Morning Dew

Rabu 25 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 14:11-20 "Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. 
Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. 
Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
"Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 
Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, 
namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan." 
Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.
Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. 
Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe..."

Ada dua hal penting yg kita bisa belajar dari kehidupan dan pelayanan Paulus dan Barnabas di Likaonia diatas:

1. Jika iblis tidak sanggup untuk menghancurkan hidup anak-anak Tuhan, maka sebaliknya iblis akan mendorong hidup anak-anak Tuhan untuk mencapai sukses setinggi-tingginya, itulah keadaan yang rawan dan sangat-sangat berbahaya bagi hidup anak-anak Tuhan. Ketika pelayanan Paulus dan Barnabas berkali kali ditekan namun tidak berhasil dibungkam, kemudian ada waktu dimana pelayanan dan hidup mereka mencapai titik puncaknya, dimana mujizat demi mujizat terjadi dan semakin berdampak, ‎orang lumpuh sembuh dan berjalan... maka seluruh penduduk kota Likaonia menjadi takjub dan terkagum kagum kepada Paulus dan Barnabas, mereka bahkan menganggap keduanya adalah penjelmaan dewa-dewa, yaitu dewa Hermes dan dew Zeus... Kedua nya menerima penghormatan yang tidak wajar dan tidak layak diterima oleh manusia,... keduanya menerima upeti dan persembahan yang seharusnya hanya layak diterima oleh Tuhan sendiri... Pada saat-saat seperti ini, ada terlalu banyak hamba-hamba Tuhan yang tergelincir mencicipi bahkan ketagihan terhadap kemuliaan yang bukan milik dan haknya!!! Hati hatilah dengan jebakkan iblis yang satu ini, jika iblis tidak berhasil menghancurkanmu atau membuang engkau hingga hancur berantakan kebawah, maka dia akan mendorong engkau jauh keatas sampai engkau ‎lupa daratan dan terlalu mabuk dengan keberhasilan... Syukur kepada Tuhan, inilah yang tidak terjadi buat Paulus dan Barnabas, secepat kilat mereka sadar bahwa hal ini adalah penyesatan yang akan menghancurkan dirinya jika mereka tidak berhati hati dan menikmati kemuliaan yang hanya berhak untuk Tuhan...
---> keberhasilan dan kesuksesan itu baik, tapi jika keberhasilan dan kesuksesan dlm bentuk apapun yang akan membuat engkau bangga terhadap dirimu sendiri atau bahkan menjauhkan engkau dari Tuhan, pasti itu bukan keberhasilan yang Tuhan berikan, tinggalkan hal itu...

2. Jangan cepat puas dengan pujian dan penyanjungan, karena pada umumnya orang-orang yang terlalu mengagungkan dirimu itu adalah alat iblis untuk menghancurkanmu. Sebagai hamba Tuhan, berkali kali saya temukan hal ini menjadi kebenaran yang sungguh benar, ada orang-orang tertentu yang begitu 'seakan diberkati' lewat pelayanan atau hidup saya, kemudian orang-orang tersebut memuji muji saya terlalu berlebihan atau terlalu banyak, lama setelah itu orang-orang yang sama telah menjadi orang-orang yang begitu gencar menyebarkan fitnah dan penyalur khabar busuk untuk menghancurkan hidup saya, dan hal itu saya alami sendiri, bukan dari pengalaman orang lain. Sama seperti penduduk kota Likaonia, mereka menyebut Paulus dan Barnabas sbg Hermes dan Zeus, mereka membawa persembahan lembu sapi seperti layaknya dibawa kepada Tuhan, mereka membungkuk dan menyembah, menjilat kepada Paulus dan Barnabas, tapi kemudian, ‎ayat 19 berkata:

‎"...Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. " 

---> Ketika ada orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium datang membujuk mereka, tiba-tiba mereka langsung berbalik dan merajam Paulus dan Barnabas...

Pelajaran penting yg kedua sebenarnya berkata begini: JANGAN CEPAT Ge Er... hati-hati dengan penjilat dan menjilatimu seperti Tuhan, sebab cinta penjilat itu ada niat busuk dibaliknya,... Kembalikan hormat dan pujian hanya kepada Tuhan saja.

Inilah 2 perkara yang Tuhan ingatkan kita kita pagi ini, peka terhadap keberhasilan dan kesuksesan, tidak semua keberhasilan adalah dari TUHAN, sama seperti tidak semua yang Kuning panjang itu pasti pisang, sebab ada juga yang Kuning panjang yg terapung di sungai ternyata bukan pisang...

Kedua, jangan Ge Er... jangan mudah tersanjung apalagi haus akan sanjungan... kembalikan hormat dan kemuliaan kepada Tuhan sendiri, rendahkan hatimu.


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-25 01:40:34

Selasa 24 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
Kisah Para Rasul 13:36 a "...Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya,..."
Acts 13:36 a (KJV)  "For David, after he had served his own generation by the will of God, fell on sleep, and was laid unto his fathers,..."

‎Ayat diatas adalah salah satu ayat favourite saya yang menjadi inspirasi dan yang panutan atau yang menjadi tujuan dan yang menuntun hidup saya pribadi... betapa agung dan mulianya jika hidup kita dapat disebut orang lain atau bahkan oleh Tuhan sendiri yang menyatakan-nya bahwa sama seperti Daud, hidupnya hanya untuk memenuhi kehendak Allah. 

Coba perhatikan ayat di atas sekali lagi, KJV dengan tepat mengatakannya dan seharusnya diterjemahkan demikian: "...Sebab bagi Daud setelah ia melayani zamannya atau generasinya dengan kehendak Allah, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya,..."
‎---> dengan kata lain, seluruh hidup Daud pada masa atau zaman dimana dia hidup, hanyalah sekedar dikerjakan-nya untuk melayani manusia di zamannya tersebut dengan melakukan kehendak Allah,... Mengertikah saudara akan hal tersebut ? Apa yang mungkin lebih mulia dari pada semua itu? Saya bisa saja berkotbah dan keliling dunia untuk berkotbah puluhan ribu kali seumur hidup saya tapi belum tentu saya sedang melayani manusia di zaman saya dengan kehendak Tuhan... Inilah yang perlu kita pikirkan dan renungkan bersama pagi ini.

Kehendak Tuhan secara specific untuk masing masing kita mungkin berbeda-beda, tapi tujuan-Nya pasti sama, yaitu untuk kemuliaan-Nya dan untuk menjadi berkat buat orang lain. Untuk kehendak Tuhan bagi dirinya pada zamannya itulah yang Daud telah hidupi dan dia hidup hanya untuk memenuhi tujuan Tuhan tersebut... Daud menjadi raja, dia kerjakan dengan sepenuh hati untuk memimpin umat Tuhan lebih dekat kepada Tuhan... Daud menjadi pahlawan, dia kerjakan untuk melindungi dan membela umat-Nya, Daud menjadi bawahan Saul, dia lakukan dengan setia, tanpa rasa pahit dan kecewa, berkali-kali dia memiliki kesempatan untuk membalas, tapi tidak dia lakukan, sebab dia sedang mengerjakan kehendak Allah yaitu untuk melayani generasinya dengan tujuan dan kehendak Allah.

Apa yang ada padamu saat-saat itu?.... Kemampuan dan kapasistas apa yang engkau miliki? Adakah semua itu engkau gunakan untuk melayani generasimu dengan kehendak Allah, atau sekedar kita hambur hamburkan untuk memuaskan diri sendiri? Inilah bedanya Daud dengan Salomo....
- Daud tidak seberhikmat Salomo, tapi Daud menuntun lebih banyak orang untuk datang dan memuliakan Tuhan, Daud bahkan bisa mempertahankan kerajaannya berturut-turut bahkan lama setelah dia sudah mati...

- Daud tidak sekaya Salomo, tapi Daud masih bisa meninggalkan warisan bagi anak anaknya, Salomo setelah mati, kerajaannya hancur sebab rakyat tersiksa akibat pajak yang terlalu besar yang menekan mereka... Daud mempersiapkan semua kebutuhan untuk pembangunan bait Allah dari uangnya sendiri, Salomo harus bergantung kepada upeti dan pemberian orang lain...

Inilah hidup yang berdampak... Bukan seberapa banyak yang engkau punyai, tapi seberapa yang engkau rela bagi... itulah cara Daud melayani generasinya dengan kehendak Allah.

Jesus loves you and so do I 
Greetings from Solo

dibuat pada : 2017-10-24 09:53:22

Senin 23 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 10:34-36 "...Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang..."

‎Pada waktu itu, jika kita melihat ayat-ayat sebelumnya, Petrus sebagai orang Yahudi yang terdidik dalam lingkungan dan pengajaran agama Yahudi, melihat satu penglihatan sampai 3 kali berturut-turut, yaitu sejumlah binatang-binatang bermacam-macam yang dikenal sebagai binatang yang tidak Kosher atau tidak halal... tapi Tuhan memerintahkan Petrus untuk menyembelihnya dan memakannya, dan hal itu ditolak oleh Petrus sebab dia tidak pernah memakan binatang yang tidak Kosher menurut ajaran agama Yahudi. Dari pernyataan dan penglihatan tersebut, ketika baru saja dia selesai menerima penglihatan tersebut, diluar sana ada tamu yang ingin menjemput dia untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada Kornelius seorang yang bukan orang Yahudi dan ia berasal dari Kaisarea, tapi hati Kornelius benar dan dia mencari TUHAN dgn segenap hati, namun saat itu, karena pengertian yang keliru, tidak ada satupun dari Rasul-Rasul yang rela melangkah mengajarkan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi, sehingga berita penting tersebut tidak sampai kepada bangsa-bangsa lain, dan untuk pertama kalinya Tuhan harus menyatakan kehendak-Nya melalui penglihatan kepada Petrus.

Inilah pesan dan hati Tuhan... bangsa kita berkali kali di goyang dgn propaganda yang bersifat rasis dan memecah belah. Bahkan baru beberapa hari lalu, gubernur yang baru juga terjebak dengan pernyataan yang bukan-nya mempersatukan keutuhan bangsa, malah mengotak ngotakan masyarakat menurut ras dan latar belakang masing-masing...

Saya harus katakan, semua itu bukan Alkitabiah... jika engkau dan saya menyebut diri sbg pengikut Kristus, maka keselamatan itu milik semua orang dari semua bangsa dan semua suku atau ras... sebab tidak seorangpun dapat memilih dari suku mana di bangsa mana dia mau dilahirkan... semua itu ditentukan oleh TUHAN sendiri, dan ketika kita menyatakan yang satu lebih baik dari yang lainnya, itulah bentuk penolakan terhadap Firman Tuhan. Tapi tanpa sadar kita anak-anak Tuhan juga sering keliru dalam hal ini, kita terlalu mengagung agungkan pribadi tertentu seakan akan menjadi pengganti Tuhan dan tentu hal tersebut sejujurnya adalah bentuk predujice yang terselubung. Contohnya, saya mendengar kotbah yang isinya 100% tentang Ahok dan bukan Kristus. Seandainya saya petobat baru, mungkin saya akan berfikir bahwa Ahok adalah juru selamat yang baru. Mengagumi manusia itu baik, tapi jangan menyalakan kebencian yang hanya akan merobek robek kebenaran Firman Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, mari kita bertumbuh dan bertambah dewasa, berdoa untuk bangsa ini yang lama terpecah pecah, dan dimulai dari kita anak anak Tuhan yang menerima orang-orang lain sebab merekapun diciptakan sesuai dengan peta dan teladan Kristus, itulah isi dari Perjanjian Baru... keselamatan bagi semua bangsa...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-23 00:35:23

Kamis 19 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 5:34-42 "...Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!
Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.
Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.
Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.
Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias..."

Inilah nasehat hikmat Tuhan yang Tuhan nyatakan melalui Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat di hormati:
"...Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." 
---> Dengan pemahaman seperti ini, persatuan gereja geraja dan para hamba hamba Tuhan akan langgeng, sebab tidak ada yang harus saling tuding, 'ini sesat... itu sesat...' biarkan saja dan tidak perlu kita hakimi, sebab jika bukan dari Tuhan, semua yang dibangun itu toh akan hancur sendiri, sebab TUHAN pasti bela gereja-Nya bukan menara babel.

Tapi pelajaran yang sangat penting yg perlu kita pelajari dan tiru disini adalah sikap hati para murid-murid-Tuhan, coba simak kembali ayat ayat ini:
Kisah Para Rasul 5:40-42 "...Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias."

---> Disesah, dipukuli, diancam, tapi murid-murid-Nya pulang 'dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita karena Nama Tuhan...' Sadarkah saudara akan betapa mulianya hati para murid-murid-Tuhan itu? 

Berapa sering kita karena memilih untuk hidup benar, hidup jujur, tapi mengalami kerugian dan penderitaan, bagaimana sikap kita saat itu? Sungguhkah kita 'gembira dan bersykur' karena dianggap layak menderita? Atau bertanya tanya: 'kenapa jadi begini?...' 

Sikapi segala sesuatu yang kita hadapi dgn sikap hati yg benar, yaitu dengan penuh pengucapan syukur... Tuhan tetap memegang kendali hidupmu... jika Dia ijinkan engkau mengalami perkara perkara yang kurang baik sekalipun, Dia punya rencana indah yang mungkin saja tidak kita mengerti... jadi tetaplah bersyukur dengan hati yang penuh sukacita.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-19 00:44:05

Rabu 18 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 4:5-14 "Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 
jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru.  
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya."

Petrus si pengecut yg tidak berani mengakui bahwa dirinya mengenal Yesus, tiba-tiba menjadi pribadi yang berbeda...‎ ayat 13 diatas menerangkan: 
"Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.‎"

Sudah mahkamah agama melihat sesuatu yang menakjubkan dari Petrus, yaitu ‎'kebranian-nya', dan mereka menjadi heran sebab mereka mengenal dia sebagai orang biasa dan tidak terpelajar.

Kita sering keliru memahami kata 'berani atau kebranian' atau dalam bahasa English disebut 'Courageous', sebagai kata yang konotasinya negative, atau seperti preman, atau bandit. Sebetulnya sama sekali bukan itu maksudnya, tapi courage atau kebranian disini berarti 'berani mengambil posisi sekalipun mengandung resiko!' itulah makna kata courage yang sebenarnya.

Petrus dan Yohanes tahu persis apa artinya jika mereka sampai bertabrakan dengan para imam dan pemuka agama Yahudi, mereka sudah melihat contoh belum lama lalu apa yang para imam dan pemuka agama Yahudi mampu lakukan terhadap nyawa mereka, disaat itulah mereka melihat sesuatu yg menakjubkan, yaitu kebranian orang biasa yang tidak terpelajar, tapi tahu persis menentukan posisi berpijak pada kebenaran...
Saat itulah, kembali sekali lagi perhatikan ayat 13: "Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.‎"
---> Orang lain akan mengenal kita sebagai pengikut Kristus bukan karena kehebatan kita berkotbah atau pakaian kita, tapi karena kebranian kita menentukan dimana kita berdiri...

‎Hidup kita akan selalu diperhadapkan kepada pilihan-pilihan, kekiri atau kekanan, lakukan ini atau itu atau tidak lakukan apa apa sama sekali, bantu atau tidak bantu, setuju atau tidak setuju, semua pilihan pilihan tersebut akan melukiskan posisi dimana kita berdiri... itu satu pilihan, dan dibutuhkan kebranian untuk mengambil posisi yang benar sesuai Firman Tuhan, tapi justru pada saat itulah orang lain akan melihat apakah engkau sungguh pengikut Kristus atau sekedar agamawi...

‎Biarkan Roh Kudus menguasai hati dan pikiran mu hari ini agar engkau tahu dimana harus berpijak...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-18 01:42:32

Selasa 17 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 3:1-9 "Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 
Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 
Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 
Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" 
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,..."

Ada satu peristiwa janggal yang terjadi  didepan pintu gerbang bait Allah yang bernama Gerbang Indah. Ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya, dan dia mengemis didepan pintu gerbang bait Allah. Ketika orang lumpuh tersebut bertemu dengan Petrus didepan pintu Gerbang Indah, dia memohon dan meminta sedekah (Kisah Rasul 3:3). Kemudian Petrus menatap mata orang lumpuh itu dan melepaskan mujizat kesembuhan baginya, lalu membimbing dan membantu orang lumpuh itu berdiri sampai dia mampu berdiri dan berjalan kian kemari sampai bahkan melompat lompat memuji Allah...

Inilah beberapa hal yang menjadi perenungan kita pagi ini:
1.‎ Sesuai dengan apa yang Firman Tuhan tuliskan di 1 Korintus 12, iman adalah salah satu karunia Roh Kudus, sama seperti karunia karunia yang lainnya, dan kita juga tahu karunia karunia itu adalah pemberian Allah bukan karena saya melakukan sesuatu atau baik dalam bidang sesuatu sehingga saya menerima 'upah' karunia karunia tersebut. Teramat sangat penting utk juga diingat bahwa karunia karunia itu diberikan Tuhan kepada pribadi tertentu untuk membangun jemaat, bukan untuk diri sendiri.
---> Orang lumpuh yang mengemis karena lumpuh sejak lahirnya tidak tahu bagaimana seharusnya beriman dan meminta yang benar, dia bahkan tidak berdoa minta kesembuhan, yang dia minta dari Petrus dan Yohanes adalah 'sedekah', tapi dengan cepat karena peka akan suara Roh Kudus, Petrus melepaskan kesembuhan kepadanya... Yang mengalami mujizat bahkan tidak minta mujizat tapi menerima mujizat karena orang yang memiliki karunia peka dan menggunakannya untuk kepentingan orang lain... Inilah rahasia pertama, sudahkah saudara dan saya menggunakan karunia yang Tuhan titipkan kepada kita untuk kepentingan orang lain?

2.‎ Mujizat terjadi ketika kita berani memberikan 'apa yang ada pada kita'. Itulah yang disebut hati yang rela. Jika saja Petrus tidak memiliki hati yang rela untuk melepaskan apa yang ada padanya, tidak akan mungkin terjadi mujizat didepan pintu Gerbang Indah pada hari itu... Ada begitu banyak kesempatan untuk mendatangkan mujizat hari-hari ini jika saja kita anak-anak Tuhan yang sudah dititipkan sesuatu oleh Tuhan rela melepaskannya untuk hormat dan kemuliaan nama TUHAN. 

3. Orang lumpuh itu tidak tiba-tiba melompat lompat dan memuliakan Allah, tapi Petrus dan Yohanes pertama-tama membungkuk dan menopang orang lumpuh tersebut, lalu memapah dan membuatnya berdiri, kemudia dia mulai berjalan dan saya bayangkan mungkin Petrus dan Yohanes berjaga-jaga disamping kiri dan kanannya kalau kalau orang lumpuh tersebut terpeleset jatuh sebab dia lumpuh sejak lahir, jadi harus belajar berjalan... sampai akhirnya dia bisa melompat-lompat dan memuliakan Allah...‎ Itulah pemuridan... Rela dituntun dan menuntun, rela membimbing dan dibimbing, rela menopang dan ditopang...

Itulah yang akan mendatangkan mujizat ditengah-tengah kita... mulailah lakukan ‎ke-3 step sederhana ini: Berdoa dan lepaskan karunia yang ada padamu untuk orang lain... Sekalipun mereka tidak mengerti dan tidak beriman, berdoa saja buat mereka... kemudian perlahan-lahan tuntun mereka untuk berjalan di dalam kebenaran... maka mujizat akan terjadi.


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-17 02:02:07

Senin 16 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Kisah Para Rasul 2:41-47 "...Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 
Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 
dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."

Saat peristiwa di atas dicatat, Yesus sudah mati disalibkan, para imam-imam dan ahli-ahli Taurat berfikir maka selesailah sudah ancaman dari Yesus terhadap posisi mereka didlm bait Allah... ‎tapi ternyata, 'Roh Yesus' itu tinggal dan hidup di hati para rasul-rasul, sehingga sekarang ada 11 orang yg berkata kata dgn berani seperti Yesus, berbicara dan membuat orang-orang bertobat seperti Yesus, coba perhatikan: 
Kisah Para Rasul 2:43-44 "... Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 
Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,..."
---> Kalau dulu sebelum Yesus disalibkan, hanya Yesus sendiri yang mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat, tapi sekarang ada 11 yang seperti Yesus...
Kalau dulu oleh pengajaran Yesus, hanya ada satu yaitu Yesus yg mengajar, tapi sekarang ada 11 yg menjadi pengajar seperti Yesus...

Bahkan lebih dasyat lagi, dulu hanya Yesus sendiri yang memecah mecahkan roti untuk dibagikan, coba lihat ini sekarang:
‎Kisah Para Rasul 2:41-42, 45-47 "...Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."
---> Kalau dulu hanya Yesus sendiri yang memecah mecahkan roti untuk dibagikan dan menjadi berkat buat orang lain, sekarang semua jemaat yg bertekun dalam pengajaran para Rasul juga melakukan persis seperti apa yang Yesus lakukan... mereka juga memecah-mecahkan roti mereka dan menjadi berkat buat orang lain.‎ Persis dan benarlah perkataan Firman Tuhan ini : Yohanes 12:24 "...Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."

Itulah dampak dari mereka yang sudah menerima Roh Kudus di hidupnya, mereka menjadi semakin mirip seperti Yesus.... berbicara seperti Yesus, memiliki hati seperti Yesus, berbagi seperti Yesus...

Bagaimana dengan saudara dan saya? Sudah berapa lama kita mengikut Yesus? Seberapa jauh kita mirip dengan Dia? Apakah semakin serupa atau semakin sama sekali tidak ada kemiripannya, bau baunya pun tidak ada?

Kekristenan sesungguhnya adalah menjadi semakin serupa seperti Dia...
‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-10-16 01:57:29

Jumat 13 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 21:1-6 "...Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 
Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 
Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan..."  

‎Ada satu pelajaran indah yang sangat berguna bagi setiap kita dari pengalaman Petrus yang sedang putus harapan... Ada waktu didlm hidup manusia ketika kita kehilangan semangat dan menghadapi jalan buntu, putus harapan,... Petrus berharap Yesus akan terus berada disampingnya, bahkan menjadi Raja Israel dan dengan demikian masa depan bangsa itu akan berubah, tapi tiba-tiba, ditengah jalan, semua harapan itu hancur dan sirna... Yesus yang sangat diharapkan menjadi Raja Israel sekarang sudah mati di salibkan, jalan keluar yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengerjakan hal-hal yang menjadi keahlian mereka, kembali kepada apa yang mereka paling kuasai, yaitu menangkap ikan...

Disinilah pelajaran yang sangat berguna bagi semua kita, diarea dimana kita kuat atau merasa kuat sekalipun, kita bisa gagal dan tidak berdaya sama sekali. Sama seperti Petrus, bukankah dia nelayan ulung? Tapi saat itu dia gagal total dan tidak dapat menangkap ikan seekorpun sampai siang hari atau sampai waktu untuk mungkin berhasil telah lewat... 
Terkadang Tuhan memang sengaja menunggu sampai waktu menurut ukuran manusia untuk mungkin berhasil telah lewat, tapi bukan berarti dia terlambat... ingat saat Lazarus sakit keras, Dia sengaja menunggu 2 hari lagi, sehingga waktu Dia tiba, Lazarus sudah 4 hari mati di dalam kubur, tapi Dia tidak pernah terlambat, sebab Lazarus pun dibangkitkanNya.

Dalam keadaan putus asa, sekalipun mengerjakan hal yang menjadi keahliannya, Petrus dan kawan-kawan gagal total, waktupun telah berlalu... Saat seperti itu, kita sangat membutuhkan interfensi Tuhan... Kita membutuhkan hikmat Tuhan akan apa yang harus kita kerjakan, dan apabila kita mau belajar untuk taat saja, maka kasih karunia atau anugrah Tuhan akan terjadi bagi kita sama seperti terjadi bagi Petrus saat itu...

Tidakkah setiap kita butuh Grace atau Anugrah yang melebihi segala akal itu? Berdoa pagi ini kepada Bapamu dan katakan, Tuhan aku juga perlu Grace itu...

Smile and keep on taking the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-13 02:18:20

Kamis 12 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 19:1-16 "...Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. 
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya. 
Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah Manusia itu!"
Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya." 
Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."
Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, 
lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.
Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"
Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."
Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar." 
Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.
Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"
Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"
Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.  Mereka menerima Yesus..."

Ada satu sifat yang disebut 'pengecut' yang dimiliki oleh begitu banyak orang-orang yang seharusnya memiliki tugas dan tanggung jawab khusus yang Tuhan letakan di bahunya, namun mereka menolak karena enggan atau merasa terlalu nyaman dengan keadaan mereka sendiri...

Pilatus berkali-kali sadar dan disadarkan bahwa tidak ada kesalahan apapun ya g dia temukan pada Yesus, namun desakan demi desakan dari pihak orang-orang Yahudi semakin kuat, bahkan desakan tersebut menjadi ancaman baginya, coba lihat perkataan orang-orang Yahudi tersebut kepada Pilatus:
"...Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."
---> Akhirnya Pilatus memilih untuk 'cuci tangan' dan membiarkan Yesus diperlakukan mereka semaunya... itulah gambaran hati yang pengecut yang sekalipun dapat tapi memilih untuk tidak bersedia direpotkan dan dikotori dengan hal-hal tersebut ... 

Ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang juga sebenarnya seperti itu. Kita memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu, menolong orang lain, tapi jika kita melangkah untuk melakukan sesuatu dan menolong orang lain, maka kita sendiri akan dirugikan, sedikit banyak pasti ada bagian dari kita yang berkurang dan dirugikan, entah itu waktu, uang, kenyamanan, atau bahkan posisi kita sendiri, tapi dipihak lain, orang tersebut perlu ditolong dan semua tergantung kepada keputusan kita sendiri... Memang kita tidak harus menjadi orang yang menolongnya, tapi hal itu diperhadapkan kepada kita tanpa kita rancang dan harapkan... apa yang akan kita lakukan saat itu?
Cuci tangan adalah jalan yg paling aman dan nyaman... pura-pura tidak tahu... saya sendiri punya masalah dan kebutuhan... oh karena dia berdoa dan sedang diprocess Tuhan, jadi saya tidak boleh ikut campur... Semua itu adalah alasan-alasan klasik yang diciptakan manusia akhir jaman yang pada intinya sama persis seperti yang Pilatus kerjakan, 'Cuci tangan'!!!


Di seluruh dunia ini, 85% kekayaan dan perekonomian dunia dikuasai oleh kurang dari 2% manusia, dan dan dari 2% orang tersebut , 70%nya adalah mereka yang mengaku 'Kristen', tapi kenapa masih banyak yang kelaparan?


Di satu wilayah, satu kota, ada yang makan sampai tidak habis dan dibuang buang, tapi dikota yang sama ada yang tidak bisa makan...

Bukankah semua itu adalah gambaran dari betapa masih berpengaruhnya 'roh Pilatus' yang hanya cari aman sendiri?... Saudaraku, setiap peristiwa yang datang kepada kita itu ada maksud Tuhan dibalik semuanya, jangan sia-siakan kesempatan kesempatan tersebut ... jangan ulangi dosa Pilatus, dosa pengecut...


Smile and keep on taking the Journey to Perfection

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-10-12 01:56:43

Rabu 11 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Yohanes 18:1-11 "...Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 
Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. 
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. 
Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. 
Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret." 
Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa."
Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?" 

Kisah penyaliban Yesus diawali dengan satu kejadian yang sangat tragis, begitu mencengkram-nya ‎kejadian tersebut sampai sampai ke empat penulis Injil menuliskan peristiwa diatas, namun Yohanes menambahkan secara detail siapakah nama hamba Imam Besar tersebut yang telingga kanannya ditebas oleh Petrus, nama hamba itu ialah Malkus.

Ada beberapa pertanyaan pertanyaan yg ada di benak saya ketika saya memperhatikan kisah diatas, seperti :
- Bagaimana mungkin Petrus memiliki pedang selama ini? Dia bukan tentara, dia bukan pejagal, dia hanyalah mantan nelayan yg kemudian menjadi pengikut Kristus, tapi bagaimana mungkin dia bisa memiliki dan menyimpan pedang selama ini?...
- Kita mengetahui bahwa Malkhus adalah seorang hamba imam besar saat ini, entah apa yg menjadi pekerjaan dan tanggung jawab Malkhus, tapi faktanya dia berada begitu dekat dgn peristiwa penangkapan Yesus, dapat disimpulkan bahwa Malkus pasti adalah seorang yang berperawakan tinggi besar dan kuat, sehingga ketika hendak melakukan penangkapan, maka figure seperti Malkus inilah yang berada dibarisan paling depan, sehingga dialah yang kena tebas kuping dari pedang Petrus. Jika Malkus berperawakan tinggi besar, dan setelah kupingnya ditebas dan ditempel kembali oleh Yesus, kenapa dia tidak membalas menebas kepala Petrus?
- Apa yang ada di benak pikiran Malkhus setelah peritiwa itu?
- Apa yang terjadi dengan Malkhus selanjutnya?
- Kenapa namanya diingat oleh Yohanes?

Pertanyaan pertanyaan seperti itu sulit dijawab sebab Alkitab tidak menjelaskan kelanjutannya, tapi berdasarkan sejarah gereja, kita dapat menarik kesimpulan bahwa nama Malkhus teringat sekalipun telah sekian lama peristiwa itu terjadi baru kemudian Rasul Yohanes menuliskan Injil Yohanes, sebab pribadi Malkhus tdk pernah jauh dari para Rasul-rasul. Sejarah mencatat kemudian‎ bahwa para-Rasul termaksud Petrus dan Yohanes menjadi bapa Rohani bagi Malkhus untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus... Bagaimana mungkin Malkhus dapat menerima pembapaan dari Rasul-Rasul yang pernah ingin mencelakakannya seperti Petrus? Disinilah pelajaran penting bagi kita pagi ini, tanpa pengampunan, tidak akan mungkin engkau menemukan rencana besar dan ajaib Tuhan didlm hidupmu... ingat itu baik baik!!!

Malkhus bisa saja memelihara dendam dan sakit hati kepada Petrus yang pernah menebas kuping kanannya, sekalipun kemudian dia melihat pertolongan Tuhan, berbeda dengan manusia kebanyakan, Malkhus seakan akan lupa fakta bahwa kupingnya pernah ditebas Petrus,

tapi dia ingat betul kupingnya pernah disembuhkan Yesus... itulah modal mulia yang harus kita tiru jika kita mau bertumbuh dan menemukan rencana Tuhan dlm hidup kita, ingat ingat kasih setia dan kebaikan Tuhan, jangan ingat ingat kesalahan orang lain! Dengan modal itulah, Malkhus bisa menerima pembapaan rohani lewat Petrus dan Yohanes‎, kemudian dia bertumbuh dan itulah sebabnya namanya tidak terlupakan dan terus diingat, sebab dia menjadi salah seorang dari murid-murid-Nya...


Smile, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-11 02:59:13

Selasa 10 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini :
Yohanes 13:31-33 "...Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.‎"

Kita sering latah karena kurang faham dengan perkataan "Tuhan dipermuliakan..." Seringkali kita berdoa dan berkata kata: 'biar nama Tuhan dipermuliakan di dalam hidup kita...', atau 'biar melalui kesaksian ini, nama Tuhan dipermuliakan...' Semua hal-hal seperti itu terdengar baik dan menyenangkan, sebab ‎dibenak pikiran kita, ketika kita atau orang berkata: 'biar Tuhan dipermuliakan', semua itu menekankan hal-hal baik, berkat berkat luar biasa, mujizat, pertolongan Tuhan dan lain sebagainya... tapi coba perhatikan kembali perkataan Yesus diatas,  "...Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera..."
---> Apa sebenarnya yang Yesus maksudkan? Bukankah sebenarnya Dia menyatakan: 'sebentar lagi Dia akan‎ dibunuh mati dan digantung di kayu Salib...', itulah sebenarnya makna ketika Dia berkata: 'Sekarang Allah dipermuliakan didlm Yesus', yaitu di salibkan...

Sesungguhnya, arti dari makna 'Tuhan dipermuliakan di dalam hidup kita' adalah apabila kehendak Tuhan yang dikerjakan dan dilaksanakan di dalam hidup kita, sekalipun hal itu berarti kita harus melewati lembah air mata dan bayang-bayang maut sekalipun. Jika semua itu adalah kehendak Tuhan, dan itu boleh terjadi di hidup kita, maka hal itulah yg menjadi saat dimana nama Bapa sedang dipermuliakan didlm kita.‎ Jadi dipermuliakan atau tidak dipermuliakan-nya Tuhan di dalam kita tergantung bukan oleh baik atau buruk yg kita alami, tapi tergantung dari apakah kehendak Bapa digenapi atau tidak digenapi di dalam hidup kita... itulah sebabnya di dalam doa Bapa kami, Yesus mengajarkan kita berdoa : '...kehendak-Mu jadi, dibumi seperti di Surga...' 

Belajarlah hidup untuk menggenapi kehendak Bapa di dalam kita... mulailah mengerjakan segala sesuatu dengan bertanya kepada Tuhan di dalam doa sederhana ini: 'Bapa, apakah yang Engkau kehendaki bagiku dalam situasi ini?... arahkan hati, pikiran dan‎ langkah-langkah ku untuk menggenapi kehendak-Mu lewat situasi ini...' Jika itu menjadi doa-doa kita setiap kali kita hendak mengambil keputusan, maka sesungguhnya Bapa sedang dan selalu dipermuliakan di dalam hidupmu...

Namun ada juga hal sederhana yang saudara dan saya bisa dan sudah mengerti untuk bertindak, melangkah saja sesuai dengan Firman Tuhan... Saat dipersimpangan jalan, berbohong akan mendatangkan keuntungan besar, tapi jujur akan mungkin mengalami kerugian, ingat perkataan Pemazmur :
Mazmur 15:1, 4 "...TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? 
Dia yang memuliakan orang yang takut akan TUHAN;... yaitu  yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi..."

Ketika kita tidak bingung untuk memberikan jawab, berkata yang sedikit dipelintir akan lebih baik didengarnya dan lebih meyakinkan, tapi berkata jujur apa adanya belum tentu menguntungkan kita sendiri, ingat apa yang Yesus sendiri katakan di Matius 5:37 "...Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."

Rindukah engkau mempermuliakan Tuhan hari ini? Lakukan kehendak-Nya... itulah cara kita mempermuliakan Dia.

Smile and keep on taking the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-10-10 03:09:01

Senin 09 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 9:1-7 "...Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek."

Keadaan manusia pada jaman Yesus ternyata tidak jauh berbeda dengan keadaan manusia pada jaman sekarang, ketika menemukan masalah,hal pertama yang mereka cari adalah 'kambing hitam' siapa penanggung jawab yang paling bersalah dalam hal ini? Mereka bahkan sama sekali tidak menghiraukan apa yang bisa mereka kerjakan untuk meringankan beban si pengemis buta yang duduk di pinggir jalan tiap-tiap hari. Semua hanya sibuk menanyakan siapa yang salah? Siapa yang berdosa? Siapa yang layak dirajam dan dihakimi?...

Ada satu cerita yang pernah saya baca yang kurang lebih isinya begini:
Ada seorang yang jatuh kedalam lubang, kemudia‎n tidak lama setelah itu, lewat beberapa orang, 
- pertama tama lewat seorang reformed yang berkata: 'apa yang menyebabkan kamu terjungkal kedalam lubang?'... lalu lewat...
- lalu tampil seorang ahli taurat yang berkata, 'pasti dia seorang yang berdosa'... lalu lewat...
- lalu tampil ‎seorang karismatik yang berkata, 'Buatlah pengakuan dan deklarasi iman bahwa kamu tidak lagi berada di dalam lubang...'... lalu lewat...
- lalu tampilah seorang Pantekosta yang melihat, kemudian mengangkat tangan dan berdoa dlm bahasa Roh untuk dia yang di dalam lubang, ... lalu lewat...
- tampil juga seorang hakim yang bertanya kepada nya, 'kenapa kamu berada di dalam lubang?' ... lalu lewat...
- kemudian datanglah seorang psychiatrist yang duduk menganalisa kenapa‎ orang tersebut ada di dalam lubang, bagaimana dia masuk lubang ...lalu lewat...
- tampil juga pendeta dari GKRM (Gereja Kaya Raya Mel‎impah) dan berkata kepada yang di dalam lubang, 'jika engkau menabur banyak, maka engkau akan menuai banyak, mengalami terobosan keluar lubang...'...lalu lewat...
‎- lalu Yesus tampil didekat lubang tersebut, Dia berlutut mengulurkan tangan-Nya, lalu mengangkat orang yang jatuh keluar dari lubang, memberinya makan lalu berjalan...

Bukankah gereja-Nya seharusnya menjadi seperti Dia, semakin hari menjadi semakin serupa dengan Dia? Jangan sibuk menghakimi, ulurkan saja tanganmu dan sembuhkan yang buta, bimbing yang tersesat, rawat yang sakit dan beri makan yang lapar, maka satukali nanti, ketika sangkakala dibunyikan, engkau akan mendengar Raja itu berkata:
‎Matius 25: 34-36 "...Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku."

Lakukan seperti yang Yesus lakukan,...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-09 01:54:44