yang minder itu tahu rahasia untuk menjawab pertanyaan yang paling dia takutkan, 'saya anak Tuhan, anak Bapa Surgawi...' Jika tanpa pengertian itu, anak itu tidak akan punya masa depan apa apa..

Dengan perkataan itu pria tua berambut putih itu pergi meninggalkan sang professor sendirian,... lalu sang professor memanggil waitress ‎dan bertanya, apakah waitress itu kenal siapa pria tua berambut putih tadi? Dengan tegas sang waitrss berkata, 'tentu... semua orang disini kenal siapa dia, dia adalah Ben Walker Hooper, mantan Gubernur Tennessee...

Masihkah engkau takut dan khawatir, jika engkau mengenal hakekat dan kharakter siapa Tuhan mu... siapa Bapamu... seorang anak yatim yang tidak punya masa depan saja bisa menjadi seorang Gubernur state of Tennessee, bumi dan semua planet bisa di topang-Nya, apalagi masa depan dan hidupmu... percaya dan berharaplah kepada Tuhan Bapamu...

Smile, it's Friday....

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-05 01:18:30

Kamis 04 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Filemon 1:8-16 "Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,
tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus  
— dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 
Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku —. 
Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan..."

Surat Paulus kepada Filemon yang hanya berisi 1 pasal, namun menjadi bagian penting dari seluruh 66 kitab-kitab di dalam Alkitab kita, sesungguhnya ber-isi-kan hanya tentang satu urusan kecil yaitu satu permohonan dari seorang Paulus yang menempatkan diri sebagai seorang sahabat kepada Filemon yang juga sahabat yang telah ditolong entah masalah apa oleh Paulus, sehingga sekarang Paulus memohon dengan sangat untuk Filemon mengampuni dan menerima kembali seorang bekas karyawannya yang bernama Onesimus yang pernah berbuat salah dimasa lalu terhadap Filemon.

Di dalam suratnya keoada Filemon, Paulus memohon dengan sangat kepada Filemon dan berkata agar Filemon menerima kembali Onesimus sebab dia berguna bagi Paulus (karena Paulus sudah tua dan sendirian di penjara, sehingga sebenarnya Onesimus dapat menjadi teman dan pelayan yang akan sangat meringankan tugas Paulus), namun juga berguna bagi Filemon.

---> Pertanyaan yang sangat mengganggu saya, jika Onesimus itu berguna sekarang bagi Filemon, mengapa Paulus harus memohon, bahkan menjamin Filemon bahwa jika sampai Onesimus berbuat curang kembali atau mencuri kembali, maka Paulus-lah yang akan menanggung?... kalau benar Onesimus itu berguna bagi Filemon, maka Paulus tidak perlu memohon apalagi menjamin Filemon tentang Onesimus... Ini perlu, sebab disinilah letak rahasi kebenaran Firman Tuhan yang hari ini kita mau sama sama belajar. Perhatikan kebenaran ini. Coba baca dan renungkan ayat ini: Matius 5:39 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu."
---> Perkataan Yesus di Matius 5:39 di atas sebenarnya mengajarkan ‎kepada kita gereja-Nya satu kebenaran yang dunia sama sekali tidak sependapat, yaitu: 'Berani untuk terluka atau dilukai 2 kali atau lebih...', itulah arti perkataan Yesus tentang 'jika ditampar pipi kananmu, berikan pipi kirimu juga...'

Dunia sama sekali tidak sejalan apalagi setuju dengan perkataan Yesus tadi, dunia akan menuduh kita bodoh... dunia akan mengajarkan kita menuntut balas atau minimal menjaga jarak... Dunia sama sekali tidak akan memberikan kesempatan kedua atau ketiga apalagi kesekian kalinya kepada orang yang telah sengaja berbuat dosa... 
Tapi Firman Tuhan di kitab Filemon mengajarkan satu kebenaran, yaitu setiap manusia rindu utk menerima kesempatan kedua dan kesempatan kesekian kalinya... setiap manusia termaksud kita sendiri, rindu untuk menerima pengampunan dan diterima kembali... Kita hanya akan mampu melakukannya apabila kita menanamkan di dalam hati dan pikiran kita sendiri bahwa 'SAYA RELA UTK DISAKITI 2 KALI...' Itulah sebabnya Paulus berkata kepada Filemon bahwa Onesimus berguna 'bagimu dan bagiku...' Sebab Filemon pun untuk disempurnakan lewat kehadiran Onesimus di dalam hidupnya...

Jika kita teringat akan saudara, anggota keluarga, atau teman teman yang pernah ‎menyakiti bahkan merugikan kita sendiri, inilah saatnya untuk kita belajar mengampuni dan menerima mereka kembali... sebab itu berguna bagimu dan bagiku...


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-04 00:41:13

Rabu 03 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :  Titus 2:1-3 "...Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: 
Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik"

Jika kita memperhatikan judul dari perikop di atas yang diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, judulnya adalah : kewajiban orang tua, pemuda dan ‎hamba. Nasehat Firman Tuhan ini sungguh benar dan mengandung nilai luhur yang sangat berguna.

Sesungguhnya nasehat ini berlaku bagi setiap rumah tangga - rumah tangga orang percaya, setiap keluarga perlu sungguh-sungguh memperhatikan kebenaran nasehat Firman Tuhan ini.
Sebelum ana‎k-anak atau pemuda menerima nasehat,... sebelum para pembantu di dalam satu rumah atau para karyawan di dalam satu usaha menerima satu nasehat, nasehat pertama turun kepundak para ayah, baru kemudian para ibu... atau kepada para orang tua.

Mudah uuntuk kita mengagumi satu hasil yang luar biasa, termaksud keberhasilan orang-orang hebat...‎ namun semua itu tidak datang tiba-tiba...  
Untuk membangun satu bangunan yang tinggi dan megah, satu pencakar langit, dimulai dari satu blue print yang jelas dan dapat dibaca dan dimengerti oleh para tukang bangunan, sesuatu yang bisa di 'visualised' atau jelas terlihat bukan sekedar bayang-bayang yang samar-samar...‎ Dalam hal yang sama, anak-anak di dalam rumah tangga membutuhkan satu contoh, satu teladan yang dapat ditiru, coba kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri kita sendiri:
- dimana orang tua kita? Apa yang telah kita kerjakan kepada mereka ketika mereka masih hidup? Adakah kita memperhatikan, menghormati dan mengasihi mereka? Anak-anakmu satu kali nanti akan memperlakukan dirimu sama seperti yang mereka lihat engkau telah kerjakan terhadap orang tua mu sendiri...

- para suami, sungguhkah engkau mengasihi istrimu? Berlaku jujur dan bijaksanakah kita terhadap istri kita? Anak-anakmu laki-laki akan memperlakukan istrinya seperti engkau memperlakukan ibu mereka... anak-anakmu perempuan akan diperlakukan oleh suami mereka seperti engkau memperlakukan ibu mereka...

- Seberapa jujur engkau terhadap uang yang Tuhan percayakan kepadamu? Adakah milik Tuhan yang engkau lahap sendiri? Adakah bagian orang lain yang Tuhan titipkan kepadamu, tapi engkau nikmati sendiri? Hamba-hambamu akan memperlakukan uangmu seperti engkau memperlakukan uang Tuhan Allahmu...

Kepada Titus anak rohaninya, Paulus berpesan, hiduplah dengan menjadi teladan... Dan teladan itu harus dimulai dari dalam rumah tangga terlebih dahulu... dimulai dari para orang tua di dalam rumah tangga.
Ditahun yang baru ini, mari kita sama-sama mulai untuk membangun satu blueprint, hiduplah seperti apa yang Firman Tuhan ajarkan, maka anak-anak kita akan berjalan mengikuti pola dan tingkah laku hidup kita...

Beranikah kita berkata: 'perubahan harus dimulai dari saya sendiri... bukan orang lain...'
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-03 02:09:31

Selasa 02 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Timotius 4:9-11, 16-17 "...Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 
karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 
Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 
Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku — kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka —,
tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa."

Ada waktu waktu di dalam hidup setiap pribadi anak-anak Tuhan dimana kita akan harus berjalan dan melewatinya seorang diri tanpa seorangpun mendampingi apalagi membantu-mu...

Semua tokoh tokoh iman di dalam Alkitab juga mengalami hal tersebut,
Yakub mengalami-nya di tepi sungai Yabok...
Elia mengalami-nya di Karmel dan di tepi sungai Kerit...
Abraham mengalami-nya di atas bukit Moria...
Yesus-pun mengalami-nya di bukit Golgota,...

Paulus juga mengalami-nya di dalam penjara. Coba imaginasikan apa yang dialami Paulus:
 "...Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 
karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku...
Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku...
Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku ...."

Justru di puncak pelayanannya, setelah Paulus mengabarkan Injil kemana-mana, setelah dia menolong begitu banyak orang, setelah Paulus menguatkan begitu banyak kaki yang lemah, tulang yang lesu, dan hati yang gentar dengan surat suratnya dan nasehat himat Illahi yang ada padanya, justru setelah semua itu, Paulus harus melewati the final curtain ALONE, SENDIRIAN... Paulus dlm keadaa tua dan sakit sakitan, kedinginan, dia membutuhkan jaket usangnya... sebenarnya dia juga membutuhkan seorang muda yang membantunya untuk berdiri, membantunya untuk membersihkan beberapa hal, dia butuh teman untuk sharing... tapi justru saat saat dimana dia paling membutuhkan semua itu, dia harus berjalan melewati process perjalanannya sendirian... Sesungguhnya, dia tidak sendiri sebab justru saat itulah, dalam keadaan yang sangat tenang dan sepi, Paulus bisa mendengar suara TUHAN yang ada begitu dekat dengan nya yang bercerita,... berbisik denhansangat lembut, sama seperti yang Yesus pernah alami...

Coba saudara bayangkan, salah satu jeritan kesakitan yang keluar dari atas kayu salib adalah bukan kesakitan dari tangan dan kaki yang berlubang paku, bukan dari kepala yang bercucuran darah karena tusukan duri yang tajam, tapi dari hati yang ditinggalkan: 'Eli... Eli... Lama saba‎khtani...' yang berarti: 'Bapaku... Bapaku... mengapa Engkau meninggalkan Aku...' Bagaimana mungkin Bapa Surgawi yang begitu sempurna, yang berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, tapi justru pada saat sangat dibutuhkan oleh Yesus, Yesus sendiri berkata 'mengapa Engkau meninggalkan Aku...'? Entah apa yang terjadi saat itu, ketika Yesus memandang ke Surga, Dia melihat Bapa memalingkan muka-Nya terhadap Yesus, sebab Bapa mengalami konflik yang sangat berat, disatu pihak Dia tahu bahwa semua itu harus terjadi, tapi dipihak lain, Dia begitu mengasihi Anak-Nya yang tunggal itu, yang saat itu sedang bergeliat geliat kesakitan... tapi Bapa memilih tetap ada disitu bersama sama dengan Yesus, sehingga Dia harus memalingkan muka-Nya karena menahan begitu beratnya hati yang harus memilih... Dia pilih utk tetap ada disana...

Tahukah saudara, ketika engkau melewati masa masa yang harus berjalan sendirian, Tuhan Allahmu memilih untuk tidak meninggalkan-mu... Dia memilih untuk tetap ada disana, sekalipun engkau tetap harus berjalan melewatinya sendirian, Tuhan tetap ada disana, itulah salah satu julukan atau nama TUHAN yang saudara perlu ingat baik baik.

Salah satu nama-Nya adalah Jehovah Shammah, yang artinya: 'Tuhan ada disana...' Itulah nama yang Tuhan yang saya rindu titipkan bagi setiap saudara untuk menghidupi tahun 2018 ini...


Jehovah Shammah adalah bagianmu.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-02 02:39:05

Senin 01 Januari 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:
2 Timotius 3:15-16 "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran..."

Happy new year 2018...
Tahun yang baru adalah saat yang tepat untuk membuat satu "New Year Resolution", sudahkah saudara memiliki satu resolusi baru untuk hidupmu ditahun baru ini?

Beberapa orang berkata, resolusi saya ditahun 2018 ini adalah :
- saya mau turun 15 kg berat badan saya...
Ada juga yang berkata: 
- saya akan berhenti merokok...
Atau yang lain berkata:
- saya akan belajar bahasa Mandarin tahun ini...

Semua ini mungkin saja tidak salah, tapi coba saya usulkan satu resolusi tahun baru ini, yang mana hal ini akan menjadi satu senjata pamungkas untuk memahami arti dan tujuan hidupmu, memampukanmu untuk mendeteksi rencana dan siasat iblis atau musuh musuh... dan merubah kharaktermu sekaligus. Semua hal itu engkau akan terima dengan sekedar melakukan satu kebiasaan baru ini, dan ini harus menjadi New Year Resolution bagi kita masing-masing, yaitu:

BERTEKUNLAH MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN TIAP TIAP HARI!!!

Sesederhana itu. para ahli pendeteksi uang palsu atau counterfeiting itu dilatih selama lebih dari 6 bulan, dan tiap tiap hari, mereka hanya meraba, mencium, memperhatikan, meneliti uang uang Dollar yang asli. Mereka memperhatikan warnanya, bentuk gambar gambarnya, baunya, merasakan sentuhannya dijari jari mereka, itulah kerja mereka selama 6 bulan lebih, hanya itu, hanya tekun memperhatikan, merasa, mencium, mungkin menjilat yang asli....

Setelah lewat 6 bulan, mereka berdiri dihadapan satu conveyor atau belt yang berjalan dimana ada uang uang Dollar yang lewat didepan mereka... beberapa lembar dari Dollar Dollar tersebut sengaja dicampurkan dengan Dollar yang palsu... tapi lebih dari 98%, mereka berhasil mencurigai yang palsu...
Yang ini,... kok warnanya agak aneh...
Yang ini,... gambarnya kurang sreg di mata...
Oh kalau yang ini,... kok dirabanya agak janggal...

Semua itu mereka dapat kerjakan hanya karena mereka bertekun dan tiap tiap hari memperhatikan yang asli, sehingga ketika yang palsu lewat, panca indra mereka sudah terlatih menolak yang palsu.

Jangan kira penyesatan akan datang dari mesjid mesjid atau dari wihara atau kuil kuil Hindu... penyesatan akan datang dari atas mimbar gereja, lewat para hamba-hamba Tuhan yang luar biasa... mampukah saudara sebagai jemaat Tuhan mendeteksi ketika engkau mendengar suara dari mimbar yang sebenarnya bukan suara Tuhan? Bagaimana mungkin saudara mampu jika engkau sendiri tidak mengenal suara Allahmu yang sesungguhnya...

Sebagai gembala sidang, saya sangat merindukan dan berdoa sungguh-sungguh agar saudara semua tanpa terkecuali, mampu tanpa diarahkan oleh gembala, untuk mendeteksi suara gembala Agung kita yaitu Yesus Kristus sendiri. Semua itu hanya akan engkau dapatkan jika engkau punya waktu waktu khusus menyelidiki Firman Tuhan yang benar!

Luangkan waktu untuk melihat dan enjoy cuplikan video di satu farm di‎ Fjeld Gard, Herestua, Norwegia ini... Kenalkah engkau suara Gembala-mu?

Happy new year 2018
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-01 07:37:17

Jumat 29 Desember 2017

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
2 Timotius 2:11-13 "...Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; 
jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; 
jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." 

Satu hakekat dari kepribadian Allah kita yang tidak dapat disangkali, bahkan Tuhan sendiri tidak dapat menyangkali kebenaran ini, yaitu Dia Allah yang setia!‎ Sedemikian rupa sampai Dia sendiri mengambil nama untuk sebutan bagi diri-Nya sebagai "Yang Setia dan Yang Benar" (Wahyu 19:11) itulah salah satu Nama Allah kita, sebab kharakter kesetiaan tidak dapat dipisahkan dari diri-Nya. 

Jika kita pada saat saat terakhir di tahun 2017 ini melihat kebelakang, ada begitu banyak kesempatan yang saya pribadi alami, dimana seakan akan saya menghadapi jalan buntu dan tidak ada pertolongan dari manapun... Teman dan sahabat sekalipun tidak dapat menolong ketika kita sedang benar-benar menghadapi jalan buntu, tapi lewat semua ini, sepanjang tahun 2017, bukankah kita semua sudah melihat sidik jadi Allah ada disetiap bagian dari hidup kita? Ketika tidak ada jalan keluar dan seakan hidup kita akan hancur berantakan, Tuhan buka jalan... Dan saya alami itu berkali kali, sehingga tidak mungkin saya dapat secara jujur berkata "TUHAN sudah meninggalkan perbuatan tangan-Nya" sebab tidak pernah terjadi demikian, Dia Allah yang setia...‎ Dan Dia tidak dapat menyangkal kebenaran ini!

Mungkin saja kita ‎mengalami kegagalan dalam banyak hal ditahun 2017 ini, tapi jika engkau tetap setia, engkau menjadi semakin serupa dengan pribadi Tuhan mu, yaitu Dia Allah yang setia!

Setelah sekian tahun melayani di Calcuta India, ibu Theresa ditanya oleh seorang reporter, 'ibu... lihat, sebelum ibu datang ke Calcuta, ada ribuan gembel disini, sekarang, setelah ibu melayani mereka, ada puluhan ribu gembel yang ada di Calcuta... tidak kah ibu merasa telah gagal memperjuangkan kesejahteraan mereka?...'

Ibu Theresa tersenyum dan berkata: 'saya tidak dipanggil untuk ‎berhasil, tapi saya dipanggil untuk setia...'

Tahukah saudara akan panggilan hidupmu? Jadilah setia dengan apa yang Tuhan sudah tetapkan... Jadilah suami yang setia kepada istrimu,... jadilah istri yang setia kepada suamimu..., Jadilah anak anak Tuhan yang tetap setia kepada Tuhan dan Firman-Nya, tetap setia sampai Tuhan datang memanggil kita kembali ke Surga untuk menerima upah kesetiaan kita.

Smile for its Friday 
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-29 01:06:52

Kamis 28 Desember 2017

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
2 Timotius 1:3-5 "... Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu..."

‎Sekadang ada saja keadaan yang tidak semestinya terjadi, tapi justru sering kali, lewat Kejadian yang tidak baik atau yang tidak menguntungkan, karakter baru diukir... lewat tekanan dan kesulitan, justru iman percaya manusia dibentuk dan dibangun...

Seharusnya, sesuai dengan Firman Tuhan, seorang laki lakilah yang berfungsi sebagai kepala rumah tangga dan juga menjadi Imam didalam rumah tangga-nya. Seorang kepala keluarga yang menjadi Imam wajib menuntun anak anak dan istrinya untuk mengenal Tuhan dan hidup dengan penuh takut akan Tuhan..., tapi terkadang keadaan tidak selalu demikian, tapi justru kita perlu peka akan hal itu, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang luar biasa didalam diri kita. Coba simak kembali baik baik perkataan Paulus sebagai Bapa Rohani ketika dia berbicara tentang Timotius:  
"...Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu..."
---> Dimana iman kakek Timotius?.... dimana iman ayah Timotius? Kenapa justru iman luar biasa seperti itu pertama tama muncul di hati seorang nenek bernama Eunike, kemudian turun ke seorang ibu bernama Lois, baru kemudian diteruskan kepada anaknya yaitu Timotius, yang tidak pernah diduga duga akan satu kali menggantikan atau meneruskan pelayanan seorang Rasul yang besar yang menuliskan sebagian besar surat surat di perjanjian baru... Timotius tampil sebagai seorang hamba Tuhan yang sangat berpengaruh di Asia dan Eropa, tapi semua itu dimulai dari iman yang ada dan hidup dihati seorang nenek bernama Eunike, yang kemudian diteruskan kepada anak perempuannya bernama Lois, yang lalu meneruskan iman kepada anaknya Timotius... seakan iman itu seperti balok estafet yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya...

Eunike bisa saja mengeluh dan bersungut-sungut tentang suaminya yang tidak berfungsi sebagai imam dirumah, tapi dia tidak bersungut-sungut, justru dia teruskan tugas Imamat tersebut.. Lois juga tidak mengeluh atas ketidak berfungsi-nya keimamam sang suami, dia teruskan dan topang tugas suami nya dengan mendidik Timotius anaknya sehingga Timotius menjadi pribadi yang begitu luar biasa... Tidak diceritakan apa dan mengapa suami Eunike dan suami Lois tidak berfungsi sebagai imam. Apakah mereka mati muda? Atau mereka hanya tidak pernah berfungsi sebagai imam, yang jelas, kedua wanita hebat ini tetap berjalan menggenapi rencana dan tujuan Tuhan tanpa mengenal lelah dan tanpa persungutan...

Pagi ini kepada para wanita pada umumnya, para single parent, bahkan bagi setiap pribadi, ‎bisa saja keadaanmu tidak menguntungkan,... situasi hidupmu tidak kondusif, melalui semua yang ada dan semua yang terjadi, ada perkara luar biasa yang Tuhan bisa bangun... tetaplah setia dan jangan bersungut-sungut... Tuhan sedang merenda satu karya maha agung... biarkan dirimu dipakai sebagai jarum untuk merenda, atau sebagai benar untuk mewarnai hidup ini...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-28 00:14:17

Rabu 27 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Timotius 6:6-10 "...Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Mengapa ada banyak anak-anak Tuhan yang pulang dari ibadah atau sudah sekian lama beribadah kepada Tuhan dengan melakukan ini dan itu, mengikuti aturan dan apa yang Firman Tuhan ajarkan, namun hidupnya penuh dengan  tekanan dan ketidak damai sejahteraan? Apakah ibadah-nya itu sendiri yang salah atau ada hal hal lain yang tidak benar?

Ada satu fenomena pengajaran yang terjadi‎ diantara anak anak Tuhan, satu pengajaran yang sangat menarik diantara anak-anak Tuhan, yaitu theology kemakmuran. Anak-anak Tuhan akan penuh dengan berkat berkat melimpah, akan dibayang bayangi dan selalu bertaburan dengan hidup berkelimpahan tanpa batas... doa Yabes dipakai menjadi doa kebangsaan mereka. Tidak salah untuk memahami bahwa Tuhan itu adalah Allah yang penuh kasih dan Allah yang rindu memberkati umat-Nya, tapi coba bayangkan kemana jemaat Tuhan akan dituntun jika terus menerus disodorkan dengan pengajaran yang tidak seimbang seperti itu? Doa Yabes bahkan lebih populer dari pada Doa Bapa Kami yang berkata: '...Berilah kami hari ini makanan kami yang secukupnya...'

Theology kemakmuran tidak pernah mengenal kata CUKUP!!!, sedangkan Firman Tuhan dengan tegas mengajarkan kita untuk  belajar hidup dengan rasa cukup, jika ibadah kita disertai dengan rasa cukup, maka ibadah itu mendatangkan faedah atau manfaat yang besar (1 Tim 6:6)‎. Orang-orang yang memiliki rasa cukup akan dapat mengucap syukur didalam segala perkara... akan mampu melihat apa yang Tuhan sedang rencanakan dan kerjakan pada zaman kita dan didalam hidup kita pribadi, dan hanya orang yang memiliki rasa cukup-lah yang bisa berbagi dan perduli kepada orang lain.

Ada seorang wanita yang takut akan Tuhan dan tinggal sendirian di appartmentnya, wanita setengah baya ini yang bernama Jenny adalah wanita sederhana namun hidupnya berlimpah dengan rasa cukup yang melimpah keluar lewat pengucapan syukur...

Satu pagi, dia menerima surat dikotak pos di appartmentnya, dan ketika dia membuka surat tersebut, isinya demikian:
'Dear Jenny,...
Aku mau mampir untuk makan malam dirumahmu pada malam Natal nanti...
Love Jesus'

Jenny sangat kaget bercampur sukacita luar biasa, dia segera membersihkan seluruh appartmentnya yang memang tidak terlalu besar, merapihkan segalanya, dan sedikit mendekorasikan ruangan yang ada, sebab malam nanti tamu istimewa yaitu Pribadi yang lahir dihari Natal itu akan datang untuk makan malam Natal dirumahnya. Setelah semua selesai, Jenny baru sadar, dia tidak punya makanan apa apa dirumah... dia bergegas mengumpulkan sisa uang yang ada dan segera pergi ke supermarket untuk membeli apa yang bisa dibeli dengan uangnya yang sangat terbatas. Dengan dana yang ada, Jenny berhasil membeli sepotong roti panjang dan beberapa potong ham untuk dibuat sandwichs untuk makan malam bersama Yesus Tuhan-nya. 

Dalam perjalanan pulang di cuaca yang sangat dingin, ‎Jenny di sadarkan oleh teguran sepasang suami istri pengemis yang lapar dan keinginan. Sang suami pengemis berkata:
'ma'am... bisakah memberikan kami sedikit makanan? Kami sangat lapar...'
Jenny berkata: 'sir... saya tidak punya apa apa, ini hanya ada sepotong roti besar dan beberapa slices ham, tapi ini aku persiapkan untuk tamu istimewa yg akan datang malam Natal nanti...'
‎Sang pengemis pria kemudian berkata: 'oh it's ok...' lalu memeluk istrinya yang sedang kedinginan...

Beberapa langkah kemudian, Jenny terus terngiang ngiang akan wajah kedua pengemis tersebut, kemudian dia bergegas kembali lagi ke tempat mereka duduk kedinginan, dan berkata:
'sir,... ini ambil saja roti dan ham nya, biarlah nanti saya cari solusi lain untuk tamu istimewa ku...' 

Mereka makan dengan lahap nya kemudian Jenny melepaskan jacketnya untuk sang istri pengemis yang kedinginan, sambil berkata:

'ma'am,... ini, pakai saja jacket ini, engkau lebih membutuhkannya dan aku masih ada satu lagi di rumah...'

Sambil berjalan bingung akan apa yang dapat disediakan bagi tamu istimewanya, Jenny melangkah menuju appartmentnya. Betapa kagetnya dia melihat ada satu surat satu lagi yang datang di kotak post-nya. Tidak biasanya tukang post datang 2 kali dalam sehari...

Ketika dibuka, surat itu berkata:

'Dear Jenny,
Sandwich nya sangat lezat dan Aku sangat menyukainya...

And by the way, thanks untuk jacketnya...

Love Jesus '

Jenny tersenyum lebar sambil menghirup udara segara di malam Natal...

‎Hanya apabila kita bisa hidup dengan rasa cukuplah, kita dpt menggenapi Firman Tuhan ini: Ibrani 13:2 "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat."

Adakah ibadah dan hidup kita dilimpahi rasa cukup? Sudahkah engkau bersyukur pagi ini?

Jesus is the reason for the season...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-27 01:03:53

Selasa 26 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Timotius 2:8-10 "...Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, 
tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah."

Ada satu masa dimana umat Tuhan bahkan secara terang-terangan diminta untuk tadi lagi berdoa dan mengangkat tangan dihadapan Tuhan, bahkan doa dan pengangkatan tangan umat-Nya malah menjadi beban bagi hati Tuhan.  coba perhatikan pernyataan Tuhan di kitab Yesaya ini:
Yesaya 1:14-15 "...Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 
Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah."

Bagaimana mungkin doa umat Tuhan justru menjadi beban yang menjijikan bagi TUHAN? Bukankah orang-orang percaya sudah seharusnya dan lebih banyak lagi berdoa? Kita didorong oleh para hamba-hamba Tuhan untuk banyak berdoa, tapi justru dalam hal ini, doa dan syafaat umat-Nya menjadi beban dan kenajisan bagi TUHAN... Bagaimana seharusnya kita berdoa yang berkenan dihadapan Tuhan? Lihat sekali lagi Firman Tuhan di surat Paulus kepada Timotius diatas:
"...supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.‎.. juga bagi para wanita untuk berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah..."

Jika kita sekedar berdoa hanya untuk memenuhi kewajiban dan tuntutan ritual agamawi, tanpa terjadi perubahan sama sekali didlm hidup kita, maka doa doa kita itu justru menjadi beban dan kejijikan bagi Tuhan, sebab ketika kita mengangkat tangan utk berdoa, tangan kita penuh dengan berlumuran darah... kita berdoa terus menerus tapi kita juga masih mempertahankan hidup di dalam perselisihan dan amarah... kebencian terhadap orang lain kita pertahankan sungguh-sungguh. ‎Bahkan lebih berbahaya lagi, ada banyak anak-anak Tuhan yang justru menjadi batu sandungan buat orang lain yang belum kenal Tuhan justru karena ketaatan kita menjalankan ritual ritual agama, seperti berdoa, beribadah, mengangkat tangan, berpuasa dalam, sebab semua itu terjadi saat dosa dan kenajisan juga terus berjalan...

‎Pagi ini, Firman TUHAN tidak semua doa-doa dan pengangkatan tangan orang percaya itu berkenan dihadapan Tuhan, doa yang berjalan seirama dengan perubahan hidup tanpa perselisihan, tanpa amarah, di dalam hidup yang sederhana, yang perduli kepada kebutuhan orang lain, itulah yang berkenan dihadapan Tuhan. 

Memasuki waktu waktu kedepan, ditahun yang baru, mari kita hidup melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar hidup beragama, ingat, pengalaman agamawi bukan berarti hidup rohani.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-26 02:52:19

Senin 25 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
perhatikan ayat ayat ini :
1 Timotius 1:15-17 "...Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. 
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin."

Kita mulai memasuki surat 1 Timotius didalam perenungan kita di Morning dew pagi ini, dan bukan secara sengaja kita melihat nasehat Paulus kepada anaknya Timotius tentang arti Natal yang sesungguhnya, tentang kedatangan Yesus di dunia, terutama didalam diri Paulus itu sendiri‎.

Paulus menegaskan kepada Timotius dan yang juga akan sangat berguna bagi kita semua dihari Natal ini, apa arti Natal bagimu dan bagiku? Inilah arti Natal bagi Paulus, coba lihat sekali lagi:
"Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal..."
‎---> Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa, lalu setelah diselamatkan, apa yang harus dikerjakan oleh mantan orang berdosa tersebut? 
"...Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal..."‎

‎Paulus sadar betul bahwa sebagai orang berdosa yang telah diselamatkan, kita diselamatkan bukan sekedar untuk puas dan berhura hura, tapi untuk MENJADI CONTOH BAGI MEREKA YANG KEMUDIAN PERCAYA KEPADA-NYA!!! Itulah tujuan Natal bagimu dan bagiku...

Selama ini mungkin kita berfikir Natal adalah season holiday, masa liburan... masa sukacita utk makan dan tamasya... baju baru, sepatu baru dan semua barang barang indah... Itu semua hanya sekedar ornament ornament Natal, bukan poros tujuan utama dari Natal. Coba kita jujur dan berhenti sebentar utk berfikir tentang diri kita sendiri, apa yang selalu terbesit dipikiran kita bulan bulan sebelum Christmas time? 
- Bagi yang punya uang, 'mau liburan Natal dan akhir tahun kemana?...'
- Bagi yang punya sedikit uang, 'mau beli barang baru apa? Makan enak apa? Bagaimana kita merayakan natal tahun ini...'
- Bagi yang punya uang sangat terbatas, 'kita mau masak apa untuk Natal kali ini?...'

Coba tahun ini berhenti sejenak untuk berfikir dan menghabiskan uang dan waktu untuk diri kita sendiri, coba bertanya kepada diri kita masing-masing, sudahkah saya menggenapi tujuan Natal? ‎Sudahkah saya menjadi contoh atau teladan bagi mereka yang akan kemudian percaya kepada-Nya? Siapa siapa saja yang hidupnya telah diberkati karena melihat kepada hidup kita? 

Itulah nasehat Firman Tuhan melalui Paulus di hari Natal ini, ‎sudah waktunya kitapun mulai hidup menjadi saksi, menjadi teladan bagi orang-orang lain yang belum percaya dan yang akan kita ajak menerima berkat Natal di waktu waktu mendatang...

Merry Christmas
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-25 02:31:15

Jumat 20 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
2 Tesalonika 2:7-9 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. 
Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,..."
---> Ada satu pernyataan yang sangat jelas tentang munculnya dan akan bermanifestasinya anti-Christ di dalam dunia, yang sampai sekarang masih belum mampu muncul sekalipun banyak 'nubuat yang dibuat-buat' oleh beberapa orang-orang yang sesat dengan menyatakan tanggal sekian sekian anti-Christ akan datang disana atau ditempat itu...
Satu kebenaran yang perlu dan harus kita ingat adalah, anti-Christ atau iblis belum dapat muncul dan menyatakan dirinya sebab sampai sekarang masih ada yang menahannya, dan baru apabila yang menahannya itu diangkat, maka iblis atau yang kitab Tesalonika sebutkan sebagai 'pendurhaka' dapat menyatakan dirinya.‎ Ayat 9 & 10 a. menyatakan: 
‎"...Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,‎..."
Siapakah yang menahan munculnya si pendurhaka? Itulah gereja Tuhan,... anak-anak Tuhan,... bukankah kita di sebut sebagai 'terang dunia dan garam dunia'? Apa fungsi terang? Mengusir gelap.... sebab ilmu pengetahuan membuktikan bahwa gelap itu selalu ada, perhatikan ‎kitab Kejadian 1, sebelum terang diciptakan, gelap sudah ada, tapi justru kehadiran terang telah menyingkirkan gelap, demikian juga kehadiran gereja Tuhan atau anak-anak Tuhan, sudah sepantasnyalah atau seharusnya dapat menyingkirkan kegelapan... Garam memiliki dua fungsi, bukan hanya berfungsi sbg penambah rasa sedap, tapi juga garam dapat berfungsi untuk menahan pembusukan. Ikan yg dibiarkan begitu saja akan membusuk dan berbau, tapi jika digarami sebagai ikan asin, dapat bertahan melawan pembusukan. 
Sesungguhnya, itulah yang menjadi rahasia bagi kita anak anak Tuhan, kita tidak perlu memperdebatkan kapan Yesus akan kembali kedua kalinya, kapan Anti-Christ akan muncul, sebab jika kita bijaksana dan memahami kebenaran Firman Tuhan, gereja Tuhan atau kita anak-anak Tuhan akan debgan jelas menyaksikan pengangkatan gereja-Nya sebelum sipendurhaka dapat menyatakan dirinya, itu adalah perkataan Firman Tuhan, bukan sekedar tafsiran.
Namun hal yang penting untuk kita perhatikan disini adalah, ‎benarkah atau sudahkan saya sebagai gereja Tuhan berfungsi sebagai terang dan garam dunia? 
Di dalam rumah tangga kita masing-masing, dilingkungan pekerjaan kita, di dalam masyarakat dimana kita berada dan tinggal, sudahkah saya menjadi terang dan garam dunia? Sangat mudah untuk dibuktikan, tanpa perlu dikatakan, jika benar saya sudah berfungsi sebagai terang dan garam dunia, maka gelap itu pasti akan tersingkir,... pendurhakaan atau kemaksiatan itu juga tidak dapat muncul... Namun jika kita hidup tetap dengan sejahtera ditengah tengah kemaksiatan, bahkan semakin bertambah tambah, coba kita bersama sama secara jujur berdoa dan bertanya kepada Tuhan, apa yang keliru?‎
Ada satu jemaat di kitab Wahyu yang ditegur dan diperingati Tuhan sebagai pelajaran buat setiap kita orang percaya, yaitu jemaat di Effesus demikian:  Wahyu 2:2-4 "Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula..."
---> Jemaat di Effesus begitu giat melayani, tapi tinggal ditengah tengah orang-orang jahat yang menyebut diri mereka bahkan rasul-rasul, namun ternyata mereka itu pendusta
Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula..."
---> Jemaat di Effesus begitu giat melayani, tapi tinggal ditengah tengah orang-orang jahat yang menyebut diri mereka bahkan rasul-rasul, namun ternyata mereka itu pendusta... Tapi mengapa bisa tetap hidup berdampingan sedemikian rupa? Bukankah jika jemaat di Efesus berfungsi sebagai garam dan terang dunia, seharusnya gelap dan pembusukan itu hilang? Kenapa tidak demikian? Sederhana, sebab kegiatan agamawi jemaat di Efesus bukan berarti perbuatan Rohani. Aktivitas tidak sama dengan produktivitas... mereka bergiat lelah untuk pekerjaan agamawi tapi dosa tetap bertumbuh subur, itulah sebabnya kitab Wahyu katakan, mereka telah meninggalkan kasih mereka yang mula-mula..
Pagi ini, mari koreksi diri kita sendiri sesuai dengan apa yang Firman Tuhan katakan, Tuhan rindu supaya setiap kita berfungsi sebagai garam dan terang dunia yang dapat mengusir kegelapan, menahan pembusukan dan pendurhakaan, biarkan Roh Tuhan menuntun dan mengajar kita agar supaya kita dapat berfungsi seperti yang Tuhan rindukan‎... berikan hati kita dengan belajar merendahkan dan melembutkan hati untuk bisa dipakai sebagai rencana-Nya 

‎Smile, it's Friday before Christmas...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-22 05:03:08