Morning Dew

Selasa 14 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Korintus 2:10-16 "...Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. 
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. 
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. 
Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus."

Perikop dari ayat-ayat di atas, diberi judul oleh Lembaga Alkitab Indonesia sbg 'Hikmat yang Benar'. Jadi jika disebut sebagai hikmat yang benar, berarti ada juga hikmat yang tidak benar atau salah. Dimana bedanya? Bagaimana kita bisa memahami dengan pasti apakah hikmat yang saya miliki ini adalah hikmat yang benar atau bukan? Perhatikan sekali lagi ayat ayat ini :
‎1 Korintus 2:12, 14 "...Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani."
---> Bedanya adalah dari mana himat itu kita peroleh,... jika berdasarkan hikmat dunia, maka kita akan menganggap sbg satu kebodohan untuk mengerjakan apa yg Tuhan kehendaki... sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh manusia yang tidak menerima hikmat Illahi.

Satu contoh, ‎kenapa ada 2 pengacara sangat handal dan sangat berhikmat yang berargumentasi di pengadilan? Masing masing mempertahankan pendapat dan kebenaran yang mereka yakini... mungkinkah kebenaran itu memiliki 2 muka? Beberapa waktu lalu, kellyanne Conway salah seorang pejabat senior di gedung putih mencoba menyanggah pernyataan berita di CNN yang menampilkan foto besarnya jumlah masyarakat yang datang menghadiri peresmian pelantikan president Trump dibandingkan dengan president Obama. Sebab kubu gedung putih sebelumnya menyatakan bahwa jumlah masyarakat yang hadir diupacara peresmian Donald Trump adalah yang terbesar sepanjang sejarah America, itu pernyataan gedung putih. Dari kedua gambar yang disajikan berdampingan tersebut, sangat jelas bahwa tidak lebih dari hanya sepertiga jumlah masyarakat yang memenuhi area Smithsonian tempat pelantikan president Trump dibandingkan dengan pada waktu sebelumnya jaman Obama. Kemudian Kellyanne Conway menyatakan satu pernyataan yang sangat lucu terdengarnya, dia katakan bahwa dia tidak menganggap pernyataan CNN itu keliru, tapi dia hanya ingin menampilkan 'alternative fact atau fakta alternative'... mungkinkah ada 'fakta alternative?' kecuali kalau itu sekedar kebohongan yang sudah terlanjur kepepet... 

Bukankah banyak ‎kejadian yang serupa juga diantara bahkan sesama anak-anak Tuhan? Kita berdebat soal satu perkara, masing-masing merasa benar dan tidak sedikit yang akhirnya pecah... Jelas minimal salah satu itu pasti tidak memiliki hikmat yang dari Tuhan atau bahkan mungkin dua-duanya. Sebab "... hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik..." (Yakobus 3:17)

Jika kita sungguh-sungguh sedang bergerak berdasarkan hikmat yg dari Tuhan, maka,...
- hikmat itu murni, atau tdk bercampur, baik itu dengan kepentingan pribadi atau kepentingan golongan... 
-Kemudian hikmat tersebut juga bergerak dengan penuh damai, tidak menimbulkan perkelahian atau perselisihan yang tajam... 

- Hikmat tersebut juga penurut, penurut kepada siapa? inilah kuncinya, hikmat yang berasal dari Tuhan selalu akan bergerak di dalam penundukan diri terhadap pembapaan. Orang yang dikuasai hikmat dari Tuhan selalu berarti orang tersebut bisa ditegur, teachable, bisa diajar dan bisa diarahkan, itulah roh yg penurut...

- penuh belas kasihan dan buah buah yang baik...

Semua itu adalah aroma hikmat Illahi, jadi sekarang, periksa diri kita sendiri, adakah perkataan dan tindak tanduk kita selama ini berdasarkan hikmat dunia atau hikmat Tuhan? Jika hikmat itu dari Tuhan, pasti aromanya tdk akan salah...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-14 02:39:41

Senin 13 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Roma 16:1-4, 6-7 "...Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea, 
supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri. 
Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 
Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.
Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 
Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku."

Dlm surat-nya yg terakhir kpd jemaat di Roma, Paulus menyebutkan serentetan nama nama orang-orang yg berharga dan yg mendukung perjuangan Paulus sbg hamba Tuhan. 

Sbg beberapa contoh saja, saya cantumkan diayat ayat diatas,... Febe yg telah memberikan begitu banyak bantuan bagi pelayanan Paulus,... ada Priskila dan Akwila yg telah mempertaruhkan nyawanya bagi Paulus,... ada Maria yg telah bekerja keras,... ada Andronikus dan Yunias yg telah dipenjarakan bersama sama Paulus, sekalipun mereka adalah orang-orang terpandang diantara pra rasul..‎.

Paulus tdk lupa akan semua kebaikan dan jerih payah orang-orang yg telah bekerja bersama sama dgnnya, satu persatu nama nama mereka disebutkan... bahkan nama nama mereka dituliskan didlm surat-suratnya. Jika bagi Paulus saja, mereka yg telah sama sama berjuang dan bekerja keras utk kemuliaan Tuhan saja tdk terlupakan, apalagi bagi kita yg hidup dihadapan Tuhan... semua yg saudara kerjakan utk hormat dan kemuliaan TUHAN tdk akan pernah dilupakan, semua bahkan‎ dicatat didlm kitab kehidupan Tuhan. 

Apa saja yg saudara kerjakan utk hormat dan kemuliaan-Nya, tdk akan pernah berlalu sia sia... ‎bukankah Dia Allah yg menyatakan di ‎1 Korintus 15:58 demikian: "...Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." Di Lida dekat Yope spt yg diceritakan didlm Kisah Para Rasul 9, ada seorang wanita yg bernama Dorkas atau Tabita. Dorkas sakit dan akhirnya  mati, tapi tdk sempat tertolong nyawanya, ketika para Rasul itu dtg atas permintaan orang-orang disana, mereka menggelar baju baju yg dibuat Dorkas utk orang-orang yg susah, yg miskin disana... seakan akan baju baju sederhana itu menjadi saksi atas apa yg Doskas telah  kerjakan pada masa hidupnya. Kemudian kita tahu Tuhan membangkitkan Dorkas dari kematiannya. Hanya sekedar baju baju sederhana, tapi semua itu dia kerjakan dan diberikan utk kemuliaan Tuhan, dan pada saat dimana dia sangat membutuhkan pertolongan, semua kasih dan kemurahan yg dia tunjukan menjadi kesaksian yg hidup.

Sadarlah bahwa jerih payahmu dihadapan Tuhan tdk akan sia sia... Tuhan perhitungkan dan Dia tdk pernah berhutang...

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-11-13 00:04:33

Jumat 10 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Roma 13:1-2 "...Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya..."

‎Kekristenan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang penuh hormat dan ketaatan. Tidak akan pernah tampil orang-orang Kristen yang perkasa dan luar biasa tanpa melalui process belajar untuk hidup penuh hormat dan ketaatan. Banyak kita beranggapan bahwa kita hanya perlu menghormati Tuhan saja yang tidak terlihat, tapi bukan terhadap manusia yang Tuhan tempatkan diatas kita, sesungguhnya itulah yg disebut kemunafikan. Jika kita memperhatikan ayat 1 diatas, dalam terjemahan KJV dikatakan: "...Let every soul be subject unto the higher powers. For there is no power but of God: the powers that be are ordained of God." Jadi ayat diatas ini mengajarkan kita untuk tunduk dan taat bukan saja kepada pemerintah atau government, tapi juga terhadap semua 'higher power' yang telah Tuhan tetapkan atau disebut sebagai ordained of God, ditahbiskan, ditetapkan oleh TUHAN sendiri.

Selama kita mau belajar untuk menundukkan diri dan hidup dgn penuh ketaatan, campur tangan dan berkat berkat Tuhan pasti mengalir di dalam hidup kita...

Ada beberapa 'higher power' yang ordained by God yang kita ketahui selain government atau pemerintah pemerintahan dunia, seperti : orang tua di rumah atau papah mamah, suami, ‎atasan dikantor, kepala masyarakat, gembala di dalam gereja lokal... Semua mereka adalah orang-orang yang ada diposisi itu sebab ditahbiskan oleh TUHAN. Mereka bisa saja salah dan bahkan sangat jahat, tapi mereka akan menerima tuntutan dari Tuhan yang jauh lebih berat dari pada kita... doakan saja mereka jika mereka salah, tegur sebisa mungkin, jangan tiru perbuatan mereka yang busuk, tapi tetap belajar hidup dengan penuh hormat, itulah cara hidup orang percaya!

Ada satu peristiwa di Nazareth, tempat dimana Yesus dibesarkan, kisahnya demikian:
‎Matius 13:54-58 "... Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." 
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ..."
---> Penduduk kota Nazareth takjub melihat dan mendengar pengajaran Yesus yg penuh kuasa dan authoritas Illahi, namun demikian, tidak banyak mujizat terjadi disitu... kenapa demikian? Jawabannya adalah seperti yang ayat 57 katakan: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.". Sekalipun Yesus memiliki authoritas sbg 'higher power', namun mereka tidak menghormati Dia... sehingga tidak terjadi apa apa disitu saat itu.

Jika engkau merindukan sesuatu yang besar terjadi di dalam hidupmu, jika engkau merindukan untuk menjadi seorang anak Tuhan yang dipakai Tuhan secara maksimal, belajarlah untuk hidup penuh hormat dan penundukan diri kepada otoritas yang Tuhan tempatkan diatasmu...

Smile, it's Friday...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-10 01:45:32

Kamis 09 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Roma 12:1-2 "...Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Ada beberapa anak anak Tuhan yang sangat emosional dalam menyingkapkan cinta-nya kepada Tuhan... Mereka rela mati bagi TUHAN. Inilah dampak doktrinasi agamawi. Tidakkah kita melihat hal tersebut nyata diantara para terorist? Mereka rela mati atas nama agama. Tapi benarkah tindakan yg demikian? Apa yang sebenarnya Tuhan tuntut dari kita?

Perhatikan kebenaran ini, seperti yang dinyatakan oleh Paulus kepada jemaat di Roma diatas, Tuhan tuntut daripada kita untuk hidup bagi-Nya, bukan sekedar untuk mati bagi-Nya...‎ "demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Itulah yang Tuhan mau dari hidupmu dan hidupku, relakah gereja-Nya hidup bagi Dia, dan kematian yang Tuhan tuntut dari kita adalah kematian kedagingan kita, agar dengan demikian, kita dapat hidup bagi-Nya...

Jika engkau berkata, aku mau... aku siap, tapi bagaimana memulainya? Perhatikan ayat 2 diatas:
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."‎--> Pola pikir yang berubah, cara berfikir yang terus menerus diperbaharui itulah langkah awal untuk bisa hidup bagi Kristus. Pola pikir Kristus seharusnya semakin hari semakin merubah dan mempengaruhi hidup kita... Untuk bisa berubah, maka saudara dan saya harus rela untuk melepaskan yang lama, sebab pola pikir Kristus itu spt anggur yang baru, jika kita sendiri tidak menyediakan wadah yang baru atau kirbat yang baru, maka dengan ketika anggur baru itu dicurahkan, kirbat itu tidak akan kuat menahan-Nya dan akan membuat kirbat itu pecah dan anggur baru itu akan tumpah sia sia...

Ketika Tuhan mempersiapkan seseorang, yang pertama tama Dia akan lihat adalah, 
-- Siapkah orang tsb berubah?....
‎-- Relakah dia dipakai untuk menerima anggur yang baru?...

Ingat Maria ibu Yesus, tidak pernah terjadi sebelumnya ada gadis hamil dari Roh Kudus... hal tersebut juga beresiko besar, tapi dia taat dan mengerjakan yang Tuhan nyatakan...

Ketika ‎semua murid-murid-Nya sedang memiliki hidup yang nyaman dan stabil, Tuhan berkata, come and follow Me... mereka taat dan melakukan apa yang Dia katakan... Dan masih banyak lagi contoh contoh orang-orang yg hidup dipakai untuk hidup bagi TUHAN, pola pikir mereka siap berubah, dan perubahan selalu diawali dengan ketaatan....

Jadilah anak anak Tuhan yang taat dan siap dituntun Roh Kudus untuk mengerjakan rencana-Nya, itulah pola pikir yang siap berubah...

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-11-09 01:30:52

Selasa 07 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Roma 11:1-5 "Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah:
"Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 
Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." 
Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia."

Keselamatan yang kita terima itu adalah kasih karunia Allah, bukan hasil perbuatan kita. Jika demikian, bagaimana dengan mereka yang tidak pernah menerima kasih karunia Allah?... Apakah Allah itu pilih kasih? Bukankah Ulangan 10:17 menyatakan bahwa: "...Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap..."

‎Bagaimana dgn mereka yang tidak menerima kasih karunia Allah?...
Adakah tanda tanda dari orang yang sudah menerima kasih karunia itu ?...
Atau mungkin seseorang yang sudah menerima kasih karunia Allah namun menyia-nyiakan kasih karunia Allah tersebut?...

Inilah yang akan kita renungkan hari ini‎... Keselamatan yang kita peroleh adalah kasih karunia Allah, itu bukan hasil perbuatan kita sendiri... Namun jika kita sungguh-sungguh sudah menerima kasih karunia Allah tersebut, maka kita pasti akan meresponi-Nya dgn melakukan apa yang benar, yang Tuhan Firman kan. Itulah yang membedakan mereka yang menerima dan mereka yang menerima tapi menolak-Nya... Perbuatan kita memang tidak menyelamatkan, namun perbuatan kita yang adalah luapan kharakter kita itu adalah bukti bahwa kita menerima kasih karunia-Nya...
Sebenarnya kita tidak layak, tapi oleh kasih karunia Allah, kita dianggap layak untuk menerimanya...

Di Los Angles ini, minggu lalu saya bertemu dgn seorang ibu yang datang ke Los Angles 17 tahun lalu dengan suami dan anak anaknya, hendak mengadu nasib dan mencari nafkah...

Sang istri karena saat itu masih cukup kuat (awal 50 an saat itu), dia bekerja merawat seorang oma tua‎ yang sudah lama ditinggal mati suaminya. Sang oma tdk memiliki anak, dan sangat kaya raya...

Ibu yg merawat dia sebagai perawat tadi dengan setia merawat sang oma tiap-tiap hari, dia setia dan terjebak mengajar sang oma berdoa dan berharap kepada Tuhan Yesus yang dia sembah...

Sang oma sempat berjanji akan memberikan hartanya kepada ibu perawat tadi jika ia mati, tapi setiap kali sang oma hendak menulis surat wasiat, pengacaranya selalu mencegah dan menghalang halangi... karena ternyata suaminya sang oma sempat menulis wasiat sebelum mati, jika tidak ada yang mewarisi harta mereka, setelah kematian sang istri, sebagian hartanya harus dibayarkan untuk bonus buat law firm yang selama ini menjaganya dan sisanya akan disumbangkan untuk sosial...

Sampai akhirnya sang oma jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit special menanti ajal (hospice), maka dia tdk lagi memerlukan perawatan dirumah... namun di hospice itulah sang oma bisa menuliskan surat wasiat yang disaksikan oleh management hospice dan pengacara disana...

2 minggu setelah kematiannya, sang ibu yang bekerja merawat sang oma menerima surat dari pengacara yang menyatakan bahwa dia mewarisi harta sang oma.... that is grace... itulah yang disebut kasih karunia.

Sang ibu itu sekarang sudah menjadi oma juga dan dia sudah memiliki restaurant Jepang di Los Angeles, sekarang dengan penuh sukacita dia menjadi salah satu pendukung pelayanan di sana, dia menunjukan kasih dan ungkapan rasa syukurnya dgn berbuat baik dan menabur kasih untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama... ibu tersebut tidak menerima anugrah karena dia berbuat baik, tapi karena dia sudah menerima anugrah, dia tunjukan lewat perbuatan baik dan benarnya... itulah amazing grace...
Sudahkah engkau menerima Grace yang besar itu? Jesus Loves you and so do i

dibuat pada : 2017-11-08 00:24:28

Jumat 03 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Roma 6:6-13 "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 
Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 
Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran..."

Kita menemukan pada kenyataannya, anak-anak Tuhan yang sudah menerima keselamatan yang Tuhan sediakan, namun berulang ulang kali jatuh kembali kepada dosa-dosa lama yang seharusnya sudah lama ditinggalkan...

‎Hal ini terjadi bagi anak-anak Tuhan juga pelayan Tuhan dibanyak area hidup mereka. Orang-orang yang seharusnya sudah lama mengenal kasih Tuhan, sudah mengecap kebaikan Tuhan, namun berulang-ulang kali kembali kepada dosa lama yang seharusnya sudah lama ditinggalkan. Bukankah ayat 6&7 diatas berkata:  "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa..."

‎Namun kenapa manusia lama itu sering kali tidak benar-benar disalibkan dan mati? Kenapa dosa itu terus menerus menggoda hidup pertobatan kita?

Inilah yang Firman Tuhan di atas ajarkan kita hari ini. Ketika seseorang sudah lahir baru dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya pribadi, ‎maka kuasa dosa itu sudah tidak lagi memiliki kekuatan apa-apa... Namun kembali lagi, jika sungguh kita menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN kita... Pertanyaannya, benarkah Dia itu TUHAN bagi kita? Sebab jika Dia itu TUHAN, maka kita akan menyerahkan kendali hidup kita kepada Nya dan hidup di dalam ketaatan kepada-Nya, itulah yabg Paulus juga tekanan kepada jemaat di Roma : 
Roma 6:12-13 "...Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

---> Kepada siapakah engkau menyerahkan hidupmu? Jika Tuhan itu adalah Tuhan mu, maka kendali hidupmu ada ditangan-Nya, dan kepada Dialah engkau akan hidup dalam ketaatan... Inilah kuncinya, beranikah engkau menyerahkan hidupmu lebih lagi untuk mempercayainya dan taat kepada perkataan perkataan Firman-Nya, jika itu yang kita kerjakan, maka pasti kita memiliki kemampuan untuk meninggalkan dosa.‎ Bukankah Firman Tuhan berkata di Amsal 16:6 "...Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan." 

Jesus loves you and so do I









dibuat pada : 2017-11-02 21:13:22

Kamis 02 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Roma 1:21-28 "...Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 
Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 
Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 
Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 
Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas..."

Satu pertanyaan yang sering muncul dipikiran banyak orang, termaksud dari anak-anak Tuhan sendiri, mengapa terjadi penyesatan moral yang begitu dalam, dan sering kali itu terjadi di negara atau wilayah yang lebih banyak orang Kristen-nya sendiri? Contoh, perceraian lebih banyak ditemukan di negara-negara barat yang mayoritas adalah Kristen dan katolik,... kebejatan moral sexual seperti homo seksual, lesbian dan lain-lain lebih banyak justru ditemukan di negara negara Kristen dan wilayah wilayah Kristen, mengapa demikian? Bukankah Firman Tuhan dgn jelas menentang semua itu?

Kepada jemaat jemaat di Roma, Paulus menasehati dan menyatakan rahasia ini, kuncinya adalah karena mereka menolak kemuliaan Allah!

Kemuliaan atau Glory disebut 'doksa' dlm bahasa Grika yang berarti 'the opini of God'. Ketika manusia berbuat seperti yang ayat 22 diatas katakan, ‎"...mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh",  maka mereka tidak lagi memerlukan 'opini atau pendapat Allah', manusia punya pendapatnya sendiri sendiri... sehingga apa yang dulunya dianggap salah oleh Tuhan, tidak lagi harus dianggap salah... apa yang benar dimata Tuhan, belum tentu benar dipandangan manusia... saat itulah, di kota Roma ditemukan kebejatan moral dan kemerosotan nilai seorang manusia... Kekudusan sex yang seharusnya diberikan Tuhan kepada suami istri, mulai diperjual belikan untuk memuaskan nafsu seperti binatang... kemerosotan dan penyimpangan lainnya seperti homo sexsual juga mulai terjadi di wilayah tersebut, semua disebabkan oleh karena manusia tidak lagi memandang kemuliaan TUHAN sebagai satu satunya yang berharga untuk dipertahankan... masing-masing manusia memiliki pendapatnya sendiri-sendiri... Doksa tidak lagi berarti apa-apa, yang ada adalah pendapatku atau pendapat kami...

Itulah awal mula penyesatan. Ketika manusia tidak lagi memiliki standard kebenaran yaitu kebenaran Firman Tuhan sendiri, maka kita masing-masing menentukan kebenaran kita sendiri...

Tanda-tanda yang sederhana dimana manusia mulai meninggalkan kemuliaan Tuhan adalah:
‎- ayat 21: "manusia tidak lagi dapat mengucap syukur kepada Tuhan "
Semua yang baik yang terjadi atasnya dianggap sebagai hasil jerih payahnya sendiri atau karena kebenarannya sendiri...
Ada satu petani yang baru saja pindah ke kota yang baru, disitu dia membeli sebidang ladang perkebunan kentang yang sudah lama rusak dan tidak tertangani... petani tersebut mulai bekerja dan akhirnya menghasilkan hasil yang luar biasa... Satu sore, bapak gembala datang ke ladang petani tersebut dan berkata: 'luar biasa hasil kerja Tuhan dan anda pak petani,... sungguh luar biasa...' Petani tersebut tersenyum kurang suka dan berkata: 'benar, tapi coba bandingkan ketika Tuhan sendirian mengerjakan ladang ini dulunya...'

Seringkali sebagai orang Kristen pun, kita mengatakan Amien untuk TUHAN tapi sesungguhnya hati kita tidak benar-benar mengaminkan hal tersebut, bukan seperti itu hati yang mengucap syukur...

- ayat 25, "manusia mulai berdusta dan memuja hal-hal yang bukan TUHAN..."

Jangan anggap sepele perkataan dusta, sebab itulah tanda-tanda awal kejatuhan manusia... Adakah sesuatu yang engkau simpan dari Tuhan? Atau engkau rahasiakan terhadap istri dan suamimu? Terhadap orang-orang disekitarmu? Dusta dan kebohongan adalah tanda-tanda sederhana akan kejatuhan manusia... Dan inilah bukti bahwa kita sudah meninggalkan kemuliaan TUHAN. 

Belajar untuk bersyukur dan berkata benar, sesederhana itulah jika kita ingin kembali kepada kemuliaan-Nya...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-01 23:20:34

Rabu 01 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 28:1-6 "...Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta. 
Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.
Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan." 
Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu. 
Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa."

‎Adalah sangat berbahaya untuk mengeluarkan 'pendapat' hanya sekedar berdasarkan observasi atau pengamatan sepintas, apalagi ketika pendapat tersebut di dorong oleh perasaan ketidak senangan kita terhadap orang tersebut. 
Paulus baru saja mendarat dengan selamat di Pulau Malta, tadinya ketika berada di atas kapal dan sebelum‎ berlayar, Paulus sudah menasehati mereka untuk tidak berangkat, tapi karena dianggap tidak tahu apa-apa dan karena dianggap Paulus adalah salah seorang tahanan, maka perkataannya sama sekali tidak dihiraukan...

Setelah tiba dengan selamat di Pulau Malta dan Paulus digigit ular, mereka semua menyangka dan berpendapat bahwa Paulus itu memang orang jahat dan tidak luput dari celaka...

Tapi karena tidak mati-mati, mereka kemudian berpendapat bahwa Paulus adalah dewa... ‎Inilah yang disebut 'pendapat manusia', dan apabila pendapat itu dinyatakan tanpa dasar yang kokoh apalagi disadarkan oleh perasaan curiga dan tidak senang, maka pendapt-pendapat seperti itu akan sangat merusak dan bahkan bisa menyesatkan... Seringkali pendapat-pendapat kita tentang orang lain itu didasarkan kepada isi hati dan kharakter kita sendiri, bukan berdasarkan orang tersebut, sebab kita memulai orang lain berdasarkan isi hati kita, berdasarkan siapa kita dan bukan berdasarkan siapa orang tersebut. Ingat 12 pengintai, kenapa yang 10 bisa berpendapat sangat berbeda dengan Yosua dan Kaleb? Sebab isi hati dan pribadi yang 10 berbeda dengan isi hati dan pribadi yang 2, jadi sekalipun mereka melihat yang sama, dlm waktu yg sama, mencicipi hasil baik dari tanah yang sama, pendapatnya bisa berbeda...

Bagaimana jika kita menjadi seorang pemimpin yang harus mendengarkan pendapat orang lain, pendapat-pendapat yang mana yang akan engkau terima? Disinilah pentingnya untuk memiliki kepekaan atau ‎dicerning spirit, itulah yang disebut hikmat... sebab tidak semua pendapat itu benar apalagi berguna...

Dengan siapa engkau bergaul, pasti sedikit banyak engkau akan dipengaruhi oleh pendapat-pendapat orang-orang tersebut yang dengannya engkau bergaul... Dan bagaimana jadinya jika kita bergaul dengan orang yang salah?... Oleh sebab itu, pergaulan yang benar itu sangat-sangat penting untuk diperhatikan... bergaulah dengan karib dengan Firman Tuhan supaya engkau memperoleh hikmat dari pada-Nya...

Jesus loves you and so do I


dibuat pada : 2017-11-01 00:13:15

Selasa 31 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Kisah Para Rasul 26:24-32 "...Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila."
Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat!
Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatu pun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 
Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 
Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 
Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." 
Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 
Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara."
Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."

‎Sementara Paulus sedang dihakimi yang akan menentukan hidup dan matinya, dia malah begitu bergairah menyatakan kebenaran Tuhan sehingga orang-orang yang menghakiminya dibuat hampir-hampir percaya kepada Kristus... Setelah itu Pauluspun dibebaskan karena tidak ditemukan kesalahannya.

‎Terkadang ketika kita sedang menghadapi masalah di hidup kita sendiri, dan karena begitu besarnya masalah dan beban yang kita hadapi, kita sering tidak ingin dipusingkan dengan urusan orang lain apalagi urusan-urusan kepentingan Tuhan.  Namun justru seringkali mujizat dan terobosan terjadi saat kita berani menempatkan Tuhan sebagai Tuhan, dimana kepentingan Tuhan menjadi lebih utama dari pada kepentingan diri kita sendiri.

Ingat kisah janda di Sarfat di 1 Raja raja 17, ketika ‎janda miskin yang sedang sangat terjepit dengan masalahnya pribadi itu bertemu dengan nabi Elia, namun kemudian harus memilih untuk mengerjakan kepentingan Tuhan terlebih dahulu atau mendahulukan kepentingan pribadinya, dan karena berani mendahulukan kepentingan Tuhan, hidupnya dan hidup anaknya tetap terpelihara. Tepung yang tinggal sedikit dan minyak di buli-buli yang tinggal sedikit, ternyata diberkati Tuhan dan terus mengalir menjadi makanan baginya dan bagi anaknya...

Dari hidup Paulus kita anak-anak Tuhan pagi ini bisa belajar bagaimana pemeliharaan dan pembelaan Tuhan berlaku atasnya sebab dia belajar mengerjakan kepentingan Tuhan di atas kepentingan pribadinya. Ketika kita bekerja, melayani, berkarya, untuk kepentingan siapakah semua itu kita kerjakan? Mulailah belajar memuliakan Tuhan bukan hanya di dalam kelebihanmu, tapi juga di dalam kekuranganmu, sebab justru saat kekurangan kitalah, cinta kita akan Tuhan diuji dan dimurnikan...

Jesus loves you and so do I




dibuat pada : 2017-10-31 01:43:30

Senin 30 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
Kisah Para Rasul 19:23-29 "...Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 
Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya.
Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini!
Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. 
Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya."
Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!"
Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus."

‎Pada zaman Paulus, terjadi huru hara di dalam rumah TUHAN maupun di kota Effesus, huru hara dan kekacauan tersebut dimulai oleh satu pribadi yang bernama Demetrius, tapi roh yang sama yang sering membuat huru hara dan kekacauan itu terjadi akibat yang sering kita kenal sebagai 'conflict of interest atau benturan kepentingan...' itulah roh yang merusak gereja, rumah tangga dan bahkan masyarakat.

Demetrius terusik dengan pelayanan Paulus, sebab pelayanan Paulus telah membawa dampak positif untuk kerajaan Allah dimana ada banyak orang yang bertobat, tapi hal itu membawa dampak negative bagi usaha Demitrius yang ‎sehari hari bekerja sebagai pembuat kuil-kuilan dari perak untuk dewi Artemis... karena banyak yang bertobat, maka akibatnya banyak langanan yang tidak lagi membeli kuil kuilan perak dewi Artemis tersebut... Akibat kepentingan yang terusik, Demetrius membuat kekacauan dan huru hara di satu kota Effesus, dia menghasut dan membayar pendemo... mengacaukan bukan hanya bait Allah, tapi seluruh kota... 

Bukankah ini juga terjadi hari-hari ini? Demo dilakukan oleh orang-orang yang sama sekali tidak mengerti mengapa mereka berdemo, hanya karena dihasut dan dibayar, maka pendemo berorasi dan membuat kekacauan...
Di dalam Rumah TUHAN atau satu persekutuan terjadi kekacauan akibat kepentingan beberapa atau 1, 2 orang yang memaksakan dan mendahulukan kepentingan-nya sendiri dan akibatnya pelayanan bisa pecah. Rumah tangga hancur karena kepentingan suami atau istri lebih diutamakan, masing-masing mengharapkan untuk disukakan atau dilayani, dan karena tidak mendapatkan apa yang masing-masing hara‎pkan, maka kekacauan bahkan tidak sedikit kehancuran yang terjadi akibat kepentingan sendiri sendirilah yang didahulukan.

Satu pelajaran penting bagi kita pagi ini, tidak akan terjadi harmony dan kedamaian jika dalam satu gereja, satu keluarga, atau satu bangsa ketika salah satu anggotanya memaksakan dan mendahulukan kepentingannya sendiri diatas kepentingan Tuhan... perhatikan kebenaran ini!!!

Rumah tangga yang sehat adalah rumah tangga yang semua anggotanya, dimulai dari suami dan istri sampai ke anak-anak, semua mendahulukan kepentingan Tuhan diatas segalanya... Gereja yang sehat dan bertumbuh adalah gereja yang dimulai dari gembala jemaatnya sampai kepada semua pengerja dan jemaat jemaat nya menempatkan kepentingan Tuhan di atas kepentingan diri sendiri... Seperti itukah rumah tangga kita? Seperti itukah hidupmu dan hidupku? 

Pagi ini Firman TUHAN mau ingatkan setiap pribadi,‎ untuk kepentingan siapkah engkau lakukan semua ini? Ketika engkau kerja atau melayani, untuk kepentingan siapakah semua itu engkau kerjakan? Adakah untuk kepentingan Tuhan atau dirimu sendiri? Tidak sedikit anak-anak Tuhan sesungguhnya sedang melayani dirinya sendiri, dengan demikian mereka menjadi penyembah dewi Arteri....

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-29 21:47:23

Jumat 27 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Kisah Para Rasul 17:1-4 "...Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.
Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.
Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."
Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka."

‎Ketika saya selesai membaca ayat-ayat diatas, tiba tiba saja saya diingatkan akan perkataan Yusuf ketika Yakub ayahnya telah mati dan saudara saudaranya menjadi ketakutan, takut kalau kalau Yusuf akan membalas dendam akan kejahatan saudara-saudaranya dimasa lalu. Yusuf berkata meresponi hal itu demikian:

‎Kejadian 50:20 "...Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." 
---> Coba perhatikan baik baik perkataan Yusuf tersebut, kalian mereka-rekakan yang jahat, tapi Allah dgn reka-rekaan yang jahat tersebut, membuatnya untuk mendatangkan kebaikan, mungkinkah hal itu terjadi?

Betul terjadi, karena reka-rekaan jahat saudara-saudaranya, maka Yusuf dibuang, dijual dan menjadi budak ditanah Mesir, kemudian difitnah dan masuk penjara, tapi justru dipenjara itu dia bertemu juru minum raja dan yang akhirnya memperkenalkan Yusuf kpd Firaun... Reka-rekaan yang jahat telah digunakan Tuhan utk mendatangkan kebaikan...

Paulus terdidik dalam pengajaran akan hukum Taurat yg sangat tajam dan saklek. Paulus tahu persis isi hukum Taurat, dia bahkan tergolong sebagai sal‎ah satu ahli-ahli Taurat Yahudi... tapi dia tidak mendapatkan Rhema sebelumnya, dan dahulu dia melihat hukum Taurat hanya sebagai hukum dan aturan agamawi saja... tapi sekarang, setelah Paulus bertobat dan bertemu Tuhan, dia mendapatkan pewahyuan dan Rhema Tuhan... lihat sekali lagi perkataannya :
Kisah Para Rasul 17:3 "Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."
Dengan bekal pemahamannya dari Kitab kitab Taurat dimasa lalu, semua pemahamannya tentang nubuatan para nabi di Perjanjian Lama, sekarang Paulus menerima Rhema dan pewahyuan Tuhan bahwa yg disebut dan dinubuatkan oleh para nabi dimasa masa lalu itu adalah Yesus yg telah disalibkan dan dibangkitkan pada hari ketiga...

Perkara perkara buruk tentang Paulus dimasa lalu ternyata dipakai Tuhan utk mendatangkan kebaikan...

Jika Tuhan sanggup lakukan hal tersebut kepada Yusuf dan kepada Paulus, apakah berarti Tuhan tidak juga sanggup lakukan yang sama untukmu dan untukku? Mungkin saja engkau merasa sudah habis... tdk ada masa depan,... atau spt buluh yg terkulai atau sumbu yg telah pudar, jgn takut!!! Ingat satu kebenaran ini: Yesaya 42:3 "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum...- (KJV) he shall bring forth judgment unto truth."

Buluh yg terkulai dan sumbu yg pudar‎ sekalipun tdk akan dibuat Tuhan hancur... pada saatnya, Dia akan membawa penghakiman kpd Kebenaran. Tetaplah setia... tenang saja dan tetap andalkan Tuhan...

Smile for its Friday
‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-10-27 02:27:56

Kamis 26 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
Kisah Para Rasul 16:1-3 "Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium, 
dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani."

Tindakan Paulus utk menyunatkan Timotius karena desakan orang-orang Yahudi didaerah tersebut dikarenakan ayah Timotius bukanlah seorang Yahudi, spt-nya adalah sesuatu yang sederhana saja, namun jika kita mundur satu pasal sebelumnya, yaitu di Kisah Para Rasul 15‎, kita akan melihat pertentangan dan perdebatan antara Paulus dan beberapa orang-orang Yahudi dari Yudea, sehingga hal itu sampai dibawa ke persidangan para rasul... 

Kisah Para Rasul 15:1-2 "...Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."
Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu."

Lalu mengapa sekarang tiba tiba Paulus seakan akan berubah? Padahal hasil persidangan para Rasul meneguhkan pernyataan Paulus bahwa sunat secara lahiriah tdk menentukan keselamatan... kenapa sekarang justru Paulus sendiri yg seakan berkompromi?

---> Disinilah letaknya kedewasaan seorang hamba Tuhan. Justru karena hal itu bukanlah sesuatu yang patut diperdebatkan, Paulus memilih untuk tidak memaksakan kehendaknya sendiri dan dengan demikian, Paulus bisa merangkul begitu banyak hati orang-orang Yahudi diwilayah tersebut, terutama Paulus juga telah berhasil merangkul dan membina Timotius hingga Timotius akhirnya dipakai Tuhan menjadi seorang hamba Tuhan yg sangat luar biasa dan dapat meneruskan pelayanan Paulus selanjutnya...‎ seandainya perkara sepele seperti sunat atau tidak sunat diperuncing dan terus diperdebatkan, mungkinkah Timotius dapat dibina dan menjadi seorang hamba Tuhan yang luar biasa? Bisa jadi Timotius akan kehilangan kesempatan untuk menggenapi satu rencana agung Tuhan hanya karena mereka yang lebih rohani memilih untuk terus menerus bertengkar & memperdebatkan persoalan kecil yang tidak berarti sama sekali...

Apa yang seharusnya bisa kita teladani dari kisah hidup Paulus ini?
Sebagai orang tua, seharusnya kitalah yang patut dianggap lebih dewasa dari pada anak-anak kita, tapi kenyataannya ada begitu banyak anak-anak yang hidup tertekan dan teraniaya karena tingkah laku orang tua yang tidak tahu diri, tidak dewasa dan malah membuat susah seluruh keluarga, ayah yang kasar atau tidak bertanggung jawab... ayah yang tidak merasa perlu untuk menafkahi istri dan anak anaknya, ibu yg boros dan bisanya hanya berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang keluarga, belum lagi cerewet, malah membawa kegaduhan dirumah tangga‎... 

Atau pemimpin-pemimpin bangsa yg mengeruk kekayaan utk kepentingan sendiri, bahkan pemimpin-pemimpin gereja yg seharusnya menjadi bapa Rohani di gereja, justru malah menjadi batu sandungan buat banyak orang,... tdk kah kita sepatutnya belajar dari cara hidup Paulus yg meniru hidup Kristus ini? Ada banyak hal yg sama sekali tdk perlu diperdebatkan dan hanya akan membuat gereja terpecah belah, tapi doktrine lebih dipertahankan, filosophy lebih di junjung tinggi daripada Firman Tuhan, itulah yg membawa perpecahan...

‎Pagi ini kita diajar utk siap menjadi lebih dewasa, hal hal yg tdk mutlak dan tdk absolute, jgn diperdebatkan, sebab bisa saja memang ada yg tingkat Kematangannya atau tingkat rohaninya masih dangkal dan tdk mampu memahami yg kita fahami, jika itu bukan hal hal penting, jgn diperdebatkan, supaya tubuh Kristus, gereja, rumah tangga bisa tetap utuh...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-27 02:21:56