Morning Dew

Jumat 06 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 8:2-11 "...Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"  
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

---> Peristiwa dimana Yesus diperhadapkan kepada kenyataan ada seorang wanita yang tertangkap basah sedang berbuat zinah ini akan membuka-kan pemahaman kita akan initisari dari seluruh hukum taurat yang disampaikan Tuhan melalui Musa.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi memahami betul apa yg tertulis di dalam kitab kitab Taurat dan kitab para nabi, namun sekedar mengerti apa yang tertulis belum berarti kita mengenal hati-Nya Tuhan yang ada di dalam kitab-kitab tersebut... Saudara dan saya memerlukan Rhema atau pewahyuan dari Tuhan sendiri untuk memahami isi hati-Nya yang terletak di dalam tulisan tulisan Firman tersebut. Mereka para ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengatakan bahwa : ‎"...Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian...", tapi mereka sama sekali tidak memahami jantung dari hukum Taurat tersebut yang dapat di rangkum dengan satu kata: "KASIH" Yesus satu ketika berkata demikian: 
Matius 22:37-40 "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
---> Kedua hukum kasih itulah jantung dari semua hukum Taurat dan kitab para nabi... Ingat hukum Taurat pertama sampai ‎ke 4 sesungguhnya berbicara tentang 'mengasihi Tuhan dgn segenap hati segenap jiwa dan segenap akal budi', sedangkan hukum Taurat ke 5 sampai ke 10 bicara tentang mengasihi sesama spt diri kita sendiri, itulah jantung dari seluruh hukum hukum Taurat dan kitab para nabi...

Jika kita semua dituntut untuk mengasihi sesama seperti diri kita sendiri, apakah yang paling dibutuhkan oleh setiap manusia? Apakah yang paling berharga bagi setiap jeritan hati manusia?...

Billy Graham ‎pada saat pertama kali pergi ke India untuk mengajarkan Injil disana, saat itu dia berada di tepi sungai Gangga dimana para wanita wanita Hindu sedang mengambil air suci dari sungai tersebut ... Saat Billy Graham sedang bercerita tentang Yesus, the God of the Bible, wanita setengah tua itu berkata kepadanya, Mr,... Ada puluhan bahkan ratusan ribu tuhan dan illah illah di India, apa yang bisa ditawarkan oleh Yesusmu buat ku atau buat India? Billy Graham terdiam sejenak kemudian berkata: 'Yesus yang aku sembah menawarkan mu sebuah pengampunan, tidakkah engkau mau hal itu?'... Wanita itu menangis dan menerima Yesus hari itu...

Inilah jantung dan seluruh kitab Injil, pengampunan. Yesus satu satunya pribadi yang mengerjakan hal ini, agama semua mengajarkan penebusan yang harus dibayar dengan menyiksa diri, dengan beramal, berbuat baik dll... tapi Yesus menawarkan penebusan lewat pengampunan dosa... Dan pengampunan itu jugalah yang paling dibutuhkan semua manusia...


Itulah yang tidak difahami oleh para ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,... padahal itulah intisari dari seluruh isi Kitab para nabi dan hukum Taurat... Sebenarnya Yesus sudah memberikan indikasi ketika Dia menulis nulis di tanah dgn jari-Nya, ketika mereka menyodorkan Dia dengan argumentasi hukum Taurat : ‎"...Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.‎" (Yoh 8:6)

Kenapa Dia menulis nulis dengan jari-Nya? Apa yang Dia tulis?

Saya diingatkan akan pernyataan kitab Keluaran yg ditulis Musa tentang asal usul hukum Taurat itu sendiri:

Keluaran 31:18 "...Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah."

---> Jika para ahli-ahli Taurat tersebut memang ahli dan tahu isi seluruh hukum Taurat, tentulah mereka juga mengerti siapakah yg menulis hukum-hukum-Taurat tersebut? Bukankah jari Tuhan sendiri yang menuliskan-Nya? Dan jika mereka tidak mengerti, sikap yang benar dan tepat adalah dengan datang merendah dan bertanya kepada Tuhan, bukan untuk berargumentasi apalagi mencobai Dia... Fahamkah saudara akan hal ini? Mengapa banyak anak-anak Tuhan terus hidup dengan pemahaman yang salah dan keliru? Sebab kesombongan hati kita telah menjadi penghalang untuk mengerti Rhema yang ada di jantung Firman Tuhan tersebut ... Milikilah hati yang teachable, yang bisa dan rela diajar...


Smile and keep on taking the Journey to Perfection

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-06 02:59:12

Kamis 05 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 7:14-20 "...Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. 
Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"
Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorang pun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?"
Orang banyak itu menjawab: "Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?"

Ada begitu banyak penyesatan yang terjadi disekitar anak anak Tuhan hari-hari ini. Begitu menghawatirkan jika kita melihat semua itu... banyak anak-anak Tuhan tanpa sadar terpengaruh dan tergiring utk ikut serta dalam ibadah ibadah yang dilakukan oleh orang-orang yang menyesatkan tersebut, dan parahnya, jemaat jemaat Tuhan itu bahkan tidak memahami bahwa itu adalah satu bentuk penyesatan... mereka seperti kerbau dicocok hidung dan ikut saja apa yang dilakukan penyesat penyesat tersebut.

‎Adakah satu cara yang Firman Tuhan ajarkan untuk kita dapat mengenali bahkan menghindari penyesatan penyertaan tersebut ? Lihat sekali lagi ayat-ayat ini: Yohanes 7:16-18 "Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.‎"
---> Kita hanya akan dapat mengenali apakah sesuatu yang diajarkan dari atas mimbar itu kebenaran atau bukan apabila kita sudah membiasakan diri untuk melakukan Firman Tuhan yang kita baca tiap tiap hari. Baru pada saat itulah diri kita terbiasa terbenam didlm kebenaran Firman Tuhan dan pada saat kita mendengar atau mencicipi sesuatu yang berbeda, kita akan segera sadar bahwa ini bukan Kebenaran Firman Tuhan, sebab ini berbeda dengan apa yang kita makan sehari hari...

Orang yang biasa makan masakan rumah yang sehat tanpa tambahan penyedap rasa atau MSG, pada saat makan makanan di luar rumah ‎yang mengandung penyedap rasa akan langsung mengenali sesuatu rasa yang aneh yang tidak biasa dia terima... persis seperti itu jugalah yang Yesus katakan dan ajarkan: "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.‎"

Pelajaran penting untuk semua kita pagi ini adalah, biasakan untuk menjadi pelaku Firman, bukan sekedar pendengar yang budiman... sebab hanya pelaku pelaku Firman lah yang akan memiliki kepekaan terhadap pengajaran dan praktek praktek penyesatan...‎

Smile and keep on taking the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-05 02:01:38

Rabu 04 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 4:46-53 "...Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 
Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya..."

Mujizat terjadi hanya sekedar karena perkataan Yesus disampaikan atau Firman Tuhan dilepaskan, tapi apakah benar hanya karena Firman itu dilepaskan? Coba simak kembali ayat ‎50 diatas: "...Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi." ‎ Firman yang diucapkan Yesus langsung ditangkap dengan PERCAYA oleh ayah yang anaknya sedang sakit, dan kepercayaan kepada Firman TUHAN itulah yang disebut iman, dia bahkan langsung bergerak pulang menuju rumahnya yang jaraknya lebih dari satu harian perjalanan kaki. Jika ayah itu tidak benar benar percaya, mungkin dia akan pergi kemana mana meminta pertolongan kanan kiri, tapi bukan itu yang dia lakukan, dia cukup mendengar dari Yesus dan dia percaya...

Bahkan kepercayaan sang ayah akhirnya membuat seluruh keluarganya juga percaya, coba perhatikan ayat yg ke 53: ‎"...Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya..."‎ 

Pagi ini Firman Tuhan mengingatkan kita kembali, terutama para ayah, atau para ibu yg harus membesarkan anak anak sendirian, kitalah yang pertama-tama harus pergi mencari TUHAN dengan segenap hati sambil terus berdoa untuk anak-anak dan keluarga kita... pada waktu-Nya nanti, seluruh keluarga kitapun akan‎ melihat dan mengenal TUHAN...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-04 04:49:42

Selasa 03 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Lukas 2:20 "...Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka."

---> Apa yang membuat para gembala di padang pengembalaan Beth‎lehem begitu bersukacita dan memuji muji memuliakan Tuhan? Sebab mereka menemukan bahwa apa yang mereka dengar juga persis terjadi seperti yang mereka lihat... itulah keajaiban dari mujizat Tuhan, dimana anak-anak Tuhan akan membuktikan bahwa janji-janji Tuhan yang pernah mereka dengar itu terjadi persis demikian, dan mereka diijinkan Tuhan menyaksikan semua kebenaran dari janji-Nya...

Rindukah saudara juga mengalami hal demikian? Mari kita belajar dari para gembala-gembala di padang, perhatikan kisahnya secara utuh:

Lukas 2:8-20 "...Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." 
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." 
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka."

--->
1. Gembala-gembala di padang adalah orang-orang pertama yang dipakai Tuhan untuk menerima khabar terbesar sepanjang sejarah, yaitu kelahiran Juruselamat dunia. Tidak ada dan tidak pernah ada khabar yang lebih besar dan mulia dari pada khabar kelahiran Juruselamat dunia... Dan khabar sebesar itu justru tidak disampaikan kepada para imam atau ahli-ahli Taurat di Bait Allah, atau kepada raja-raja di istana, tapi kepada gembala-gembala di padang penggembalaan. Saudaraku, rahasia dan hikmat besar akan dibukakan Tuhan bagi mereka yang kedapatan sedang dalam melakukan tugas tugasnya, sekecil apapun tugas itu, jika engkau lakukan dengan penuh tanggung jawab, maka engkau berharga dimata-Nya... Para suami, hikmat dan pertolongan Tuhan akan turun jika engkau kedapatan sedang terus bekerja memikul tanggung jawab mu sebagai suami, sebagai papah, sebagai hamba Tuhan yang setia, demikian juga para istri, para anak-anak, dan semua kita. Masing-masing kita memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, adakah engkau pikul tanggung jawab mu dengan penuh hormat dan setia?

2. ‎Setelah mendengar pernyataan Tuhan, inilah yang dilakukan oleh para gembala : Lukas 2:15-16 "Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." 
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan."

Mereka tidak menunda-nunda waktu lagi, tapi segera berjalan, mengerjakan isi perintah Firman Tuhan tersebut, dan persis seperti yang mereka dengar, mata mereka menyaksikan kebenaran isi janji-janji Tuhan tersebut ... Maukah engkau mengalami isi janji Tuhan? Adakah hatimu seperti hati para gembala dipadang yang setelah mendengar Firman, langsung bergegas utk melakukan-Nya? Itulah kunci sederhana...


Pesan Tuhan buat semua kita pagi ini, hiduplah dgn penuh tanggung jawab dan segera lakukan atau kerjakan Firman Tuhan yg sudah engkau dengar...


Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-10-03 02:01:35

Senin 02 Oktober 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Yohanes 1:1 "...Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Inilah rahasia kebenaran yang paling menyejukkan bagi setiap anak-anak Tuhan akan penyertaan Tuhan yang disebut IMMANUEL, Allah beserta kita... Tuhan yang kita kenal dan yang menyatakan Diri-Nya dari generasi ke generasi di dalam Alkitab, sungguh menyatakan dengan tegas kerinduan-Nya untuk tidak pernah meninggalkan kita, memberi kita jalan keluar dan hikmat pada saat-saat dimana kita sungguh-sungguh memerlukan hikmat dan pertolongan. Tapi bagaimana hikmat Tuhan itu turun bagi kita? Melalui Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan itu adalah Allah sendiri.

‎Daud menjadi satu pribadi yang sangat menyukakan hati Tuhan, selalu mendapatkan pertolongan demi pertolongan saat-saat terdesak, sebab dari kesaksian mulutnya sendiri, Daud berkata: 
Mazmur 119:105 "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku..."

Salah satu kesalahan banyak anak-anak Tuhan adalah tidak menerima Firman Tuhan itu secara utuh... Jika kita menerima Firman Tuhan itu secara utuh, maka kita akan memahami bahwa di dalamnya ada bukan hanya terdapat janji-janji-Nya, tapi juga ada didikan, ada pengajaran, ada peringatan dan perintah perintah, semua itu harus diterima secara utuh bukan hanya sebagian... Saya menemukan banyak anak-anak Tuhan hanya menerima sesuatu yang menurutnya baik, yaitu janji-janji berkat, tapi didikan dan perintah-perintah-Nya ‎dianggap tidak relevant lagi untuk diperhatikan...

Ayub disebut oleh TUHAN sebagai seorang yang jujur dan takut akan Tuhan sebab dia bisa menerima Tuhan secara utuh, coba simak perkataan Ayub meresponi keluhan istrinya: ‎Ayub 2:10 "...Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." 
‎Itulah yang disebut menerima Tuhan dan Firman-Nya secara utuh...

Beberapa dari kita hidup penuh kekhawatiran dan ketakutan, tidak sedikit yang takut mati,... benarkah engkau hidup dan berjalan di dalam takut akan Tuhan? Benarkah engkau hidup kudus dan benar dihadapan-Nya, benar terhadap istri dan anak-anakmu, benar dengan keuangan dan usahamu, benar dengan sesamamu manusia? Jika engkau hidup benar sesuai Firman Tuhan, mungkinkah engkau takut dan khawatir?

Pagi ini kita diingatkan akan betapa berharganya Firman Tuhan di hidup kita sehari hari, rindukah engkau dituntun Tuhan hari ini? Baca dan renungkan Firman Tuhan pagi ini dan biar Firman Tuhan itu menuntun langkah-langkah kita sepanjang hari ini...

Smile and keep on taking the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-10-02 01:19:37

Jumat 29 September 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Lukas 24:13-18, 30-32 "...Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 
Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 
Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Pengalaman dari dua orang murid-murid-Tuhan yang sedang berjalan ke Emaus adalah pengalaman yang sering terjadi di dalam kehidupan orang-orang percaya. Coba renungkan sejenak, 
- ketika mereka sedang berjalan dan bercakap cakap, Yesus datang dan tampil ditengah tengah mereka, tapi mereka sama sekali tidak mengenali Yesus. Bukankah ini sama seperti banyak anak-anak Tuhan di dalam gereja, di dalam Rumah TUHAN, saat ibadah sedang berjalan, tapi mereka tidak menyadari dan mengenali bahwa Yesus hadir diantara mereka, bukankah Firman Tuhan di Matius 18:20 yang berkata: "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Tidak kah hal itu berarti Yesus hadir ketika 2 atau 3 orang percaya berkumpul dalam nama TUHAN di Bait Allah, untuk memuji-muji Tuhan? Kenapa ada begitu banyak orang percaya yang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Buktinya mereka memainkan hand-phone saat ibadah, celingusan, lakukan ini dan itu, bukankah hal itu jelas berarti bahwa mereka sama sekali tidak menyadari siapa yang hadir saat itu?‎ Kenapa banyak anak-anak Tuhan seperti juga 2 murid yang berjalan ke Emaus tidak mengenali Yesus? Jawabannya ada di ayat 16, "... Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." ‎

- lebih ‎parah lagi, coba lihat ayat 32 "...Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
Hati kedua murid-murid-Nya berkobar kobar ketika Yesus berbicara menerangkan Firman Tuhan, tapi tetap selaput yang membutakan mata mereka tidak dapat gugur, sehingga mereka masih saja tidak mampu mengenali siapa Yesus yang hadir ditengah-tengah mereka... Ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang berkobar kobar saat mendengar Firman Tuhan, tapi tetap saja tidak mengenali siapa Yesus yang selalu hadir menyertai mereka, buktinya mereka tetap takut dan khawatir menghadapi hari esok yang tidak menentu.

Lalu apa dan kapan selaput itu gugur? Coba perhatikan ayat‎ 30 dan 31 "...Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka." ‎Pada waktu Yesus mengambil Roti seperti saat perjamuan kudus, memecah-mecahkan-Nya dan mereka makan roti tersebut. Roti itu adalah Firman Allah sendiri, ketika tubuh Tuhan dipecah-pecah dan dimakan, maka Tuhan menjadi satu tubuh, manunggal dengan kita, itulah saat selaput itu gugur... Ketika seorang anak Tuhan berani melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar mendengar dengan berkobar-kobar, tapi saat kita melangkah melakukan Firman Tuhan itu, maka
Firman Tuhan itu akan menjadi satu dengan kita, saat itulah semua selaput yang menghalangi matamu untuk melihat campur tangan Tuhan akan gugur, sehingga imanmu bertumbuh dan engkau akan melangkah dengan pasti menghadapi hari-hari didepanmu...


Pagi ini, pesan sederhana dari Firman Tuhan adalah, LAKUKAN FIRMAN TUHAN YANG SUDAH ENGKAU DENGAR!!!!


Smile, it's Friday 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-09-29 01:28:15

Kamis 28 September 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Lukas 23:1-7 "Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. 
Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." 
Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini."
Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. 
Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem."

Pagi ini kita akan merenungkan betapa berbahayanya keinginan-keinginan hati yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan dan yang terlalu dibesar-besarkan sehingga menjadi obsessi ‎yang akan menerobos segala galanya.

Coba simak baik-baik tuduhan dan tindakan para peserta sidang yang terhormat, siapakah mereka? Mereka adalah para pemimpin umat Yahudi saat itu... Mereka adalah para imam, para ahli-ahli Taurat yang tahu persis Firman Tuhan, tapi di dalam hati mereka, keingian untuk berkuasa dan menerima keuntungan dari kekuasaan tersebut lebih kuat dan lebih dominan dibandingkan dengan keinginan mereka untuk menghormati Tuhan dan menjadi berkat buat orang lain... Inilah hal yang sangat saya takutkan, dan hampir setiap malam saya berdoa untuk perkara ini. Sebab jika kita semua mau jujur, di dalam hati kita ada keinginan-keinginan untuk berhasil, untuk beruntung, dan untuk diberkati,... tapi jika keinginan-keinginan tersebut bertumbuh lebih besar dari keingian saya untuk menghidupi Firman Tuhan, saya sebenarnya sama sekali tidak berbeda dengan ahli-ahli Taurat tersebut... bila terus dipelihara demikian, keinginan-keinginan yang keliru itu akan menjadi begitu buas untuk mendorong kaki saya melangkah, tangan saya untuk berbuat, dan mulut saya untuk mengucapkan perkataan yang bohong dan sesat yang melawan Tuhan.

Coba simak apa yang dikatakan dan dibuat para imam dan ahli-ahli Taurat, para peserta sidang yang terhormat, "...Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya:  orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar,..." Bukankah baru saja kita temukan di Lukas 20‎, Yesus justru mengatakan 'berilah kepada Kaisar yang menjadi milik kaisar...', kenapa sekarang perkataa Yesus justru diputar balik untuk menuduh dan memperdaya Yesus sendiri? Itulah dosa kebohongan yang keluar dari hati yang busuk, sebab hati mereka penuh dgn keinginan-keinginan pribadi untuk mempertahankan kekuasaan dan keuntungan...

Sampai-sampai orang ya g tidak kenal Firman Tuhan seperti ‎Pilatus bisa berkata: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini." Betapa memalukannya jika hal seperti itu terjadi...

Sering kali karena jaman keterbukaan informasi saat ini, dibanyak media elektronik ataupun media sosial, kita mendengar pertengkaran diantara para hamba-Tuhan... Yang satu menuduh begini, yang lain menuduh begitu... yang mengadili adalah orang yg tdk kenal Tuhan... Tidakkah kita merasa malu akan hal tersebut ? Atau 2 anak Tuhan yang ribut karena urusan uang atau business, sampai menjadi cemooh buat Kekristenan itu sendiri,... atau suami istri Kristen yang ribut ingin bercerai dan membuat pembantu dan tetangga yang tidak kenal Tuhan sampai berkata: 'amit-amit dapat mantu orang Kristen...', sebab kita sendiri tidak menjadi teladan, kita memiliki keinginan-keinginan untuk memuaskan daging lebih besar dari keinginan kita untuk memuliakan Tuhan.  Kapan gereja Tuhan akan berhenti ‎melakukan kebodohan seperti ini? Ingat, keinginan daging manusia yang terlalu kuat telah mampu menyalibkan Yesus dikayu Salib... Haruskah kita kembali menyalibkan Dia untuk kedua dan kesekian kalinya karena keinginan-keinginan kita yang begitu kuat?

Belajar untuk mematahkan keinginan daging kita sendiri. Cara yang paling sederhana adalah dengan belajar hidup penuh integritas, terbuka satu sama lain...‎ Seorang yang berani berlaku dan berkata yang sama baik di rumah, ditempat tersembunyi, di kantor atau ditempat kerja, juga di dalam gereja atau bahkan diatas mimbar adalah pribadi yang memiliki integritas, tidak dikotak kotakan hidupnya. Jika dosa dan kelemahanmu engkau sadari, terbukalah satu sama lain, supaya sahabatmu mampu menjaga dan menasehati langkah hidupmu dengan segala kekurangan dan kelemahanmu... itulah cara memupuk hidup yang berintegritas.

Smile and keep on taking the Journey to Perfection

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-09-28 02:50:26

Rabu 27 September 2017

Shalom selamat pagi,
perhatikan ayat-ayat ini : 
Lukas 18:31-34 "...Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan."

Kita mengerti arti kata melakukan Firman Tuhan, tapi seberapa jauhkah kita sungguh sungguh memahami arti sebenarnya dari kata 'melakukan Firman atau kehendak Tuhan'?

Hidup dan ketaatan Kristus didlm mengerjakan dan melakukan Firman Tuhan itu harus menjadi contoh dan teladan bagi semua anak anak Tuhan, persis seperti yang Filipi 2 : 5 & 8 katakan: "...Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,... Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Apa sebenarnya makna ketaatan terhadap kehendak Bapa yang dikerjakan Yesus? Coba perhatikan sekali lagi ayat ‎31 diatas:
 "...Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.‎"
---> Yesus dengan sadar dan rela bergegas pergi ke Yerusalem hanya sekedar untuk menggenapi kehendak Bapa, yaitu untuk mati disalibkan di Yerusalem.

Coba renungkan sebentar kebenaran ini, career pelayanan Yesus sedang tingi tingginya... Sebagai pengkotbah dan guru, Yesus jauh lebih terkenal dan tersohor daripada semua ahli ahli Taurat pada jaman itu... sebagai pemimpin Rohani, pengikutnya lebih banyak dari siapapun, sebab kemana Dia pergi, yang mengikuti Dia, bukan sekedar jemaat yang datang ke gereja-Nya, tapi yang berjalan ikut dgn Dia itu minimal 5000 laki laki saja...

Tapi tiba-tiba, ditengah tengah sedang naik daun, Yesus tiba tiba seperti berbalik haluan dan berkata kepada para murid-murid-Nya, "Sekarang kita pergi ke Yerusalem...", hanya sekedar untuk menyerahkan diri dan mati...

Setiap hamba hamba Tuhan akan berjuang mati matian, membayar harga berapapun harganya, demi untuk bertahan hidup, apalagi ditengah tengah kesuksesan pelayanan yang luar biasa,... Semua pengusaha yang sedang jaya-jayanya akan membayar harga berapapun termaksud mengorbankan siapapun untuk bertahan atau melanjutkan hidup... Jangankan untuk mempertahankan hidup, untuk rela masuk penjara beberapa waktu-pun ada begitu banyak hamba hamba Tuhan dan pengusaha Kristen yang rela menyogok dan membuat kebohongan-kebohongan baru supaya tidak masuk penjara‎... Tapi tidak demikian dengan Yesus, ketika sudah tiba waktunya dimana kehendak Bapa bertabrakan dengan kemauan-Nya atau kehendak-Nya sendiri, Dia memilih untuk mengerjakan kehendak-Bapa Surgawi...

Itulah arti sesungguhnya dari kata 'taat melakukan kehendak Tuhan '... Sama seperti Yesus yang taat pergi melangkah ke Yerusalem, sekalipun Dia sadar betul bahwa di Yerusalem, Dia hanya akan dibunuh mati...

Relakah engkau taat melakukan kehendak Tuhan mu hari ini? Berdoa dan minta hati yg rela...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-09-27 02:34:15

Selasa 26 September 2017

Shalom....
selamat pagi, perhatikan ayat-ayat ini : 
Lukas 17:1-6 "...Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Sepintas jika kita baca pernyataan atau kotbah Yesus diatas, kemudian ditanggapi dengan respon atau pertanyaan dari para rasul-rasul terhadap kotbah Yesus tadi, sepertinya tidak nyambung. ‎Sebab Yesus sedang berbicara tentang penyesatan anak anak dan orang-orang lemah, kemudian kepada para penyesat penyesat tersebut, jika mereka mau bertobat, ampuni dan bimbing mereka kembali, tapi tiba-tiba murid-murid-Nya berkata:  "Tambahkanlah iman kami!" ‎Apa hubungan-nya iman dengan membimbing para penyesat?

Ternyata ‎luka batin dan gambar diri yang rusak yang sering kita jumpai saat ini dihidup banyak orang, juga terjadi bagi murid-murid Tuhan sendiri... Ketika Yesus sedang berbicara tentang orang-orang yang seharusnya mengayomi, merawat dan menuntun kita, seperti orang tua, suami, atau pemimpin-pemimpin Rohani, tapi sebaliknya justru merekalah yang paling sering merusak gambar diri atau jati diri hidup kita, & itu sangat-sangat menyakitkan...

Anak-anak mudah mengampuni teman sepermainannya, tapi jika papahnya yang melukai dan menjerumuskan atau merusak hidupnya, luka itu membekas dan menghantui terus hidup anak tersebut ...

Istri istri bisa mengampuni pembantu yang salah, tapi jika dia dihianati suaminya, luka tertolak itu sangat membekas dan merusak gambar dirinya...

Jemaat bisa saling memaafkan dengan mudah, tapi jika jemaat Tuhan dihianati mungkin oleh sebab uang, pelecehan sexual, atau apapun oleh gembalanya atau oleh seorang hamba Tuhan, hal itu merusak gambar Tuhan di dalam dirinya...

Ternyata hal yang sama juga dialami oleh para murid-murid-Tuhan, mungkin sebagian adalah korban kekerasan orang tua mereka dahulu, sebagian lagi pernah dihianati pemerintahnya sendiri, atau oleh para pemimpin rohani yang kita tahu saat itu adalah para imam imam dan ahli-ahli Taurat, ternyata mereka yang terhormat yang seharusnya melukiskan gambar Tuhan yang jelas, justru telah merusak gambar diri banyak orang lain yang menghormatinya...

Itulah sebabnya para murid-murid-Nya berkata,  "Tambahkanlah iman kami!" ‎... tapi Yesus berkata, sekedar iman sebiji sesawipun mampu mencabut pohon ara dan kemudian tertanam di laut. Jika kita melihat dari terjemahan lain, seperti KJV, dikatakan 'tercabutlah pohon itu dengan akar akarnya...' Inilah dosa kepahitan, disebut akar pahit, sebab dosa dari gambar diri yang rusak itu berakar dan menguasai hati seseorang, tapi syukurlah kepada Tuhan yang berkata, cukup iman sebiji sesawi saja, kepahitan karena gambar diri yang rusak bisa tercabut sampai keakar akarnya...

Kenapa iman sebiji sesawi mencabut pohon ara? Kenapa tidak dikatakan iman sebiji sesawi mencabut pohon sesawi? ‎Sebab pohon ara adalah lambang kemunafikan dan kejatuhan dosa. Ingat ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka menutup-nutupi rasa malu akibat dosa dengan daun-daun pohon ara, kemudian Tuhan membereskan dosa dengan darah yang tercurah, itulah lambang pengampunan...

Pagi ini, jika saja ada masa lalu yang kurang baik yang dilakukan orang-orang yang seharusnya menjaga dan melindungimu, lepaskan pengampunan, ingat, tidak perlu iman yang besar untuk mengampuni, semua ada dalam kuasa dan kehendakmu,... lepaskan saja pengampunan, maka dosa itu akan tercabut sampai keakar-akarnya...
Bagi kita para orang tua, para suami, para gembala dan hamba hamba Tuhan, sekalipun mereka yang kita pernah sakiti bisa dipulihkan, bagimu dan bagiku ukurannya berbeda, pengampunan itu hanya akan terjadi melalui 2 perkara:

1 Bertobat, dan

2 siap dengan rendah hati untuk dibapai‎, ingat perkataan Yesus diatas: "...Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.‎" Ada terlalu banyak suami, orang tua, dan hamba-hamba Tuhan yang terlalu angkuh, tidak pernah mau merendahkan diri untuk ditegur apalagi dibapai atau dibimbing, jangan keraskan hati kita.


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-09-26 02:20:29

Senin 25 September 2017

Morning dew 

Shalom selamat pagi,
perhatikan ayat ayat ini : 
Lukas 15:1-7 "...Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Pengertian yang kurang tepat tentang orang berdosa yang membuat Yesus seakan akan berlaku pilih kasih ini sering disalah mengertikan oleh banyak anak-anak Tuhan... Seakan akan Yesus hanya atau lebih mengasihi 'orang-orang berdosa' dari pada 99 ekor domba lainnya yang taat, yang baik dan hidup tetap nyeleweng...‎ Apakah memang demikian yang Yesus maksudkan? Jika tidak , kenapa Dia mengibaratkan diri-Nya seperti seorang gembala yang merelakan meninggalkan 99 ekor domba domba lainnya demi untuk yang satu yang tersesat? Bukankah itu pilih kasih?

Perhatikan kebenaran ini, ada orang-orang tertentu yang akan menarik kebajikan dan kemurahan Tuhan sedemikian rupa, sama seperti seorang wanita yang sakit ‎pendarahan selama 12 tahun, ketika wanita tersebut mengulurkan tangannya untuk menjamah Yesus, Yesus sendiri tidak mengetahui siapa yang menjamah Dia, sebab jamahan yang ini berbeda... jamahan yang ini penuh dengan iman percaya sehingga menarik kuasa dan kebajikan Tuhan atas hidupnya... Inilah juga rahasia yang begitu luar biasa bagi kita yang mau belajar kebenaran ini, yang akan menarik kuasa dan kebajikan Allah atas hidup kita, rahasianya ada di ayat ayat awal, coba simak baik-baik ayat 1&2:
Lukas 15:1-2 "...Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."

Perhatikan 2 sikap yang sangat berbeda,
- orang-orang berdosa dan pemungut cukai atau sampah masyarakat itu, mereka BIASA DATANG KEPADA YESUS UNTUK MENDENGARKAN DIA...
- Sebaliknya orang-orang yang tidak merasa berdosa, yang merasa suci tidak dapat apalagi membiasakan diri datang kepada Yesus, mereka hanya datang melihat untuk bersungut-sungut...

Dapatkah saudara mengerti mengapa seperti satu domba yang tersesat yang sampai sampai Sang Gembala Agung pergi meninggalkan ke 99 lainnya? Sebab yang satu itu yang disebut saat itu 'sedang tersesat atau yang berdosa' adalah dia yang biasa datang mendengarkan Yesus... begitu yang biasa datang itu tiba-tiba tidak datang, maka tentulah sang Gembala Agung merasa sangat kehilangan...

Biasakanlah dirimu datang tiap-tiap pagi untuk berlutut menyapa Tuhan dan minta tuntunan-Nya supaya engkau kuat berjalan bersama Dia sepanjang hari itu...
Sudahkah engkau berdoa pagi ini?

Smile it's a new day, and...
Keep on taking the Journey to Perfection.
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-09-25 02:11:22

Jumat 22 September 2017


Shalom.....
selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Lukas 14:1-6 "...Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. 
Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?"
Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" 
Mereka tidak sanggup membantah-Nya."

Benarlah perkataan Firman Tuhan ini yang tertulis di ‎Yakobus 2:13, "...Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

---> Melihat satu perkara dihadapan-Nya, yaitu seorang yang sakit busung air, berdiri dihadapan-Nya, tidak meminta apa-apa, tidak melakukan apa-apa, hanya datang saja kepada Yesus dan berdiri dihadapan-Nya, dan saat itu adalah hari Sabat dimana orang-orang Yahudi sesuai dengan hukum taurat Musa tidak diperkenankan melakukan apapun, maksud saya apapun juga, termaksud hal hal sepele sekali seperti menjalankan mobil, memencet tombol elevator, dan lain-lainitulah hukum taurat, tapi ketika berhadapan dengan Yesus, Yesus langsung menyembuhkannya, Yesus bahkan memegang tangan orang sakit tersebut , menjamah-nya tanda bahwa Yesus menghargai orang sakit itu sebagai yang seimbang atau yang sederajat dengan -Nya (ketika 2 atau 3 orang bertemu lalu berjabat tangan, hal itu menunjukan peace atau damai diantara mereka, kesepakatan, dan posisi yang sederajat). 

Inilah 2 rahasia penting untuk kita semua pagi ini:
1. Sekedar datang dihadapan Yesus akan merubah banyak perkara dihidup kita... itulah juga salah satu alasan mengapa orang-orang percaya tidak hanya perlu mendengar kotbah-kotbah dari YouTube atau CD atau television, tapi perlu dtg ke rumah TUHAN untuk beribadah, membawa dirinya dan membawa persembahan-persembahan-nya kepada Tuhan. Bahkan tiap-tiap waktu anak anak Tuhan perlu datang kepada Tuhan di dalam doa dengan sikap doa yang benar, hati yang benar...

Billy Graham berkata satu ketika, 80% lebih dari pelayanan adalah 'simply being present - hanya sekedar hadir'
Kapan terakhir kali engkau datang, hanya sekedar datang dihadapan-Nya?

2. Pelajaran penting kedua adalah, bagi TUHAN, belas kasihan itu lebih tinggi nilainya dari pada aturan aturan... Benar bahwa hidup itu ada aturannya, tapi seringkali bagi banyak orang, anak anak Tuhan termaksud, aturan aturan tersebut dipakai untuk membatasi dirinya atau membalut kelemahannya sendiri sebab dia tidak mau menolong atau berbagi...

Jika Yesus saja mendahulukan belas kasihan, tidak kah seharusnya anak anak Tuhan juga hidup dengan mendahulukan belas kasihan?

Pagi ini renungkan kedua perkara tersebut , jangan lupa besok dan hari Minggu setiap anak-anak Tuhan perlu datang beribadah di gereja masing-masing, ingat hanya sekedar hadir dihadapan Yesus telah membawa perubahan yang luar biasa... kedua, hiduplah dengan belas kasihan seorang akan yang lainnya.

Smile, it's Friday...
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-09-22 03:13:29

Rabu 20 September 2017

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini :
Lukas 13:18-21 "Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."
Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Kerajaan Surga atau keselamatan itu di ibaratkan oleh Yesus sendiri seperti biji sesawi yang kecil atau seperti ragi yang diadukan kedalam tepung tiga sukat. Apakah sebenarnya makna dari 2 perumpamaan ini? Perhatikan kebenaran ini, bukan kebetulan, baru saja tadi malam ada seorang anak gadis yang bertanya kepada saya tentang keselamatan sesuai dengan apa yang Firman Tuhan katakan. Seperti apakah keselamatan itu sebenarnya? Apakah jaminan bahwa saya itu sebagai orang percaya pasti benar benar selamat masuk ke dalam Kerajaan Allah? Apakah karena saya percaya dan menyebut diri saya pengikut Kristus atau Kristen, maka saya pasti selamat? Bagaimana dengan begitu banyak 'orang-orang Kristen' yang hidupnya lebih jahat daripada orang-orang dunia yang tidak kenal Tuhan, apakah bagi mereka keselamatan itu juga satu kepastian?...

Sesuai dengan Firman Tuhan sendiri, keselamatan ‎itu diperoleh karena iman percaya kita: Efesus 2:8 "...Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,"
---> Jelas sekali bahwa keselamatan itu kita terima bukan karena usaha manusiawi kita sendiri seperti yang agama agama ajarkan pada umumnya. Agama ajarkan harus banyak beramal, harus memberi sedekah, harus bertapa, harus menyiksa diri dan lain lain dan itulah jalan menuju Nirwana atau Surga. Bagi agama, perbuatan perbuatan baik itu adalah PENYEBAB dari keselamatan, tapi Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa keselamatan kita diperoleh karena iman percaya kita kepada Kristus yang sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita... Namun pertanyaan yang sebenarnya adalah, apakah iman itu sendiri? Apa buktinya bahwa saya adalah orang yang beriman?

Perhatikan Firman Tuhan ini:
Yakobus 2:18, 20, 26 "...Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati..."
---> Dari kebenaran ini kita memahami bahwa iman adalah sesuatu yang hidup dan progressive bukan mati atau pasive. Jadi bisa saja seseorang dahulunya memang orang yang beriman, namun kemudian berhenti sampai disitu, sama seperti bayi yang lahir sebagai manusia tapi kemudian nyawanya terputus dari bayi tersebut, sehingga bayi itu mati, seringkali kita tidak lagi menyebut bayi atau orang yang sudah mati dengan namanya lagi, tapi dengan sebutan 'jenazah' atau mantan orang hidup... Ternyata ada begitu banyak orang-orang Kristen yang sebenarnya adalah 'mantan orang hidup yang beriman' sebab imannya sudah lama mati... Bagaimana dapat kita ketahui kebenaran ini? Sama seperti Yakobus 2:20 diatas katakan: 'tunjukan imanmu dengan perbuatan perbuatanmu?...' Itulah bukti imanmu masih hidup!

Sederhananya, jika engkau berkata bahwa aku orang Kristen, orang percaya yang percaya sungguh kepada Kristus, maka engkau akan menjadi pengikut Kristus yang berjalan dan melakukan apa yang Kristus lakukan... berjalan sama seperti Kristus telah hidup, itulah iman yang hidup, menjadi satu gaya hidup seorang anak Tuhan, dan untuk iman yang hidup itu, Tuhan berkata itulah kerajaan Surga. Kembali kepada 2 perumpamaan diatas tentang kerajaan Surga yang diibaratkan seperti biji Sesawi dan ragi yang diadukan dengan tepung tiga sukat, perhatikan hal ini:
---> Biji sesawi itu tidak tinggal menjadi biji yang kecil, tapi jatuh dan tumbuh menjadi pohon yang besar, sehingga burung-burung diudara dapat bersarang pada ranting ranting nya dan binatang hutan berteduh dibawanya, biji itu telah berubah rupa dan memberkati banyak yang lain... biji itu hidup sebab dia berdampak positif bagi yang lainnya...

Demikian juga dengan ragi yang diadukan kepada ‎tepung tiga sukat, ada tiga area dimana iman itu bekerja, secara rohani, jiwani, dan jasmani. Iman yang diibaratkan seperti ragi akan berdampak dan mempengaruhi sampai berubah bentuk didalam 3 area, yaitu roh, jiwa dan tubuh manusia itu sendiri...

Dari kebenaran ini, kita menyadari bahwa iman percaya seorang anak Tuhan itu bergerak hidup dan sampai berdampak kepada orang lain, juga berdampak kepada diri sendiri dalam 3 aspek, yaitu Roh kita akan mencerminkan kehidupan Rohani yang benar, jiwa kita yaitu pikiran, perasaan‎, dan kehendak atau keputusan keputusan kita akan dipengaruhi oleh iman kita yang bertitik tolak dari kehidupan Kristus, juga tubuh kita akan dibawa kepada hal hal yang berguna dan sejalan dengan Firman Tuhan.

Jadi mungkinkah dapat dikatakan seorang anak Tuhan itu beriman jika roh nya tidak suka untuk mencari hadirat Tuhan dalam ibadah ibadah (pengaruh pada roh), atau pola pikir dan kehidupannya berbeda total dengan Firman Tuhan? Pikirannya selalu mencari keuntungan diri sendiri? (pengaruh pada jiwa), dan tubuhnya digunakan untuk perkara perkara yang tidak memuliakan Tuhan? (pengaruh pada tubuh)... kerajaan Surga itu milik orang-orang beriman yang hidupnya mempengaruhi ketiga aspek hidup tersebut dan yang kemudian berdampak positif bagi orang-orang disekitarnya... itulah orang-orang beriman yang hidup.


Greetings from Jepara

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-09-20 01:03:41