Morning Dew

Kamis 21Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
1 Tesalonika 4:3-8 "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 
supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 
dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 
Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu..."
Percabulan adalah satu dosa yang sangat meracuni dan sering kali menghancurkan bukan saja kehidupan dan kharakter seorang anak Tuhan itu sendiri, bahkan sesungguhnya sangat merusak hubungan manusia dengan Tuhan. Jangan pernah anggap remeh tentang dosa percabulan ini, ‎Firman TUHAN di 1 Tesalonika 4 diatas dgn jelas mengatakan: "...Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu..."
Sebagian kecil orang mungkin tidak terlalu tergangu dengan dosa percabulan ini, tapi hampir sebagian besar orang, terutama laki-laki, sangat tersiksa dan terikat dengan dosa percabulan... ‎Dan yang membuat mereka sangat terikat dengan dosa percabulan adalah karena iblis tahu, jika anak-anak Tuhan dapat dikuasai dan diikat dengan satu dosa yang akan menyeret mereka binasa, maka tujuan iblis untuk membawa sebanyak banyaknya anak-anak Tuhan untuk hancur dan binasa akan tercapai. Coba lihat dan perhatikan nubuatan kitab Wahyu tentang akhir jaman Wahyu 12:3-4 "Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 
Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya."
---> iblis yang dilambangkan seperti seekor ular naga merah padam itu akan menyeret dan menghancurkan "bintang-bintang dilangit". Bukankah kepada Abraham dikatakan bahwa keturunannya akan seperti pasir dilaut dan bintang-bintang di langit? Siapakah yang berhasil diseret oleh iblis pada akhir jaman yang dilukiskan seperti binatang-binatang dilangit? Apakah itu melukiskan hanya sekedar secara hurufiah planet planet yang ada di alam semesta yang merupakan bintang-bintang, atau sesungguhnya itu berbicara tentang kita anak-anak Abraham yang dipakai Tuhan sehingga bersinar seperti bintang-bintang dilangit? Jelas ini adalah nubuatan bagaimana iblis berhasil menyeret sepertiga dari orang-orang percaya, hamba hamba Tuhan yang bersinar terang seperti bintang-bintang dilangit... Tapi perhatikan bagaimana iblis berhasil menyeret bintang-bintang tersebut, senjata seekor ular ada di mulutnya, di taring dan lidahnya yang berbisa, tapi justru bukan sengatan atau patokan ularlah yang berhasil menyeret sepertiga bintang-bintang di langit, melainkan melalui ekornya-lah ular naga tersebut berhasil menyeret bintang-bintang dilangit. Pada ular, kelamin-nya yang adalah juga alat untuk melakukan hubungan sexual-nya ada di ekornya... itulah senjata iblis untuk menyeret sepertiga anak-anak Abraham, melalui dosa percabulan atau perzinahan, tepat seperti yang 1 Tesalonika 4 diatas katakan, ketika kita menolak untuk hidup kudus tanpa percabulan, kita sedang menolak Tuhan yang telah berFirman!!!
‎Saudaraku, pagi ini Firman Tuhan menekankan sekali lagi pentingnya untuk setiap anak-anak Tuhan menjauhi percabulan, bukan sekedar dimulai dengan menjauhi pelacuran, tapi mulai dengan yang sangat sering menjadi celah untuk percabulan itu masuk, yaitu pornography. Jangan anggap sepele, di America di lakukan survey untuk para gembala-gembala dan pelayan mimbar, termaksud penginjil, worship leaders masih hidup di dalam dosa pornography, bahkan 40 % lebih menyatakan mereka sangat terikat dengan dosa percabulan pornography tersebut... tidak heran jika dikatakan sepertiga dari bintang-bintang dilangit akan mampu diseret lewat kelamin iblis (dosa percabulan) yang menghancurkan kekudusan anak-anak Tuhan...
Jangan tolak untuj hidup kudus dihadapan-Nya, jauhi percabulan supaya kita layak mendekat kepada Tuhan!
Good to be back home...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-21 01:44:27

Rabu 20 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Tesalonika 2:7-8, 11-12 "...Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 
Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,
dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.‎"

Paulus memainkan posisi pelayanannya kepada jemaat di Tesalonika dengan seakan-akan berubah-ubah, yaitu dengan menjadi figure seperti seorang ibu... tapi juga terkadang menjadi seperti seorang bapa...
Coba lihat kembali ayat-ayat diatas:
 "...Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya...‎" (ayat 7)
‎"...Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,‎..." (ayat 11)
Inilah peran yang kadang membingungkan tapi jelas hal ini menunjukan bahwa kharakter itu bisa diubahkan. Terkadang manusia membuat satu pernyataan yang mengkultuskan pribadi atau gender tertentu, misalnya, seorang laki-laki tidak bisa atau tidak boleh menangis... seorang wanita tidak boleh ‎mengerjakan ini atau itu... hal-hal itu didasari oleh pemahaman bahwa laki-laki tidak mampu berbuat ramah dan lembut seperti seorang ibu, dan seorang wanita tidak dapat menasehati dan memberi didikan seperti seorang ayah. Justru dalam hal inilah, Paulus membuktikan bahwa dia bisa terkadang berfungsi seperti seorang ibu yang dengan ramah dan dengan lembut mengasihi, membelai, dan sekedar memeluk, mengobati jemaat Tuhan yang terluka, tapi terkadang dia juga bisa menjadi seperti seorang ayah yang mendidik dengan tegas dan mengajar jemaat Tuhan di Tesalonika.  Jika semua itu hanya bisa dikerjakan berdasarkan sifat bawaan, maka tidak mungkin Paulus dapat melakukan 2 hal yang berbeda secara bersamaan... 

Inilah rahasia yang terjadi ketika Paulus membiarkan hidupnya dipakai dan diubahkan Tuhan, tiba-tiba dia menjadi semakin serupa seperti Kristus, yang terkadang, ada waktunya bisa ‎memiliki kharakter lembut dan penyayang seperti seorang ibu, coba lihat perkataan Yesus yang rindu memeluk dan melindungi seperti seorang ibu, atau seperti induk ayam: 

Matius 23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau."

Tapi terkadang Dia juga tegas dan dengan keras ketika mendidik dan menghardik... inilah kepribadian yang mampu Yesus tunjukan dan kharakter yang sama perlahan lahan mulai tercermin di dalam hidup Paulus ketika dia rela membiarkan Roh Kudus mengusai dan membentuk hidupnya. 

Biarkan diri kita dikuasai dan dituntun oleh Tuhan melalui Roh Kudus-Nya, maka semakin kita membiarkan diri kita menyerah dan dikuasai Roh Kudus Nya, semakin nyata kharakter-Nya di dalam kita.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-19 22:16:26

Selasa 19 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Kolose 1:15-18 "...Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu."

Sebelum peristiwa‎ kematian dan kebangkitan Kristus dari antara orang mati, beberapa kali di dalam Firman Tuhan, Yesus disebut sebagai 'Anak Tunggal', one and only Son, (Yoh 1:14; Yoh 1:18; Yoh 3:16, etc), namun kemudian, status itu berubah setelah Yesus mati di kayu Salib dan dibangkitkan kembali, Dia disebut sebagai Anak Sulung dari banyak saudara... kenapa status itu harus berubah?

Ada satu keluarga bangsawan yang sangat kaya raya di Italy. Suami istri bangsawan ini tidak memiliki keturunan, berkali-kali mereka mencoba berobat namun Tuhan belum mengijinkan mereka memiliki keturunan. Karena khawatir meninggalkan dunia ini tanpa keturunan, mereka kemudian mengadopsi seorang anak laki-laki dari sebuah panti asuhan, ketika anak itu sudah berusia 2 tahun, sang istri tiba-tiba mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki secara natural bagi keluarga tsb. 10 tahun kemudian, di dalam satu peristiwa naas, suami istri bangsawan tersebut mengalami kecelakaan pesawat yang sangat parah ‎dan merengut nyawa mereka seketika itu juga. Keluarga dekat dan kerabat dekat sang suami berusaha untuk sekuat tenaga mencoba membatalkan legalitas dari adopsi yang dilakukan kedua bangsawan tadi, dengan tujuan agar seluruh kekayaan sang bangsawan itu dianugerahkan hanya kepada anak biologisnya sendiri dan sementara anak itu masih kecil, keluarga dan kerabat dekatnyalah yang akan mengelola kekayaan dan harta hartanya. Namun pengadilan memutuskan bahwa seorang anak adopsi memiliki hak yang sama dengan seorang anak biologis dan untuk itu mereka harus sama-sama mewarisi semua kekayaan milik sang bangsawan kaya, ayah mereka...

‎Roma 11 menjelaskan posisi kita sesuai Firman Tuhan, yaitu sebagai 'cabang-cabang liar yang dicangkokan kroada pohon Zaitun, sehingga kitapun berhak menerima makanan dan posisi yang sama seperti barang yang asli... Kristus kemudian disebut sebagai Anak Sulung, sebab kita kemudian mengambil posisi sebagai anak-anak Bapa Surgawi yang ada bersama-sama Kristus sebagai yang sulung dan berhak menerima hak waris seperti layaknya seorang anak Bapa, itulah kasih karunia Allah bagi kita. Kekuatan sebesar apapun tidaj akan pernah mampu untuk membatalkan legalitas dari posisi dan status kita sebagai anak yang sah dari Bapa Surgawi. Sepantasnyalah kita bersyukur untuk Kasih Karunia Allah yang begitu besar... sebab bagimu dan bagiku ada masa depan bersama sama dengan Kristus saudara Sulung kita.

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-18 23:16:51

Senin 18 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Filipi 3:10-12 "...Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus."

Untuk belajar mengenal Kristus ‎dan kuasa kebangkitan-Nya yang luar biasa itu, banyak anak-anak Tuhan berpaling kepada Tuhan seperti layaknya agama-agama lainnya, mereka mengkultuskan ritual-ritual tertentu, bahkan tidak sedikit yang sengaja diselewengkan tanpa dasar kebenaran Firman Tuhan sama sekali. 
Banyak datang ibadah, berdoa dan berpuasa, memberi amal sedekah, tidak sedikit yang bahkan menyiksa diri, karena ingin melihat dan mengalami kuasa Tuhan yang supra natural. Jika itu yang kita lakukan, apa bedanya kekristenan dengan agama-agama lainnya, atau bahkan praktek perdukunan? Bukankah hal itu berarti kita mendapatkan kuasa Allah yang luar biasa dengan membayarnya sendiri? Bukankah itu yang agama lakukan? Bukankah itu juga berarti kita sedang menolak 'Grace atau kasih karunia Allah' yang menyelamatkan kita, bukan karena usaha kita sendiri.

Tapi jika kita remehkan kasih karunia itu seperti sesuatu yang murahan, maka kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kurang ajar dan sedang menyia-nyiakan kasih karunia itu, sama sekali tidak perlu bertobat dan menyangkal kedagingan, sebab Grace itu dianggap murahan, itulah sebabnya tumbuh pengajaran seperti 'hyperGrace' yang menganggap sekali selamat, apapun yang kita kerjakan, akan tetap selamat... itulah yang disebut menyia-nyiakan kasih karunia Allah.

Firman Tuhan melalui Paulus mengajarkan ‎kepada jemaat Tuhan pagi ini, yang Tuhan kehendaki bagi kita adalah mengenal Dia dengan kuasa kebangkitan-Nya melalui persekutuan penderitaan-Nya, itulah yang membuat anak-anak Tuhan menjadi serupa dengan Dia. Bagaimana sebenarnya kita dapat menerima persekutuan dengan penderitaan-Nya? 

Para pengikut Kristus pada jaman rasul-rasul, menerima pengajaran dari para hamba-hamba Tuhan yang mengajarkan mereka untuk hidup setia dan benar melakukan Firman Tuhan, tapi mereka menerima tekanan dan siksaan dari tentara Romawi saat itu. Ada satu hukuman yang diterapkan bagi para tawanan saat itu, mereka dipaksa untuk diikatkan dengan mayat dari hamba hamba Tuhan yang sudah mati, dan mereka berjalan, tidur, makan terikat dengan mayat tersebut... sampai kebusukan dari daging mayat tersebut perlahan-lahan menyatu dan mulai membusuk-kan daging mereka sendiri...sehingga daging yang hidup menjadi serupa dengan daging yang sudah mati...

‎Sebetulnya lukisan inilah yang ada dibenak pikiran Paulus ketika dia menuliskan pesan ini kepada jemaat di Filipi. Kehidupan anak-anak Tuhan harus senantiasa membawa 'kematian Kristus' atau lebih jelas lagi, membawa 'jeritan hati Kristus yang membuat Dia disalibkan dan mati!' Saudara jangan pernah berfikir bahwa Kristus itu mati karena diseret dan dipaksa naik ke atas kayu Salib, Yesus sendiri dengan jelas dan terang-terangan berkata di Yohanes 10:17-18 "...Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku." Yesus dgn sadar dan penuh kerelaan hati menyerahkan nyawa-Nya untuk mati dikayu Salib karena kasih dan juga karena dorongan ‎"tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku." ‎Itulah yang disebut 'sense of duty, atau rasa beban tanggung jawab'. Dalam hal yang sama, yang Firman Tuhan pagi ini ajarkan kepada kita semua, pikul-lah beban hati yang sama yang telah membawa Yesus naik keatas kayu salib, yaitu karena kasih dan tanggung jawab... Sangkalilah daging kita sendiri demi Kristus dengan hati yang sama yang ada pada Kristus waktu Dia naik kekayu Salib, yaitu karena cinta dan demi tanggung jawab... Hari-hari menjelang Natal ini, belajarlah meletakan dosa. Karena cinta dan tanggung jawab kepada Tuhan kita Yesus Kristus dan demi orang-orang lain, dengan demikian, kita sedang berjalan dengan persekutuan di dalam kematian-Nya... itulah kado Natal kita bagi Dia!


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love

‎Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-18 02:49:45

Jumat 15 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ini : 
Filipi 1:6 "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus..."

‎Sungguh merupakan satu penghiburan tersendiri bagi saudara yang sampai saat ini masih terus bertekun utk berdoa bagi masa depanmu atau bagi anggota keluargamu yang sangat engkau kasihi, ada satu janji setia yang Tuhan ucapkan bagi kita, yaitu Dia yang sudah "memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus..."

‎Perjalanan hidup, jatuh bangunnya hidup orang-orang percaya tdk kita ketahui, tapi ujungnya dijamin oleh TUHAN sendiri, bahwa pada ujungnya, Tuhan akan terus menyempurnakan apa yang Tuhan sudah kerjakan didlm hidup kita dan keluarga orang-orang percaya. Bukankah bagi setiap kita yang sudah menerima taburan Firman Tuhan dari waktu ke waktu, benih Firman Tuhan itu akan satu kali bertumbuh? Bukankah Tuhan sendiri berkata: 
 "Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya..." ( Yesaya 55:11)

Dari kebenaran Firman Tuhan ini, pesan Tuhan pagi ini buat semua kita adalah agar kita tidak menjadi jemu untuk terus menerus menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak kita, kepada orang-orang yang kita kasihi dan yang ada disekitar kita, sebab itu bukan saja merupakan tanggung jawab kita, tapi juga menjadi benih yang ditaburkan yang satu saat nanti pasti akan bertumbuh dan berbuah buah...

Pegang pesan Tuhan ini ketika engkau sedang menghadapi kemelut usaha atau rumah tangga atau masalah apapun, jika engkau hidup sesuai Firman Tuhan, Dia ‎yang sudah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus... Jangan tawar hati dan jangan menjadi lemah... Seberapa besar percayamu kepada janji Tuhan, sebesar itulah kesempatan Tuhan untuk menghidupkan dan menolongmu.

Louise adalah gadis kecil berusia 7 tahun yang hidup di Armenia. Pagi hari itu, dia diantar ayahnya ke sekolah dgn satu janji, 'papah pasti akan datang menjemput-nya dan akan mengajak Louise ke restaurant untuk makan makanan kesukaannya... 2 jam setelah sekolah dimulai, ada gempa bumi yang hebat di sana dan semua bangunan roboh. Yang berhasil selamat adalah mereka yang terjebak dihimpitan puing puing tiang yang berjatuhan... Louise terjebak disana dengan beberapa teman temannya.
3 hari berturut-turut regu penyelamat mencoba mencari tanda-tanda orang-orang yang masih hidup, sampai setelah lewat 70 jam, mereka menyerah dan menyatakan tidak ada lagi yang mungkin hidup...

Tapi ayah Louise tidak pernah menyerah, ‎sekalipun regu penyelamat sudah menyatakan tidak mungkin lagi ada yang bisa hidup, sang ayah karena belum menemukan jasad Louise, dia masih berfikir Louise pasti masih hidup.
Sungguh, Louise dan teman temannya masih hidup, bertahan dengan sekedar 'RASA PERCAYA AKAN JANJI PAPAH', Louise bahkan menguatkan teman-teman nya... semalaman sang ayah terus menggali dan memanggil manggil nama anaknya, Louise... Louise... menjelang pagi, suara kecil dan lemah terdengar dari bawah puing-puing, 'papah... aku disini...'

Dibantu oleh alat-alat dan banyak orang lain, akhirnya 25 anak berhasil diselamatkan, semua sekedar karena sebuah janji bahwa diakhir nanti, papah akan datang...! 

Beranikah kita pegang janji Bapa Surgawi diatas? Bahwa ‎Tuhan Allahmu dan Allahku yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus... Hallelujah!!!

Smile, it's Friday, so embrace His Grace, 
For Grace leads back to the first love
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-15 01:32:27

Kamis 14 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 5:1-5 "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 
dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah..."

Menjadi anak anak kekasih Tuhan yang juga penurut-penurut Allah seperti yang Paulus sampaikan kepada jemaat Tuhan di Efesus ternyata masih sangat relevant hari-hari ini di dalam gereja Tuhan sekalipun. 

Hal-hal apa yang menandai anak-anak kekasih y-g menjadi penurut-penurut Allah? ‎Mereka hidup "...di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah..."

Bagaimana umat Tuhan bisa hidup di dalam kasih? Sebab mereka telah menyerahkan dirinya sendiri sama seperti Kristus menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang harum bagi Allah. Inilah kunci rahasia hidup di dalam kasih.

Secara sederhana, seorang suami untuk sungguh-sungguh bisa hidup mengasihi istrinya, tidak menceburkan diri ke dalam percabulan dan persundalan, kita, saya termaksud, harus rela menyerahkan hidup kita demi istri kita sbg 'KORBAN' yang berbau harum... 
---> Sejujurnya, setelah kita menikah sekian tahun, seberapa cantik dan luar biasanya istri kita, ada waktu waktu dimana seorang suami yang adalah hamba Tuhan sekalipun, akan mengalami masa masa jenuh dan bisa saja tergoda oleh kehadiran wanita lain dihidupnya. Kalau semua kita mau jujur, setiap kita akan mengalami masa masa itu... tapi bedanya, ada yang menyangkal keinginan dagingnya dan ada juga yang mengikuti keinginan dagingnya. Bagaimana kita dapat menyangkal keinginan daging kita agar tdk jatuh ke dalam percabulan dan kecemaran? Tanamkan di dalam hati dan pikiran kita masing-masing bahwa saya untuk berkenan kepada Tuhan dan demi menguduskan pernikahan saya sendiri, saya harus dan bersedia dgn rela untuk menjadi korban... sekalipun saya memiliki kesempatan, sekalipun hati saya sangat tergoda, sekalipun hal ini adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, tapi karena saya sudah beristri, saya lebih memilih untuk mati dari pada jatuh ke dalam kecemaran. Bukankah ini yang dikatakan oleh Efesus 5:25 : "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya..." Bagaimana Kristus mengasihi jemaat-Nya? Dia mati bagi jemaat-Nya... Beberapa tahun silam saya pernah bermimpi, di dalam mimpi tersebut, saya bertemu dengan seorang wanita yang baru selesai berenang di pantai dan wanita tsb tersenyum kepada saya begitu rupa seperti yang tidak pernah saya jumpai di dalam hidup sebelumnya. Wanita itu hampir seperti malaikat yang begitu sempurna,... dan hati saya sangat tergoda, lalu kaki saya mulai melangkah mendekatinya... ketika saya hanya beberapa meter dekat dengan wanita tersebut, tiba-tiba ada kekuatan suara lain yang mendorong ayat untuk berkata, 'cabut nyawa saya sekarang Tuhan!....' Lalu saya terbangun dengan sangat ketakutan...

Saya renungkan begitu lama, dan saya bertanya kepada diri saya sendiri, bagaimana jika hal itu benar benar terjadi? Beranikah saya mati demi menjaga keutuhan dan kekudusan pernikahan? Saudaraku, pagi ini Tuhan mau kita mematikan keinginan daging kita untuk berbuat cabul dan cemar, demi mempersembahkan korban yang berbau harum... Relakah kita menyerahkan hal itu sbg hadiah Natal tahun ini?

 Bukan hanya percabulan dan kecemaran yang dikatakan Firman Tuhan, tapi keserakahan juga sangat diperhatikan oleh TUHAN. Semua kita ingin memiliki lebih, seorang John D Rockefeller , orang terkaya di America saat itu, begitu kayanya tapi masih begitu rakusnya, sampai ketika ditanya oleh seorang wartawan, berapa banyak lagi harta yang engkau ingini? Rockefeller berkata: 'just a little bit more... sedikit lagi saja...' Berapa banyak 'sedikit lagi'? Belajarlah utk berkata 'CUKUP ' untuk bisa mengucap syukur?... Jangan halalkan segala cara untuk mendapatkan 'sedikit lagi...' Persembahkan ucapan syukur dengan rasa cukup di hari Natal ini sebagai hadiah bagi TUHAN dan Allah kita,... 2 hadiah ini, kematian kedagingan dan ucapan syukur karena rasa cukup adalah hadiah yang berbau harum bagi TUHAN kita... Mari Persembahkan 2 hal itu kepada Raja yang telah lahir di Bethlehem...

Embrace the King of kings... for Grace leads back to the first love

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-14 03:20:04

Rabu 13 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
Efesus 4:1 "...  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu..."
Ephesians 4:1 (ISVN)  "...I, therefore, the prisoner of the Lord, urge you to live in a way that is worthy of the calling to which you have been called,"
Mark Twain berkata, 'ada dua hari penting di dalam hidup manusia, hari dimana dia dilahirkan, dan hari dimana dia menemukan alasannya...'
Tepat sekali hal itu, namun sayangnya tidak semua orang sadar dan mengerti alasan mengapa dia ada di bumi ini, khususnya dibangsa dimana dia ditempatkan, dikota dimana dia tinggal, dikomunitas dimana dia hidup, dan dikeluarga dimana dia menjadi bagian di dalamnya...
Namun yang lebih fatal adalah keadaan manusia ketika dia sudah tahu betul tujuan hidupnya namun dia tidak berjalan sesuai dengan tujuan hidupnya, inilah orang yang paling merana dibumi.
Ada satu film kartoon Disney yang berjudul 'Lady and the tramp - atau Lady dan pengembara'. Film ini mengisahkan tentang perjalanan anjing peliharaan rumah yang bernama Darling, the Lady, dalam kesesatannya, Lady bertemu dengan anjing liar sang pengembara, the Tramp. Sifat kharakter Lady dan the Tramp sangat berbeda, ada satu episode, dimana mereka berdua sedang berdiri di atas bukit, memandang kearah kota dimana Lady tinggal di dalamnya, lalu Tramp berkata, 'coba lihat, sekarang kita hidup tanpa ada pagar disekeliling kita... kita bisa pergi kemana saja dengan bebas dan melompat, melakukan apa saja sesuka hati kita,... lalu Lady dengan bingung dan takut berkata: 'tapi kita ini seekor anjing... siapa yang akan menjaga rumah dan anak tuan kita?'

---> percakapan yang sangat sederhana, tapi bermakna sangat dalam. Tramp memang seekor anjing liar, dia bisa kemana saja dia mau, dia bisa mendapatkan apa saja yang dia suka, dia juga tahu tujuan hidupnya, tapi dia sampai saat itu, memilih untuk tidak hidup menghidupi tujuannya.... Lady mungkin hidup dengan dibatasi pagar, dia tidak hidup sebebas Tramp, tapi Lady bukan hanya tahu tujuan hidupnya, dia dengan rela dan sadar menjalani tujuan hidupnya, menghidupi tujuan hidupnya. Itulah yang Paulus nasehatkan kepads jemaat di Efesus, dan yang juga berlaku bagi kita semua pagi ini, "...  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, SUPAYA HIDUPMU SEBAGAI ORANG-ORANG YANG TELAH DIPANGGIL BERPADANAN DENGAN PANGGILAN ITU ..."
Bukankah tanpa sadar duniapun sebenarnya mengharapkan demikian, seorang guru sepantasnyalah hidup seperti layaknya seorang guru, menjadi contoh dan teladan bagi murid-murid-nya, seorang ayah, hiduplah sebagai panutan dan bersikap seperti layaknya seorang papah, demikian juga seorang mamah, seorang pemimpin dll. Lalu bagaimana dengan seorang hamba Tuhan? Bukankah sepantasnya kita hidup sama seoerti Kristus yang kita layani? Anak-anak Tuhan, bukankah sepantasnya kita mencerminkan kharakter Bapa di Surga? Jika engkau tahu tujuan hidupmu, namun menolak untuk menghidupi tujuan tersebut, pagi ini dengar dan perhatikan Firman Tuhan, kerinduan dan peringatan Tuhan bagi setiap kita agar dunia diselamatkan, agar nama Tuhan dihormati, sudah saatnya...HIDUPMU SEBAGAI ORANG-ORANG YANG TELAH DIPANGGIL BERPADANAN DENGAN PANGGILAN ITU ... supaya kita layak menyandang pangilan tersebut,.. worthy of the calling to which you have been called,"

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-13 01:53:05

Selasa 12 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 3:14-19 "...Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 
yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
Pelajaran penting pagi ini buat semua kita orang-orang beriman, yang setia berdoa dan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan mengimani doa-doa kita dengan sepenuh hati, perhatikan doa dan kerinduan hati Paulus yang juga adalah kerinduan yang keluar dari hati Tuhan : Efesus 3:16-17 "...Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih."
Kenapa iman kita harus berakar dan berdasar di dalam kasih? Bukankah iman itu saja sudah luar biasa? Iman itu menyelamatkan... iman itu menarik mujizat terjadi atas kita, lalu untuk apa iman kita itu harus berakar dan berdasar di dalam kasih?
‎Ada begitu banyak doa orang beriman tapi tidak berdasar dan berakar di dlam kasih. Yakobus 4:2-3 bahkan mengingatkan akan hal ini: "...Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu."
---> Coba kita jujur dan melihat kepada diri kita sendiri, berapa banyak doa-doa kita itu persis seperti yang Yakobus 4:3 katakan? Kita berdoa supaya diberkati, diberikan ini dan itu, semua hanya untuk memuaskan diri kita sendiri. Tidak sedikit bahkan gereja-gereja terjebak dalam kesalahan yang sama, hamba-hamba Tuhan berlomba-lomba mempertaruhkan iman percayanya, bermain main dengan hikmat kata-kata dan tanda-tanda mujizat untuk mengeruk kekayaan bagi dirinya sendiri, hindari orang-orang seperti ini, sekalipun mereka menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan hebat, sebab iman percayanya tidak berakar dan berdasar di dalam kasih!
Dengan demikian, barulah kita... " dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.... & supaya kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
 ‎‎Inilah yang banyak hilang dari antara anak-anak Tuhan hari-hari ini, kita tidak dapat mengenal kasih Tuhan di dalam sepenuh kepenuhan Allah, sebab hati dan pikiran kita bercabang. Satu test sederhana, jika engkau diperhadapkan kepada UNTUNG BESAR tapi harus menyimpang dari tujuan Tuhan di dalam hidupmu, akankah engkau justify dirimu sendiri untuk mengambil UNTUNG BESAR itu? 
Atau jika engkau akan menerima kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang sudah lama engkau idam-idamkan, atau yang terlalu manis untuk dilepaskan, tapi hal itu akan merugikan orang lain, contoh sederhananya, jika hatimu terpikat kepada keuntungan atau kepada seorang wanita tapi dia bukan istrimu, mengambil keuntungan tersebut atau menjamah wanita tersebut akan membuat orang lain dirugikan dan terhianati, minimal istrimu akan terhianati, adalakah engkau terus melangkah dan membiarkan kakimu maju terus, juga tanganmu menjamah sesuatu yang bukan hakmu atau milikmu?
Hal hal sederhana itu membuat kita tidak pernah dapat mengenal kepenuhan kasih Allah sebab hati dan pikiran kita penuh dengan kerakusan dan keinginan diri sendiri... kita bahkan merohanikan semua itu dgn membawanya dalam doa-doa kita. Ada terlalu banyak contoh memalukan yg membuat hidup anak-anak Tuhan menjadi batu sandungan bagi orang lain, sebab iman percaya kita tdk berakar dan berdasar dlm kasih...
Jika iman kita berdasar dan berakan di dalam kasih, maka pastilah kita akan melihat perbedaan, bedanya adalah "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." ( 1 Korintus 13:4-10 )  
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-12 02:08:35

Senin 11Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 2:19-22 "...Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 
Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh..."
‎Kehidupan anak-anak Tuhan atau gereja Tuhan, seharusnyalah menggenapi dan dibangun diatas dasar yang dijelaskan oleh Paulus kepada jemaat di Efesus di atas. Coba perhatikan kebenaran ini:

1. Kehidupan anak-anak Tuhan yang sehat dan mau bertumbuh haruslah dibangun dengan kesadaran penuh bahwa kita membutuhkan persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Perhatikan sekali lagi ayat 19 di atas:
 "...Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,..."

Tidak akan pernah ada kehidupan kekristenan yang sehat dan kuat tanpa didahului oleh satu persekutuan diantara saudara-saudara seiman, atau yang disebut oleh Paulus sebagai 'kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah...', sekalipun memang benar bahwa akan ada waktunya dimana kita sebagai anak Tuhan harus berdiri sendiri hanya bersama Tuhan melewati masalah yang Tuhan sedang kerjakan di hidup kita, tapi pada umumnya, kekristenan yang kuat dan stabil itu sangat membutuhkan persekutuan diantara saudara-saudara seiman.
Di dalam persekutuan orang-orang percaya itulah, kharakter Illahi akan mulai dibentuk, kita akan merasa sepenanggungan, memiliki dan merasakan beban ‎yang juga dirasakan oleh saudara-saudara kita di dalam persekutuan orang-orang yang diselamatkan. Keperdulian diantara anak-anak Tuhan inilah yang menjadi rahasia kekuatan Gereja Tuhan yang tidak mampu dimengerti oleh musuh...
Pada awal awal penyiksaan hamba-hamba Tuhan di gereja bawah tanah di China, tentara komunis menangkap para hamba-hamba Tuhan gereja bawah tanah itu dan membiarkan mereka melihat satu sama lain yang telah terlebih dahulu ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara, namun mereka sama sekali tidak dibiarkan bertemu satu sama lain... di dalam pengasingan selama beberapa waktu, mereka di cuci otak dengan dikatakan kepada masing-masing mereka bahwa informasi tuduhan kepada mereka masing-masing itu diterima oleh agent rahasia China dari saudara mereka yang lain-nya. Misalnya kepada si A dikatakan semua tuduhan itu didapatkan dari si B, lalu kepada si B dikatakan bahwa semua tuduhan itu diterima lewat‎ si C, dan begitu seterusnya, sehingga mereka merasakan telah dihianati oleh satu sama lain... hal ini terus menerus secara bertubi tubi dilontarkan kepada mereka, sehingga mereka dibiarkan untuk merasa kecewa dan dihianati oleh sesama hamba-hamba Tuhan yang lain...
Betapa kagetnya para tentara komunis ketika mereka semua akhirnya dipertemukan, tentara komunis China berpikir bahwa hal pertama yang akan mereka lakukan satu sama lain ketika akhirnya mereka dipertemukan adalah mereka akan baku hantam dan saling tuding diantara mereka, namun itu tidak terjadi, justru hal pertama ysng mereka lakukan adalah, mereka saling berpelukan dan menangis bahagia sebab bisa bertemu saudara seiman sekali lagi... mereka saling menopang, saling memperhatikan, mereka malah menanyakan tentang keluarga masing-masing, jemaat Tuhan masing-masing... Sama sekali tidak ada yang mengubris perkataan tentara komunis China yang beberapa waktu lamanya menanamkan kebencian terhadap satu sama lain...

Terbukti bahwa siasat jahat manusia tidaj mampu memecahkan persekutuan diantara tubuh Kristus di China, sebab persekutuan tubuh Kristus itu lebih kuat dan siasat jahat iblis. Semua kita perlu 'fellowship' dgn sesama tubuh Kristus, tahukah saudara apa arti kata fellowship? 'two or more fellows in one ship - dua atau tiga orang didlm satu perahu' itulah arti kata fellowship. 

2. ‎Kehidupan Kekristenan yang kuat dan kokoh harus dan mutlak harus dibangun diatas dasar Kristus! Coba perhatikan ayat 20 & 21 diatas: dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan."
Tapi apakah selalu dan semua demikian? Kenyataannya, sangat menyedihkan untuk dikatakan bahwa tidak semua pelayanan, kehidupan anak-anak Tuhan dibangun di atas dasar Kristus! Ada yang dibangun di atas kepentingan-kepentingan terselubung, itu sebabnya mudah terbakar dan habis lenyap... 

3.‎ Ada satu otoritas yg mutlak berkuasa, yaitu Roh Kudus didlm hidup dan persekutuan orang-orang percaya. Ayat 22 berkata:
‎"Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh..." Namun kembali sekali lagi saya ingin tegaskan, benarkah demikian? Billy Graham pernah berkata, 'jika Roh Kudus diangkat hari ini, ada lebih dari 80% gereja dan pelayanan yang akan tetap berjalan tanpa ada bedanya...' Bukankah itu menakutkan? Bagaimana dengan kita sendiri secara pribadi, jika setelah mendukakan Roh Kudus dengan secara sengaja berbuat dosa, kita masih tetap nyaman dan biasa saja menyembah Tuhan, melayani Tuhan, jangan jangan kita termaksud yg 80% lebih itu yg dikatakan oleh Billy Graham?...
‎Saudaraku, dlm hal inilah, kita perlu Roh takut akan Tuhan, supaya setiap kali kita keliru, damai sejahtera Tuhan akan berbicara mengingatkan kita. Orang-orang yang takut akan Tuhan, bukan hanya terhindar dari dosa, mereka bahkan tidak berbuat dosa lagi... bukankah itu Firman Tuhan melalui Musa: Keluaran 20:20 "Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud SUPAYA TAKUT AKAN TUHAN ADA PADAMU, AGAR KAMU JGN BERBUAT DOSA..."
‎Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-11 02:50:07

Jumat 08 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 1:3-4 "...Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.‎"

‎Apa arti atau bukti bahwa kita sungguh-sungguh telah menerima Grace atau kasih karunia Allah dan tidak sedang menyia-nyiakan atau melemparkan begitu saja seperti sampah semua kasih karunia Allah yang sudah kita terima? 

Coba renungkan beberapa kejadian yang sempat dicatat di ke empat Injil untuk kita fahami:

- Di pinggir kolam Bethesda, Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang sudah 38 tahun menjadi lumpuh. Tidak mungkin lagi dipulihkan,  kemudian kasih karunia turun atasnya, dan Yesus berkata:
‎Yohanes 5:8, 14 "...Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

- ‎Dalam perjalanan ke bukit Zaitun, Yesus dipertemukan oleh seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Menurut hukum Taurat, dia harus mati dirajam... kemudian kasih karunia turun atasnya, dan Yesus berkata: Yohanes 8:10-11 "Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Sepertinya kata-kata inilah yang selalu ada di pikiran dan hati Yesus setelah Dia memberikan kasih karunia yang sesungguhnya tidak layak kita terima: 'pergi dan jangan berbuat dosa lagi...' Itulah juga menjadi bukti bahwa kita telah menerima dan tidak sedang menyia-nyiakan kasih karunia yang Tuhan sudah berikan,... anugrahkan bagi kita. Hal itu juga yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Efesus sbg tujuan Tuhan atas semua kebaikan dan anugrah-Nya, "...Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.‎"

Menjadi kudus dan tidak bercacat dihadapan-Nya adalah impian Tuhan bagi setiap kita, bahkan hal itu merupakan tuntutan Tuhan bagi setiap kita yang sudah menerima kasih karunia-Nya, tapi mungkinkah manusia menjadi kudus dan tidak bercacat dihadapan-Nya? Pertanyaan yang lebih tepat adalah, jika itu merupakan kehendak Tuhan, Dia pasti akan memampukan kita untuk menjadi kudus...

Bagian kita adalah berdoa minta kekuatan Tuhan untuk kita bisa menjadi kudus dan tidak bercacat, lalu juga kita harus belajar untuk menyangkal kedagingan kita sendiri. Yang sering terjadi adalah anak-anak Tuhan yang bolak balik jatuh kembali kepada dosa yang lama, entah itu perzinahan, kerakusan, perseteruan, kemabukan dll, mereka memutuskan dan sungguh-sungguh percaya bahwa mereka tidak mungkin berubah, sehingga mereka terus saja hidup didlm dosa. Kita perlu belajar untuk percaya dan sepakat dengan Tuhan sendiri, jika Dia berani berkata: 'go and sin no more, pergi dan jangan berbuat dosa lagi,...' sepakati perkataan Tuhan itu... aminkan yang Yesus katakan, dan minta Roh Kudus bimbing dan bantu kita melangkah pergi dengan tidak berbuat dosa lagi... dengan demikia, kita sedang menggenapi tujuan Tuhan atas hidup kita...

Greetings from Lampung
Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-08 01:43:38

Kamis 07 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Galatia 4:22-26, 28-30 "...Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 
Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --
Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab — dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 
Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 
Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 
Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."

Kepada jemaat di Galatia, Paulus menasehati bagaimana agar jemaat jemaat Tuhan disana dapat hidup untuk menggenapi semua janji janji Tuhan. Paulus menggunakan kiasan tentang 2 anak-anak Abraham, yaitu Ismael dan Ishak. Yang satu adalah Anak yang diperanakan dan lahir lewat daging atau kedagingan, yaitu Ismael, dan yang lain adalah anak yang dilahirkan karena janji, yaitu Ishak.‎ Anak yang dilahirkan lewat kedagingan adalah anak yang dikandung di rahim perhambaan yaitu Hagar, sedangkan anak yang dilahirkan lewat janji adalah anak yang dikandung oleh istri yang adalah buah dari satu 'ikat janji' dihadapan Tuhan, yaitu pernikahan.

Ketika kedua anak itu mulai bertumbuh bersama, sering terjadi percekcokan diantara keduanya, yang satu melawan yang lain... sampai pada akhirnya, Sara, ibu dari anak hasil sebuah ikat janji berkata: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." Sekali lagi, ini adalah lukisan atau kiasan yang Paulus gunakan bukan secara lahiriah, tapi untuk menggambarkan kehidupan kerohanian. Ibu sebuah ikat janji berkata: 'usirlah kedagingan dan buah kedagingan itu... sebab jika tidak demikian, maka kedagingan dan buah kedagingan itu akan merusak bahkan menghancurkan HAK WARIS dari sebuah ikat janji...' Itulah sebenarnya isi perkataan Paulus diatas.

Coba ‎ bayangkan dan applikasikan kepada hidup kita masing-masing, setiap pribadi diantara kita sudah menerima sebuah janji dari hasil pernikahan antara pemilik janji yaitu Tuhan sendiri dan kita. Roh TUHAN adalah buah janji itu didlm hidup kita,... tapi seringkali, secara bersamaan, ada kedagingan yang masih bekerja sekuat tenaga untuk sama sama hidup di dalam kita. Buah buah kedagingan itu seperti yang Firman Tuhan katakan:  "...Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah..." ( Galatia 5:19-21)
---> Bukankah buah buah kedagingan itu masih sangat semarak di dalam geraja Tuhan sekalipun? Terkadang walaupun memalukan, tidak sedikit percabulan masih ada diantara anak anak Tuhan,... iri hati, kemabukan, egois,... bukankah semua itu bukti bahwa anak daging masih bersama sama hidup satu rumah dengan anak ikat janji? Siapa yang bertanggung jawab? Siapa yg harus bertindak? 

SAYA SENDIRI YG HARUS BERTINDAK DAN MENGUSIR KEDAGINGAN!!!

Jangan biarkan kedagingan dan Roh TUHAN hidup bersamaan di dalam kita, supaya kedagingan dan buah buahnya tidak merusak dan menghancurkan janji Tuhan bagi kita...
Itulah pesan Firman Tuhan pagi ini...

Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love 
Jesus love

dibuat pada : 2017-12-07 02:15:46

Rabu 06 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Galatia 2:1-2, 9 "...Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Titus pun kubawa juga.
Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi — dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang —, supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 
Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat..."

Jika kita melihat dari judul yg diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia untuk Galatia 2 ini, kita akan menemukan judul yang berkata: 'Paulus diakui oleh‎ para Rasul'. Apa sesungguhnya yang diupayakan oleh Paulus sehingga akhirnya dia diakui oleh para rasul-rasul yang lain? Berapa lama Paulus berjuang hingga akhirnya dia diakui dan diterima oleh para rasul pada waktu itu?

Ayat pertama dari Kitab Galatia 2 berkata:  "...Kemudian setelah lewat empat belas tahun,..."‎ 
Kemudian ayat 9 berkata: " Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat..."

Coba bayangkan, demi untuk satu kebenaran yang Tuhan ingin Paulus kerjakan, yaitu untuk menyatakan Kasih Tuhan kepada orang-orang bukan Yahudi‎, Paulus harus menerima penolakan bahkan dari dalam kalangan para rasul sendiri... hingga setelah 14 tahun kemudian, barulah para rasul melihat dan menjadi yakin atas apa yang Tuhan ingin kerjakan bagi mereka saat itu.

Inilah satu kebenaran yang perlu kita fahami dan benar-benar kita juga alami. Terkadang untuk satu kebenaran sekalipun, kita perlu melewati kurun waktu yang cukup panjang untuk dapat diterima dan diakui oleh orang-orang lain disekitar kita.‎ Paulus tahu persis dan begitu yakin akan panggilan Tuhan bagi dirinya. Paulus berjuang untuk keselamatan orang-orang yang bukan Yahudi, dan tugas ini dia terima dari Tuhan sendiri, tapi untuk tugas semulia inipun, dia tidak langsung diterima dan diakui oleh para rasul-rasul yang lain... diperlukan waktu 14 tahun sampai dia benar-benar diterima dan diakui panggilan-nya.Yang menarik untuk kita tiru adalah, Paulus tidak berjuang untuk mendapatkan pengakuan tersebut, tapi dia tanpa mengenal lelah, berjuang untuk tugas dan panggilan tersebut... itulah yang berbeda dengan kita hari-hari ini. Kita lebih banyak berjuang untuk mempromosikan dan membela diri sendiri, tapi kita santai atau sama sekali tidak berjuang untuk tugas dan visi yang Tuhan berikan kepada kita, bukankah benar seperti itu adanya pada kita? 

Jika hari-hari ini kita menjadi kecewa dan bahkan frustasi karena kemurnian hatimu tidak diterima atau tidak diakui oleh orang-orang disekitarmu, jangan kecewa, memang untuk sesuatu yang mulia, dibutuhkan waktu untuk menilai kemurniannya... ‎sebaliknya jika engkau terlalu cepat untuk dipuji dan diberi sambutan yang meriah, seringkali yang seperti itu adalah entah palsu atau ada niat busuk dibaliknya.

Biarkan tangan Tuhan yang bekerja dan membentuk hidup kita... bersabar jika kita harus menghadapi penolakan sekalipun, Tuhan tidak buta,... Tuhan tidak tuli,... pada waktunya Tuhan, orang-orang lain akan dicelikan untuk melihat penyertaan dan keberpihakan Tuhan kepada kita. Tetap sabar dan tetap setia...

Embrace His Grace,... for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-06 02:04:50